Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Napi Seumur Hidup Anton Kurniawan Meninggal di Sel Isolasi Lapas Palangka Raya, Ini Kronologinya

Kompas.com, 1 Juni 2026, 08:32 WIB
Rachmawati

Editor

PALANGKA RAYA, KOMPAS.com – Narapidana kasus pembunuhan yang juga mantan anggota polisi, Anton Kurniawan Stiyanto, ditemukan meninggal dunia di dalam sel isolasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (30/5/2026) malam.

Kabar duka ini menjadi perhatian publik lantaran terjadi tepat satu minggu setelah Anton melakukan aksi nekat mencoba melarikan diri dari lapas menggunakan senjata api berisi peluru tajam pada Sabtu (23/5/2026) lalu.

Pihak otoritas terkait kini tengah melakukan investigasi mendalam guna memastikan penyebab pasti kematian terpidana mati yang divonis hukuman penjara seumur hidup tersebut.

Baca juga: Eks Polisi Pelaku Penembakan Sopir Tewas di Sel, Komisi XIII DPR Akan Kunjungi Lapas Palangka Raya

Kronologi Penemuan Jenazah di Sel Isolasi

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, menjelaskan bahwa sebelum ditemukan meninggal dunia, Anton Kurniawan masih menjalankan aktivitas rutin di bawah pengawasan ketat petugas pada sore hari.

"Masih beraktivitas di kamar sel, sempat mandi, dan makan dengan pengawasan petugas,” jelas Putu kepada wartawan, Minggu (31/5/2026).

Situasi mulai berubah ketika petugas lapas melakukan pengecekan rutin berkala setiap satu jam sekali di blok isolasi. Sebagai informasi, Anton ditempatkan sendirian di kamar isolasi pasca-percobaan pelarian seminggu sebelumnya.

Berdasarkan laporan berkala, pada pukul 20.32 WIB, petugas melihat masih ada pergerakan dari dalam sel Anton. Namun, satu jam berikutnya, saat petugas kembali mengecek dan memanggil namanya dari depan pintu sel, Anton sama sekali tidak memberikan respons.

Petugas jaga kemudian berkoordinasi dengan perwira piket dan komandan jaga untuk melakukan pengecekan langsung ke dalam kamar hunian pada pukul 23.35 WIB. Saat pintu sel dibuka, Anton ditemukan dalam posisi telungkup dengan kepala menghadap ke lantai.

Baca juga: Ditjenpas Ungkap Dugaan Kematian Eks Polisi yang Coba Kabur dari Lapas Palangka Raya

“Dilakukan pengecekan bersama perwira piket dan komandan jaga, yang bersangkutan terlihat lemas dan masih bernapas, namun beberapa saat kemudian sudah tidak bernapas,” ungkap Putu.

Setelah dipastikan meninggal dunia, pihak lapas segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jenazah Anton kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palangka Raya pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB untuk menjalani proses autopsi.

Hasil Pemeriksaan Medis Sementara, Diduga Gagal Jantung

Hingga saat ini, pihak Ditjenpas Kalteng masih menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium forensik. Kendati demikian, hasil pemeriksaan medis awal menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh mantan personel Polresta Palangka Raya tersebut.

Murdiana menegaskan bahwa penyebab kematian Anton diduga kuat karena masalah kesehatan dan bukan karena tindakan mengakhiri hidup.

"Dari hasil sementara ada gagal jantung di situ," tegas Murdiana.

Baca juga: Ditjenpas Bentuk Tim Investigasi Usai Eks Polisi Pelaku Penembakan Kurir Ditemukan Tewas di Lapas Palangka Raya

Ia juga menambahkan bahwa sebelum ditemukan meninggal, Anton memang sempat menolak makan selama beberapa hari di dalam sel isolasi. Namun, Putu membantah adanya kelalaian dari petugas lapas.

"Kecuali kalau kami tidak menyiapkan, itu baru kami melanggar," ujarnya, seraya memastikan bahwa pemenuhan hak dasar seperti makan dan minum selalu disediakan oleh petugas.

Halaman:


Terkini Lainnya
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Regional
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
Regional
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Regional
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Regional
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Regional
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Regional
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Regional
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Regional
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Regional
Jalan Rusak di Blora, Janji Pemprov Jateng, dan Anggaran Rp 5,2 Miliar
Jalan Rusak di Blora, Janji Pemprov Jateng, dan Anggaran Rp 5,2 Miliar
Regional
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar
Regional
Kronologi Penemuan Bayi dalam Tas di Pati, Ditinggal di Lorong Jalan Desa
Kronologi Penemuan Bayi dalam Tas di Pati, Ditinggal di Lorong Jalan Desa
Regional
Mantan Artis Terlibat Sindikat Penipuan Online Rp 41,1 Miliar di Solo Raya, Bertugas Layani Video Call Korban
Mantan Artis Terlibat Sindikat Penipuan Online Rp 41,1 Miliar di Solo Raya, Bertugas Layani Video Call Korban
Regional
11 WNA Nepal dan Myanmar Ditangkap dalam Sindikat Penipuan Online Internasional Rp 41,1 Miliar di Solo Raya
11 WNA Nepal dan Myanmar Ditangkap dalam Sindikat Penipuan Online Internasional Rp 41,1 Miliar di Solo Raya
Regional
Bayi Laki-laki Ditemukan Dalam Tas Biru di Juwana Pati
Bayi Laki-laki Ditemukan Dalam Tas Biru di Juwana Pati
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Napi Seumur Hidup Anton Kurniawan Meninggal di Sel Isolasi Lapas Palangka Raya, Ini Kronologinya
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat