Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bayi Laki-laki Ditemukan Dalam Tas Biru di Juwana Pati

Kompas.com, 1 Juni 2026, 19:13 WIB
Muhamad Kafi,
Eris Eka Jaya

Tim Redaksi

PATI, KOMPAS.com - Warga Desa Growong Kidul, RT 01 RW 01, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang masih terhubung dengan ari-ari di dalam sebuah tas berwarna biru tua, Senin (1/6/2026) siang.

Bayi yang diduga baru saja dilahirkan itu ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB di sebuah gang desa.

Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga dan menjadi perbincangan luas di lingkungan sekitar.

Saksi mata, Wagini, mengaku pertama kali melihat tas biru tua tersebut saat melintas seusai mengambil belanjaan milik salah seorang warga.

Awalnya, ia mengira tas itu hanyalah sampah yang biasa dibuang di lokasi tersebut.

Namun, kecurigaannya muncul ketika melihat tas tersebut bergerak.

Baca juga: Perluas Pencarian hingga Blitar, Polisi Lacak Pembuang Bayi di Warung Pecel Tulungagung

"Awalnya ada tas warna biru, saya kira sampah. Biasanya di sini memang sering ada yang buang sampah. Saat lewat siang tadi, saya lihat ada yang bergerak," ujar Wagini saat ditemui di lokasi.

Karena merasa curiga, Wagini kemudian memanggil seorang warga bernama Tian untuk membantu memeriksa isi tas tersebut.

Saat dibuka bersama-sama, keduanya terkejut bukan main.

Di dalam tas ternyata terdapat seorang bayi laki-laki yang masih hidup dengan ari-ari yang masih menempel di tubuhnya.

"Saya panggil Mas Tian untuk mengecek. Setelah dibuka, ternyata ada bayi laki-laki dan ari-arinya masih menempel. Setelah itu kami langsung memanggil Pak RT," katanya.

Sejak Pagi

Menurut Wagini, beberapa warga sebenarnya sudah melihat keberadaan tas tersebut sejak pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

Namun, tidak ada yang menyangka bahwa di dalamnya terdapat seorang bayi.

Warga mengira tas itu hanyalah bungkusan sampah yang ditinggalkan seseorang.

"Katanya sejak jam lima pagi sudah ada di situ. Tidak ada yang curiga karena dikira sampah. Bayinya juga tidak menangis," tuturnya.

Baca juga: Perluas Pencarian hingga Blitar, Polisi Lacak Pembuang Bayi di Warung Pecel Tulungagung

Keterangan Kades

Terpisah, Kepala Desa Growong Kidul, Bambang Tiaswanto, mengatakan dirinya menerima laporan penemuan bayi tersebut sekitar pukul 13.30 WIB.

Setelah mendapat kabar dari warga, ia segera menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan.

"Saya ditelepon sekitar setengah dua siang. Bayi ditemukan oleh Bu Wagini, lalu memanggil saksi lain, Mas Tian. Saat itu mereka juga masih ragu membuka bungkusan tersebut. Setelah dibuka bersama-sama ternyata ada bayi yang masih ada ari-arinya," kata Bambang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Regional
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
Regional
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Regional
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
Regional
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Regional
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Regional
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Regional
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Regional
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Regional
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Regional
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Regional
Jalan Rusak di Blora, Janji Pemprov Jateng, dan Anggaran Rp 5,2 Miliar
Jalan Rusak di Blora, Janji Pemprov Jateng, dan Anggaran Rp 5,2 Miliar
Regional
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar
Regional
Kronologi Penemuan Bayi dalam Tas di Pati, Ditinggal di Lorong Jalan Desa
Kronologi Penemuan Bayi dalam Tas di Pati, Ditinggal di Lorong Jalan Desa
Regional
Mantan Artis Terlibat Sindikat Penipuan Online Rp 41,1 Miliar di Solo Raya, Bertugas Layani Video Call Korban
Mantan Artis Terlibat Sindikat Penipuan Online Rp 41,1 Miliar di Solo Raya, Bertugas Layani Video Call Korban
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Bayi Laki-laki Ditemukan Dalam Tas Biru di Juwana Pati
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat