Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Misteri Sate Maut Boyolali, Lima Ayam Mati Mendadak Usai Patok Sisa Bumbu Sate

Kompas.com, 1 Juni 2026, 10:27 WIB
Rachmawati

Editor

BOYOLALI, KOMPAS.com – Misteri kematian wanita paruh baya berinisial A (57), warga Dukuh Sindon, Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mulai menemui titik terang baru.

Sate ayam misterius yang diduga kuat mengandung racun berbahaya kini memicu fenomena ayam mati mendadak di sekitar kediaman korban.

Bumbu dari sisa sate ayam kiriman misterius yang dibuang oleh korban ternyata dipatok oleh sejumlah unggas. Akibatnya, sebanyak lima ekor ayam mati secara massal dengan gejala yang tidak wajar setelah mengonsumsi sisa makanan tersebut.

Kuasa hukum keluarga korban, Wiwik Dwi Habsari, mengungkapkan bahwa salah satu bangkai dari lima ekor ayam mati tersebut kini telah disita oleh aparat kepolisian. Langkah ini diambil sebagai salah satu bukti kasus keracunan sate untuk diteliti lebih lanjut oleh tim laboratorium forensik.

"Selain barang bukti berupa pakaian korban yang terkena muntahan, penyidik juga telah mengamankan satu ekor ayam yang mati setelah memakan sisa sate tersebut," ujar Wiwik saat mendampingi pemeriksaan saksi di Polres Boyolali, Sabtu (30/5/2026) malam.

Baca juga: Kronologi Warga Boyolali Tewas Diduga Keracunan Sate Kiriman Ojol, Diduga dari Menantu

Bumbu Sate Maut Picu Ayam Mati Massal

Penemuan lima ekor ayam mati mendadak ini memperkuat dugaan pihak keluarga bahwa sate ayam yang dikonsumsi korban mengandung zat beracun mematikan.

Kakak kandung korban, Widodo (61), membenarkan bahwa sisa bumbu sate yang dibuang di sekitar pekarangan langsung membuat ayam-ayam milik warga terkapar tidak bernyawa.

"Ada 5 ekor ayam mati setelah memakan sate sisa dari korban, kemudian untuk sampel satu ekor ayam yang mati itu kita simpan," kata Widodo, Minggu (31/5/2026).

Kondisi ini menambah daftar panjang kejanggalan dalam kronologi keracunan sate Boyolali. Pihak keluarga kini menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian ilmiah kepada Polres Boyolali dan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah.

Baca juga: Truk Pengangkut Kuda di Boyolali Kecelakaan Tunggal, Pengemudi Meninggal

Misteri Pengirim Sate dan Akun Ojek Online

Berdasarkan penelusuran pihak hukum keluarga, paket sate ayam maut tersebut diketahui dibeli di wilayah Pandean, Kecamatan Ngemplak. Makanan itu kemudian dikirim ke rumah korban menggunakan jasa ojek online (ojol).

Anehnya, pesanan ojol tersebut menggunakan akun atas nama Luriyanti, yang tidak lain adalah anak kedua korban. Namun, Luriyanti mengaku sama sekali tidak pernah memesan maupun mengirimkan makanan apa pun kepada ibunya hari itu.

Sebelum menyantap hidangan tersebut pada Senin (18/5/2026) sore, korban A sempat menelepon Luriyanti untuk memastikan asal-usul kiriman. Karena merasa tidak memesan, Luriyanti menaruh curiga dan sempat melarang ibunya untuk memakan sate ayam tersebut.

"Oleh anak, orang tuanya diminta tidak memakan sate. Yang semula tidak tahu siapa yang mengirim," jelas Widodo mengingat percakapan telepon malam itu.

Penyelidikan sementara mengarah pada sosok berinisial P, anak menantu korban yang tinggal di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, yang diduga kuat sebagai pengirim asli paket misterius tersebut. Terlebih, pada Senin malam, P juga sempat datang menjenguk korban sembari membawakan roti.

Baca juga: Truk Pengangkut Kuda di Boyolali Kecelakaan Tunggal, Pengemudi Meninggal

"Kami tidak menuduh siapa pun dan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Kami berharap hasil laboratorium forensik segera keluar sehingga penyebab kematian korban bisa terungkap secara jelas," tutur Wiwik Dwi Habsari.

Halaman:


Terkini Lainnya
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Regional
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
Regional
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Regional
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Regional
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Regional
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Regional
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Regional
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Regional
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Regional
Jalan Rusak di Blora, Janji Pemprov Jateng, dan Anggaran Rp 5,2 Miliar
Jalan Rusak di Blora, Janji Pemprov Jateng, dan Anggaran Rp 5,2 Miliar
Regional
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar
Regional
Kronologi Penemuan Bayi dalam Tas di Pati, Ditinggal di Lorong Jalan Desa
Kronologi Penemuan Bayi dalam Tas di Pati, Ditinggal di Lorong Jalan Desa
Regional
Mantan Artis Terlibat Sindikat Penipuan Online Rp 41,1 Miliar di Solo Raya, Bertugas Layani Video Call Korban
Mantan Artis Terlibat Sindikat Penipuan Online Rp 41,1 Miliar di Solo Raya, Bertugas Layani Video Call Korban
Regional
11 WNA Nepal dan Myanmar Ditangkap dalam Sindikat Penipuan Online Internasional Rp 41,1 Miliar di Solo Raya
11 WNA Nepal dan Myanmar Ditangkap dalam Sindikat Penipuan Online Internasional Rp 41,1 Miliar di Solo Raya
Regional
Bayi Laki-laki Ditemukan Dalam Tas Biru di Juwana Pati
Bayi Laki-laki Ditemukan Dalam Tas Biru di Juwana Pati
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Misteri Sate Maut Boyolali, Lima Ayam Mati Mendadak Usai Patok Sisa Bumbu Sate
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat