Editor
BOYOLALI, KOMPAS.com – Misteri kematian wanita paruh baya berinisial A (57), warga Dukuh Sindon, Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mulai menemui titik terang baru.
Sate ayam misterius yang diduga kuat mengandung racun berbahaya kini memicu fenomena ayam mati mendadak di sekitar kediaman korban.
Bumbu dari sisa sate ayam kiriman misterius yang dibuang oleh korban ternyata dipatok oleh sejumlah unggas. Akibatnya, sebanyak lima ekor ayam mati secara massal dengan gejala yang tidak wajar setelah mengonsumsi sisa makanan tersebut.
Kuasa hukum keluarga korban, Wiwik Dwi Habsari, mengungkapkan bahwa salah satu bangkai dari lima ekor ayam mati tersebut kini telah disita oleh aparat kepolisian. Langkah ini diambil sebagai salah satu bukti kasus keracunan sate untuk diteliti lebih lanjut oleh tim laboratorium forensik.
"Selain barang bukti berupa pakaian korban yang terkena muntahan, penyidik juga telah mengamankan satu ekor ayam yang mati setelah memakan sisa sate tersebut," ujar Wiwik saat mendampingi pemeriksaan saksi di Polres Boyolali, Sabtu (30/5/2026) malam.
Baca juga: Kronologi Warga Boyolali Tewas Diduga Keracunan Sate Kiriman Ojol, Diduga dari Menantu
Penemuan lima ekor ayam mati mendadak ini memperkuat dugaan pihak keluarga bahwa sate ayam yang dikonsumsi korban mengandung zat beracun mematikan.
Kakak kandung korban, Widodo (61), membenarkan bahwa sisa bumbu sate yang dibuang di sekitar pekarangan langsung membuat ayam-ayam milik warga terkapar tidak bernyawa.
"Ada 5 ekor ayam mati setelah memakan sate sisa dari korban, kemudian untuk sampel satu ekor ayam yang mati itu kita simpan," kata Widodo, Minggu (31/5/2026).
Kondisi ini menambah daftar panjang kejanggalan dalam kronologi keracunan sate Boyolali. Pihak keluarga kini menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian ilmiah kepada Polres Boyolali dan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah.
Baca juga: Truk Pengangkut Kuda di Boyolali Kecelakaan Tunggal, Pengemudi Meninggal
Berdasarkan penelusuran pihak hukum keluarga, paket sate ayam maut tersebut diketahui dibeli di wilayah Pandean, Kecamatan Ngemplak. Makanan itu kemudian dikirim ke rumah korban menggunakan jasa ojek online (ojol).
Anehnya, pesanan ojol tersebut menggunakan akun atas nama Luriyanti, yang tidak lain adalah anak kedua korban. Namun, Luriyanti mengaku sama sekali tidak pernah memesan maupun mengirimkan makanan apa pun kepada ibunya hari itu.
Sebelum menyantap hidangan tersebut pada Senin (18/5/2026) sore, korban A sempat menelepon Luriyanti untuk memastikan asal-usul kiriman. Karena merasa tidak memesan, Luriyanti menaruh curiga dan sempat melarang ibunya untuk memakan sate ayam tersebut.
"Oleh anak, orang tuanya diminta tidak memakan sate. Yang semula tidak tahu siapa yang mengirim," jelas Widodo mengingat percakapan telepon malam itu.
Penyelidikan sementara mengarah pada sosok berinisial P, anak menantu korban yang tinggal di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, yang diduga kuat sebagai pengirim asli paket misterius tersebut. Terlebih, pada Senin malam, P juga sempat datang menjenguk korban sembari membawakan roti.
Baca juga: Truk Pengangkut Kuda di Boyolali Kecelakaan Tunggal, Pengemudi Meninggal
"Kami tidak menuduh siapa pun dan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Kami berharap hasil laboratorium forensik segera keluar sehingga penyebab kematian korban bisa terungkap secara jelas," tutur Wiwik Dwi Habsari.