JAYAPURA, KOMPAS.com — Tim SAR gabungan menemukan 13 serpihan atau potongan tubuh yang diduga milik korban ledakan bom peninggalan Perang Dunia II saat melakukan pencarian terhadap tiga korban yang masih hilang di Kompleks Perumahan Nelayan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Papua, Senin (1/6/2026).
Pencarian hari pertama melibatkan puluhan personel SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, serta warga yang menyisir wilayah laut dan pinggiran pantai.
"Kami dari tim SAR gabungan masih terus mencari tiga korban yang dinyatakan hilang. Pencarian kami fokuskan di ring 2 yakni wilayah laut dan pinggiran pantai. Dari pencarian itu, tim berhasil menemukan 13 serpihan atau potongan bagian tubuh yang diduga milik para korban," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan kepada Kompas.com, Senin malam.
Baca juga: Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Ari mengatakan, seluruh potongan tubuh yang ditemukan langsung dievakuasi ke RSUD Biak untuk proses identifikasi.
Menurut dia, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua dijadwalkan tiba di Biak pada Selasa (2/6/2026) untuk melakukan identifikasi terhadap temuan tersebut.
"Setelah ditemukan tadi siang, seluruh potongan tubuh itu sudah dievakuasi ke RSUD Biak. Rencananya besok akan ada tim DVI Polda Papua yang menuju ke sini (Biak) untuk melakukan proses identifikasi terhadap potongan tubuh yang ditemukan," jelasnya.
Sementara itu, lima korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi telah dimakamkan di TPU Sorido, Distrik Biak Kota, pada Senin siang.
"Untuk lima korban meninggal dunia yang sudah teridentifikasi sudah dimakamkan di TPU Sorido, Distrik Biak Kota tadi siang," ucapnya.
Baca juga: 5 Korban Tewas Ledakan Bom di Biak Papua Teridentifikasi, Berikut Daftarnya
Hingga Senin malam, jumlah korban luka akibat ledakan tercatat 18 orang. Dari jumlah tersebut, dua orang masih menjalani perawatan di RSUD Biak.
Selain itu, sebanyak 56 warga mengungsi akibat peristiwa tersebut.
"Untuk korban luka ringan terdata 18 orang, untuk dua orang masih dirawat di RSUD Biak. Sementara pengungsi terdata 56 pengungsi, dengan rincian 43 dewasa dan 13 balita," beber Ari.
Kapolres memastikan pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan akan dilanjutkan pada Selasa pagi.
Menurut dia, tim SAR gabungan akan kembali memfokuskan pencarian di wilayah perairan dan pantai.
"Besok kita tetap akan melanjutkan pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan. Kita tim SAR gabungan akan fokus pencarian di perairan dan pantai. Sementara untuk ring 1 yakni jibom akan melakukan penyisiran dan sterilisasi di area yang diduga merupakan sumber ledakan," tuturnya.
Ari juga mengimbau masyarakat tidak mendekati lokasi ledakan karena diduga masih terdapat bahan peledak yang membahayakan.
"Imbauan kita kepada masyarakat untuk tidak memasuki ring 1 karena lokasinya masih sangat berbahaya dan ini juga berlaku bagi aparat seluruhnya," tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang