Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kronologi Eks Polisi Pelaku Penembakan Kurir Ditemukan Tewas di Lapas Palangka Raya, Sempat Coba Kabur Pakai Pistol

Kompas.com, 31 Mei 2026, 15:19 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya

Penulis

PALANGKA RAYA, KOMPAS.com – Anton Kurniawan, mantan polisi yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dalam kasus penembakan sopir ekspedisi, ditemukan meninggal dunia di Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (30/5/2026) malam.

Kabar kematian narapidana tersebut dibenarkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana. 

“Benar, dari informasi yang saya terima," ujarnya dikutip dari TribunKalteng, Minggu (31/5/2026).

Jenazah Anton telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut. 

Selain itu, Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah juga membentuk tim investigasi untuk menelusuri rangkaian peristiwa sebelum kematian narapidana tersebut.

Kendati demikian, penyebab pasti kematian Anton masih menunggu hasil autopsi.

Baca juga: Pemalak Mobil Pelat B di Dago Bandung Ditangkap Polisi, Ngaku buat Minum-minum

Kronologi Eks Polisi Ditemukan Tewas

I Putu Murdiana mengatakan, Anton masih menjalani aktivitas seperti biasa di dalam kamar sel pada sore hari.

"Masih beraktivitas di kamar sel, sempat mandi dan makan dengan pengawasan petugas,” jelasnya.

Petugas lapas kemudian melaksanakan kontrol rutin sekitar pukul 20.35 WIB. Namun, saat dipanggil dari luar kamar tahanan, Anton tidak memberikan respons.

Baca juga: Pembunuhan Ayu Puspita Sari di Muara Enim, Polisi Ringkus Mantan Kekasih yang Bakar Jasad Korban

Setelah itu, petugas blok, perwira piket, dan komandan jaga melakukan pemeriksaan langsung ke dalam kamar.

Saat dicek, Anton ditemukan dalam kondisi lemah dan masih menunjukkan tanda-tanda bernapas. 

Kondisi Anton kemudian memburuk hingga dinyatakan meninggal dunia.

“Dilakukan pengecekan bersama perwira piket dan komandan jaga, yang bersangkutan terlihat lemas dan masih bernapas, namun beberapa saat kemudian sudah tidak bernapas,” jelasnya.

“Masih dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian,” ujarnya.

Baca juga: Viral Pemalakan Mobil Pelat B di Dago, Dedi Mulyadi: Pelaku Sudah Ditangkap Polisi

Anton Sempat Mencoba Kabur dari Penjara

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Anton sempat mencoba kabur dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya.

Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo, mengatakan upaya kabur tersebut berhasil digagalkan petugas sehingga situasi di dalam lapas tetap terkendali.

“Benar ada percobaan kabur, tetapi berhasil digagalkan petugas kami. Yang bersangkutan tidak sempat keluar dan situasi tetap aman,” kata Hisam Wibowo, dikutip dari Antara Kalteng, Senin (25/5/2026).

Ia mencoba kabur dengan menodongkan pistol berisi tujuh peluru tajam ke petugas lapas.

Pistol tersebut diperoleh dari istrinya yang datang ke lapas ketika jam kunjungan. 

Baca juga: Bentrok Mahasiswa USK Berujung Pembakaran Fasilitas Kampus, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Regional
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Regional
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Regional
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Regional
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Regional
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
Regional
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Regional
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
Regional
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Regional
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Regional
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Regional
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Regional
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Regional
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Regional
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Kronologi Eks Polisi Pelaku Penembakan Kurir Ditemukan Tewas di Lapas Palangka Raya, Sempat Coba Kabur Pakai Pistol
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat