Penulis
PALANGKA RAYA, KOMPAS.com - Mantan anggota polisi Anton Kurniawan nekat menodongkan pistol kepada petugas saat mencoba melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Anton diketahui merupakan mantan anggota polisi yang telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup terkait kasus penembakan sopir ekspedisi di Kabupaten Katingan.
Ia menggenggam pistol berisi tujuh butir peluru tajam ketika berusaha kabur dari dalam lapas.
Aksi Anton akhirnya gagal setelah petugas melumpuhkannya sebelum keluar dari area penjara.
“Benar ada percobaan kabur, tetapi berhasil digagalkan petugas kami. Yang bersangkutan tidak sempat keluar dan situasi tetap aman,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo, dikutip dari Antara Kalteng, Senin (25/5/2026).
“Bisa jadi secara psikologis yang bersangkutan belum sepenuhnya menerima vonis yang dijatuhkan. Apalagi hukumannya seumur hidup, tentu menjadi tekanan tersendiri,” tambahnya.
Baca juga: Detik-detik Mantan Brigadir Polisi Todongkan Pistol demi Kabur dari Lapas, Senpi Diselundupkan Istri
Sabtu (23/5/2026) pagi, Anton mendapat kunjungan dari istrinya, Juwita, di Lapas Kelas IIA Palangka Raya. Hari libur membuat area kunjungan dipenuhi banyak pengunjung.
"Di hari Sabtu terjadi peningkatan kunjungan karena hari libur," ujar Murdiana, dikutip dari TribunKalteng, Selasa (26/5/2026).
Sekitar pukul 08.55 WIB, Juwita tiba di lapas dan menjalani pemeriksaan di Pengamanan Pintu Utama (P2U).
Petugas mengecek barang bawaan dan melakukan penggeledahan badan terhadap dirinya.
"Yang bersangkutan juga digeledah badannya oleh petugas perempuan," kata Murdiana.
Baca juga: Perluas Pencarian hingga Blitar, Polisi Lacak Pembuang Bayi di Warung Pecel Tulungagung
Meski telah diperiksa, petugas tidak menemukan benda mencurigakan. Belakangan diketahui, sebelum pemeriksaan dilakukan, Juwita diduga meninggalkan sebuah tas putih di dekat toilet area luar pemeriksaan.
Setelah diizinkan masuk, Juwita menemui Anton di ruang kunjungan sekitar pukul 09.13 WIB. Beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 09.24 WIB, ia meminta izin keluar dengan alasan hendak ke kamar mandi.
Saat kembali ke ruang kunjungan satu menit berselang, Juwita membawa tas putih yang sebelumnya tidak ikut diperiksa petugas. Tas itulah yang diduga berisi pistol.
"Rupanya sebelum digeledah, istri yang bersangkutan meletakkan tas tersebut di meja kayu di dekat toilet, sehingga barang tersebut tidak tergeledah," terang Murdiana.
Baca juga: Polisi Petakan Zona Merah Parkir saat Libur Idul Adha, Mana Saja?