Editor
BANDUNG, KOMPAS.com — Kota Bandung kini memiliki Klinik Nyeri Kepala yang berlokasi di Rumah Sakit Murni Teguh Naripan. Klinik ini menjadi yang pertama di Bandung dan hadir untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai nyeri kepala.
Dokter neurologi RS Murni Teguh Naripan Bandung, dr Siuliyanti, mengatakan masih banyak masyarakat yang menganggap nyeri kepala selalu berkaitan dengan penyakit serius seperti tumor otak.
"Bayak pasien datang ingin MRI atau pemeriksaan lain karena khawatir ada penyakit serius. Setelah diperiksa hasilnya normal, tetapi nyeri kepalanya tetap ada. Di situlah pentingnya memahami nyeri kepala primer," ujar Siuliyanti di Bandung, Minggu (31/5/2026).
Baca juga: Sebelum Meninggal, Ustaz Yahya Waloni Sempat Keluhkan Sakit Kepala Pusing
Siuliyanti menjelaskan, nyeri kepala secara umum terbagi menjadi dua kelompok, yakni nyeri kepala primer dan nyeri kepala sekunder.
Menurut dia, nyeri kepala primer sering kali disebabkan berbagai faktor, seperti kurang tidur, stres, konsumsi makanan tertentu, kurang minum, hingga ketegangan otot.
Sementara itu, nyeri kepala sekunder terjadi akibat penyakit atau kondisi medis yang mendasarinya, seperti infeksi maupun gangguan pembuluh darah otak.
Baca juga: Kejanggalan Tewasnya Calon Pramugari di Medan, Disebut Sering Konsumsi Obat Sakit Kepala
RS Murni Naripan Bandung memiliki Klinik Nyeri Kepala."Migrain merupakan salah satu penyebab disabilitas tertinggi di dunia. Saat serangan muncul, pasien bisa tidak mampu bekerja dan harus beristirahat," kata Siuliyanti.
Ia mengimbau masyarakat tidak terlalu sering mengonsumsi obat sakit kepala yang dijual bebas tanpa konsultasi medis.
"Kalau sekali minum obat lalu membaik, tidak masalah. Kalau nyeri kepala berulang dalam satu bulan, sebaiknya segera diperiksakan. Penggunaan obat yang berlebihan justru bisa membuat nyeri kepala memburuk," ujarnya.
Di Headache Clinic dan Migraine Center atau Klinik Nyeri Kepala tersebut, pasien dapat memperoleh penanganan komprehensif, mulai dari pencarian faktor pemicu, edukasi, terapi perilaku, hingga tindakan seperti relaksasi dan dry needling untuk mengatasi ketegangan otot.
Sementara itu, Direktur RS Murni Teguh Naripan Bandung, dr Ruly Sjambali, mengatakan pembentukan klinik tersebut didukung ketersediaan dokter yang mendalami bidang nyeri kepala dan fasilitas penunjang yang memadai.
“Karena itu, manajemen berinisiatif menjadikan Rumah Sakit Murni Teguh Naripan Bandung sebagai pusat rujukan untuk nyeri kepala," ujar Ruly Sjambal.
Ia menyebut RS Murni Teguh Naripan Bandung itu telah memiliki fasilitas CT Scan, MRI, dan laboratorium yang mendukung penanganan pasien nyeri kepala. Fasilitas tersebut akan terus dilengkapi untuk meningkatkan kualitas layanan.
Ruly mengatakan pasien dengan keluhan sakit kepala sudah lama menjadi kelompok yang paling banyak datang ke rumah sakit.
"Bedanya, sekarang penanganannya lebih profesional karena ada dokter yang khusus mendalami bidang nyeri kepala," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang