SEMARANG, KOMPAS.com - Polda Jawa Tengah mengungkap mantan artis perempuan berinisial F ikut terlibat jaringan penipuan online internasional yang bermarkas di Solo Raya.
Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih, mengatakan bahwa perempuan tersebut bertugas sebagai model.
"Modelnya dari mantan artis," kata Himawan, Senin (1/6/2026).
Himawan menjelaskan bahwa perempuan berinisial F itu bertugas melayani video call sesuai permintaan korban.
Namun, pihaknya enggan menjelaskan secara detail latar belakang dan sepak terjang perempuan berinisial F tersebut.
"Pokoknya mantan artis," katanya lagi.
Baca juga: Usai Coba Kabur dari Penjara, Brigadir AKS Tewas di Sel Khusus Lapas Palangka Raya
Direktorat Reserse Siber (Ditresiber) Polda Jawa Tengah menangkap puluhan tersangka penipuan online internasional bermodus “pig butchering”.Dalam operasi tersebut, polisi berhasil menangkap 39 orang yang terdiri dari warga negara Indonesia, Nepal, dan Myanmar.
Mereka diduga terlibat dalam jaringan penipuan lintas negara dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp 41,1 miliar.
Baca juga: Saat Anak Muda Sulit Cari Kerja, Rian Memilih Menjadi Nelayan
Himawan mengungkapkan bahwa penipuan ini dilakukan pelaku dengan kedok membangun hubungan asmara dengan korban, lalu membujuk korban melakukan investasi atau kripto bodong,
"Hari ini kami menggelar ungkap kasus penipuan online dengan modus pig butchering," kata Himawan.
Dia menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari kegiatan patroli siber yang dilakukan Ditressiber Polda Jawa Tengah untuk mengendus aktivitas penipuan lintas negara.
Baca juga: Peternak Blitar Bagikan 1 Juta Telur Gratis, Protes Harga Anjlok dan Pakan Mahal
Penyelidikan kemudian mengarah pada sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Sukoharjo dan Kota Surakarta.
Dari hasil pendalaman, petugas menemukan total 7 TKP yang terdiri dari 1 kantor perusahaan dan 6 rumah kos yang berlokasi di Surakarta dan Sukoharjo.
Diketahui, PT Digi Global Konsultan yang berlokasi di kawasan Solo Baru, Sukoharjo, diduga digunakan sebagai tempat perekrutan pekerja sekaligus pusat operasional utama.