Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria

Kompas.com, 29 Mei 2026, 20:00 WIB
Ria Apriani Kusumastuti

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Masalah kesuburan sering kali dianggap identik dengan perempuan. Padahal, data menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga kasus infertilitas justru berkaitan dengan faktor sperma pada pria.

Fakta tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG, Subsp.F.E.R., MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM dalam acara re-launching layanan fertilitas di Jakarta, sebagaimana dilansir dari Antara pada Selasa (26/5/2026).

Menurut Budi, pemeriksaan kesuburan idealnya dilakukan pada kedua pasangan karena peluang terjadinya gangguan tidak hanya berasal dari pihak perempuan.

“Data di Indonesia justru 35 persen penyebab gangguan kesuburan adalah faktor sperma, untuk penyebab perempuan yang paling besar adalah gangguan pematangan telur,” kata dr. Budi.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya mendapatkan keturunan tidak seharusnya hanya membebankan perempuan sebagai pihak yang harus diperiksa atau disalahkan ketika kehamilan belum terjadi.

Baca juga: Tak Hanya Diabetes, Asupan Gula Berlebih Bisa Pengaruhi Kesuburan

Faktor sperma menyumbang banyak kasus infertilitas

Budi menjelaskan, kondisi sperma menjadi salah satu penyebab utama pasangan mengalami kesulitan memiliki anak.

Sementara pada perempuan, penyebab yang paling sering ditemukan adalah gangguan pematangan sel telur.

Kondisi tersebut umumnya ditandai dengan siklus menstruasi yang tidak teratur atau adanya gangguan kesehatan reproduksi tertentu.

Karena itu, edukasi mengenai kesuburan perlu diberikan kepada laki-laki dan perempuan secara seimbang agar pasangan dapat memahami bahwa infertilitas merupakan masalah bersama.

Menurut Budi, kesadaran ini juga penting untuk mendukung upaya peningkatan kualitas generasi produktif Indonesia di masa depan.

Baca juga: 4 Jenis Obat yang Mengganggu Kesuburan Pria

Kebiasaan sehari-hari bisa memengaruhi kualitas sperma

Ilustrasi sperma. POGI menyebut lebih dari sepertiga kasus infertilitas berkaitan dengan faktor sperma, bukan hanya masalah pada perempuan.Eraxion Ilustrasi sperma. POGI menyebut lebih dari sepertiga kasus infertilitas berkaitan dengan faktor sperma, bukan hanya masalah pada perempuan.

Selain faktor medis, gaya hidup juga berperan besar terhadap kualitas sperma.

Budi mengatakan, sejumlah kebiasaan yang dianggap sepele ternyata dapat memengaruhi kondisi organ reproduksi pria.

Salah satunya adalah merokok.

Ia menyarankan pria yang sedang merencanakan kehamilan untuk menghentikan kebiasaan tersebut karena dapat berdampak pada kualitas sperma.

Selain itu, pria juga dianjurkan menghindari berbagai aktivitas yang meningkatkan suhu di sekitar organ reproduksi.

Beberapa contohnya adalah menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat, bersepeda jarak jauh dalam waktu lama, mandi sauna terlalu sering, hingga menyimpan ponsel di saku celana.

Menurut Budi, kebiasaan-kebiasaan tersebut berpotensi memengaruhi kondisi sperma sehingga peluang terjadinya pembuahan dapat menurun.

Baca juga: Apakah Sperma Bisa Menghilangkan Bekas Jerawat? Berikut Penjelasannya…

Perempuan juga perlu memperhatikan siklus menstruasi

Di sisi lain, perempuan disarankan lebih memperhatikan kondisi siklus menstruasi sebagai salah satu indikator kesehatan reproduksi.

Budi menjelaskan bahwa perempuan dengan siklus haid yang teratur umumnya memiliki proses pematangan sel telur yang baik.

Sebaliknya, siklus yang tidak teratur dapat menjadi tanda adanya gangguan ovulasi.

“Karena kalau perempuan haidnya teratur 90 persen dia telurnya baik, tapi kalau perempuan menstruasinya tidak teratur, 3 bulan sekali atau 2 kali dalam sebulan kemungkinan besar ada gangguan pematangan telur,” ujarnya.

Selain ketidakteraturan siklus haid, perempuan juga perlu mewaspadai keluhan seperti nyeri menstruasi yang berat, nyeri saat berhubungan seksual, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri saat buang air besar ketika menstruasi.

Keluhan tersebut dapat menjadi petunjuk adanya gangguan pada organ reproduksi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Bahaya Asap Rokok pada Ibu Hamil, Tingkatkan Risiko Preeklampsia dan Kelahiran Prematur

Gaya hidup sehat bagi pasangan yang rencanakan kehamilan

Menurut Budi, menjaga kesuburan tidak hanya dilakukan ketika pasangan mulai menjalani program hamil.

Upaya tersebut sebaiknya dilakukan sejak dini melalui penerapan gaya hidup sehat.

Selain menghindari rokok dan menjaga kesehatan reproduksi, pasangan juga perlu memperhatikan pola makan serta kondisi tubuh secara keseluruhan.

Ia menegaskan bahwa masalah kesuburan merupakan tanggung jawab bersama sehingga pemeriksaan dan penanganannya perlu dilakukan secara komprehensif pada laki-laki maupun perempuan.

Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi kesuburan sejak awal, pasangan memiliki peluang lebih besar untuk merencanakan kehamilan dan mendapatkan keturunan yang sehat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Health
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Health
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Health
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
Health
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Health
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Health
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Health
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
Health
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Health
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Health
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
Health
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Health
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Health
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau