Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Preeklamsia Bisa Sebabkan Gangguan Mata pada Ibu Hamil, Ini Penjelasan Dokter

Kompas.com, 29 April 2026, 19:11 WIB
Ria Apriani Kusumastuti

Penulis

KOMPAS.com - Preeklamsia tidak hanya berdampak pada tekanan darah ibu hamil, tetapi juga bisa memengaruhi kesehatan mata hingga menyebabkan gangguan penglihatan.

Kondisi ini terjadi karena tekanan darah tinggi selama kehamilan dapat mengganggu aliran darah ke jaringan penting, termasuk retina dan koroid di mata.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi RSIA Anugerah Semarang, dr. Indra Adi Susianto, MSi.Med, SpOG, menjelaskan bahwa kerusakan pada bagian mata tersebut bukan hal yang jarang terjadi.

Preeklamsia atau hipertensi dalam kehamilan dapat menyebabkan kerusakan pada retina dan koroid,” kata dr. Indra saat diwawancarai Kompas.com, Selasa (28/4/2026).

Baca juga: Viral USG Mata untuk Ibu Hamil, Dokter Tegaskan Ini Faktanya

Kerusakan retina bisa terjadi pada kasus berat

Indra menyebutkan bahwa pada kasus preeklamsia berat, gangguan pada retina dapat terjadi dalam persentase yang cukup signifikan.

Ia menjelaskan bahwa sekitar 25 hingga 40 persen ibu hamil dengan preeklamsia berat dapat mengalami perubahan atau kerusakan pada retina.

Kerusakan retina dapat terjadi pada 25–40 persen kasus preeklamsia berat,” ujarnya.

Gangguan ini berkaitan dengan perubahan tekanan dalam pembuluh darah serta perfusi atau aliran darah ke jaringan mata.

Baca juga: Deteksi Dini Preeklamsia Jadi Kunci Keselamatan Ibu dan Bayi

Penglihatan bisa terganggu

Ilustrasi mata pegal. Preeklamsia tidak hanya memengaruhi tekanan darah, tetapi juga dapat merusak retina dan menyebabkan gangguan penglihatan pada ibu hamil.Freepik Ilustrasi mata pegal. Preeklamsia tidak hanya memengaruhi tekanan darah, tetapi juga dapat merusak retina dan menyebabkan gangguan penglihatan pada ibu hamil.

Dampak dari gangguan tersebut dapat dirasakan langsung oleh ibu hamil, terutama dalam bentuk penurunan kualitas penglihatan.

Dokter spesialis mata RS Mata JEC Candi Semarang dan Klinik Mata Candi Eye Center, dr Kartika Cindy Fibrian Sitorus, SpM, MKM, menjelaskan bahwa kondisi tekanan darah tinggi dapat memengaruhi fungsi retina.

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan jika ibu hamil mulai mengalami gejala pada penglihatan.

“Pemeriksaan retina atau funduskopi sangat disarankan pada ibu hamil dengan penurunan tajam penglihatan akibat peningkatan tekanan darah,” kata dr. Kartika saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (29/4/2026).

Baca juga: Hipertensi pada Ibu Hamil: Risiko Preeklamsia yang Harus Diwaspadai

Pemeriksaan mata jadi bagian penting deteksi

Pemeriksaan mata dapat membantu dokter menilai dampak preeklamsia terhadap pembuluh darah dan jaringan retina.

Kartika menjelaskan bahwa funduskopi merupakan metode yang aman untuk ibu hamil dan dapat digunakan untuk melihat kondisi retina secara langsung.

Selain itu, perubahan pada pembuluh darah retina juga dapat mencerminkan kondisi pembuluh darah di organ lain.

Tidak selalu disadari sejak awal

Masalah pada retina sering kali tidak langsung disadari karena gejalanya bisa muncul secara bertahap.

Beberapa ibu hamil mungkin hanya merasakan penglihatan kabur atau tidak nyaman tanpa menyadari adanya gangguan yang lebih serius.

Karena itu, pemantauan kondisi kesehatan selama kehamilan menjadi sangat penting, terutama bagi ibu dengan tekanan darah tinggi.

Baca juga: Siapa Saja Ibu Hamil yang Berisiko Tinggi Terkena Preeklamsia?

Perlu perhatian khusus pada kehamilan risiko tinggi

Indra menegaskan bahwa ibu hamil dengan risiko tinggi, termasuk yang mengalami preeklamsia, memerlukan pemeriksaan yang lebih detail dibandingkan kehamilan normal.

Pemeriksaan tambahan ini bertujuan mendeteksi komplikasi sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Pada kehamilan risiko tinggi memang diperlukan pemeriksaan lebih detail dibandingkan kehamilan normal,” ujar dr. Indra.

Kesimpulannya, preeklamsia tidak hanya berdampak pada kondisi umum ibu hamil, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mata secara signifikan.

Deteksi dini melalui pemeriksaan medis yang tepat menjadi kunci untuk mencegah komplikasi yang lebih serius, termasuk gangguan penglihatan.

Baca juga: 12 Gejala Preeklamsia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Health
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Health
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Health
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
Health
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Health
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Health
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Health
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
Health
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Health
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Health
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
Health
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Health
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Health
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau