Penulis
KOMPAS.com - Preeklamsia tidak hanya berdampak pada tekanan darah ibu hamil, tetapi juga bisa memengaruhi kesehatan mata hingga menyebabkan gangguan penglihatan.
Kondisi ini terjadi karena tekanan darah tinggi selama kehamilan dapat mengganggu aliran darah ke jaringan penting, termasuk retina dan koroid di mata.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi RSIA Anugerah Semarang, dr. Indra Adi Susianto, MSi.Med, SpOG, menjelaskan bahwa kerusakan pada bagian mata tersebut bukan hal yang jarang terjadi.
“Preeklamsia atau hipertensi dalam kehamilan dapat menyebabkan kerusakan pada retina dan koroid,” kata dr. Indra saat diwawancarai Kompas.com, Selasa (28/4/2026).
Baca juga: Viral USG Mata untuk Ibu Hamil, Dokter Tegaskan Ini Faktanya
Indra menyebutkan bahwa pada kasus preeklamsia berat, gangguan pada retina dapat terjadi dalam persentase yang cukup signifikan.
Ia menjelaskan bahwa sekitar 25 hingga 40 persen ibu hamil dengan preeklamsia berat dapat mengalami perubahan atau kerusakan pada retina.
“Kerusakan retina dapat terjadi pada 25–40 persen kasus preeklamsia berat,” ujarnya.
Gangguan ini berkaitan dengan perubahan tekanan dalam pembuluh darah serta perfusi atau aliran darah ke jaringan mata.
Baca juga: Deteksi Dini Preeklamsia Jadi Kunci Keselamatan Ibu dan Bayi
Ilustrasi mata pegal. Preeklamsia tidak hanya memengaruhi tekanan darah, tetapi juga dapat merusak retina dan menyebabkan gangguan penglihatan pada ibu hamil.Dampak dari gangguan tersebut dapat dirasakan langsung oleh ibu hamil, terutama dalam bentuk penurunan kualitas penglihatan.
Dokter spesialis mata RS Mata JEC Candi Semarang dan Klinik Mata Candi Eye Center, dr Kartika Cindy Fibrian Sitorus, SpM, MKM, menjelaskan bahwa kondisi tekanan darah tinggi dapat memengaruhi fungsi retina.
Ia menekankan pentingnya kewaspadaan jika ibu hamil mulai mengalami gejala pada penglihatan.
“Pemeriksaan retina atau funduskopi sangat disarankan pada ibu hamil dengan penurunan tajam penglihatan akibat peningkatan tekanan darah,” kata dr. Kartika saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (29/4/2026).
Baca juga: Hipertensi pada Ibu Hamil: Risiko Preeklamsia yang Harus Diwaspadai
Pemeriksaan mata dapat membantu dokter menilai dampak preeklamsia terhadap pembuluh darah dan jaringan retina.
Kartika menjelaskan bahwa funduskopi merupakan metode yang aman untuk ibu hamil dan dapat digunakan untuk melihat kondisi retina secara langsung.
Selain itu, perubahan pada pembuluh darah retina juga dapat mencerminkan kondisi pembuluh darah di organ lain.
Masalah pada retina sering kali tidak langsung disadari karena gejalanya bisa muncul secara bertahap.
Beberapa ibu hamil mungkin hanya merasakan penglihatan kabur atau tidak nyaman tanpa menyadari adanya gangguan yang lebih serius.
Karena itu, pemantauan kondisi kesehatan selama kehamilan menjadi sangat penting, terutama bagi ibu dengan tekanan darah tinggi.
Baca juga: Siapa Saja Ibu Hamil yang Berisiko Tinggi Terkena Preeklamsia?
Indra menegaskan bahwa ibu hamil dengan risiko tinggi, termasuk yang mengalami preeklamsia, memerlukan pemeriksaan yang lebih detail dibandingkan kehamilan normal.
Pemeriksaan tambahan ini bertujuan mendeteksi komplikasi sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Pada kehamilan risiko tinggi memang diperlukan pemeriksaan lebih detail dibandingkan kehamilan normal,” ujar dr. Indra.
Kesimpulannya, preeklamsia tidak hanya berdampak pada kondisi umum ibu hamil, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mata secara signifikan.
Deteksi dini melalui pemeriksaan medis yang tepat menjadi kunci untuk mencegah komplikasi yang lebih serius, termasuk gangguan penglihatan.
Baca juga: 12 Gejala Preeklamsia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang