Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Hanya Diabetes, Asupan Gula Berlebih Bisa Pengaruhi Kesuburan

Kompas.com, 27 September 2023, 08:00 WIB
Ariska Puspita Anggraini,
Elizabeth Ayudya Ratna Rininta

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Terlalu banyak asupan gula sudah diketahui secara luas sebagai pemicu penyakit diabetes melitus. Tak hanya itu, asupan gula berlebih juga bisa berpengaruh negatif pada tingkat kesuburan.

Untuk mengetahui efek samping terlalu banyak gula pada kesuburan, simak penjelasan berikut.

Baca juga: Makan Kecambah Bisa Meningkatkan Kesuburan Pria? Simak Faktanya...

Efek Konsumsi gula pada kesuburan

Konsumsi gula berlebihan bisa merusak kualitas sel telur dan sperma. Padahal agar terjadi kehamilan, orang perlu menjaga kualitas sel telur dan spermanya.

Dampak negatif makanan manis atau gula berlebih pada kesuburan dibuktikan dalam sebuah studi di Harvard pada tahun 2018. Dalam penelitian tersebut, peneliti memeriksa 3.828 sampel sel telur dan 1.045 sampel sperma.

Setelah menganalisis sampel, peneliti menemukan bahwa minuman manis bisa mengurangi potensi pembuahan, baik pada pria maupun wanita.

Menurut informasi dari Shady Grove Fertility, konsumsi minuman manis dan karbohidrat olahan tinggi glikemik bisa meningkatkan gula darah dengan cepat.

Hal ini bisa menyebabkan peningkatan tajam kadar insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi tubuh kita untuk memindahkan gula ke dalam sel kita sehingga dapat digunakan sebagai energi.

Karena insulin secara kimiawi mirip dengan hormon ovarium yang membantu sel telur untuk matang, hal ini bisa merusak proses ovulasi dan menurunkan regulasi produksi hormon reproduksi.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu pematangan sel telur dan ovulasi.

Pada pria, asupan gula berlebih bisa menurunkan motilitas sperma. Asupan gula berlebih juga bisa menurunkan produksi air mani, yang berpengaruh pada jumlah sperma.

Baca juga: 4 Tanda Masa Subur Wanita, Penting untuk Tingkatkan Peluang Hamil

Tips mengurangi konsumsi gula

Bahaya gula tidak hanya pada kesehatan tubuh. Potensi kita untuk memiliki momongan juga bisa berkurang akibat konsumsi gula berlebih.

Karena itu, cara terbaik untuk mengatasinya adalah membatasi asupan gula.

Menurut laman American Heart Association, pria sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari sembilan sendok teh (36 gram atau 150 kalori) gula tambahan per hari.

Untuk wanita, jumlahnya lebih rendah, yakni enam sendok teh (25 gram atau 100 kalori) per hari.

Anda harus berhati-hati dengan kandungan gula yang terdapat pada makanan kemasan. Satu kaleng soda saja bisa mengandung sekitar delapan sendok teh (32 gram) gula tambahan. 

Jadi, Anda harus selalu memperhatikan label komposisi sebelum mengongumsi atau membeli makanan kemasan tertentu demi mencegah konsumsi gula berlebih yang bisa menurunkan kesuburan.

Baca juga: Waspada, Polusi Udara Bisa Ganggu Kesuburan

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Health
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Health
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Health
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
Health
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Health
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Health
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Health
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
Health
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Health
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Health
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
Health
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Health
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Health
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau