Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah

Kompas.com, 29 Mei 2026, 19:00 WIB
Ria Apriani Kusumastuti

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Konsumsi daging merah dalam jumlah yang tepat disebut dapat membantu meningkatkan kualitas embrio pada pasangan yang sedang menjalani program hamil. Namun, manfaat tersebut tidak akan optimal tanpa pola makan seimbang dan gaya hidup sehat.

Melansir Antara, Selasa (26/5/2026), Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG, Subsp.F.E.R., MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM mengatakan protein dari daging merah dapat dikonsumsi secara rutin setidaknya dua minggu hingga dua bulan sebelum menjalani perawatan fertilitas.

Menurut dia, nutrisi memegang peran penting dalam meningkatkan kualitas sel telur dan sperma sebelum proses pembuahan, termasuk pada pasangan yang menjalani fertilisasi in vitro (IVF) atau bayi tabung.

“Protein itu sangat dibutuhkan. Kalau di dalam fertilisasi in vitro, mineral dan zinc itu sangat penting untuk pembuahan, kalsium sangat penting,” kata dr. Budi.

Baca juga: Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban

Nutrisi berpengaruh pada kualitas embrio

Budi menjelaskan bahwa keberhasilan program hamil tidak hanya dipengaruhi kondisi organ reproduksi, tetapi juga kualitas nutrisi yang dikonsumsi calon ayah dan ibu.

Asupan protein, zinc, kalsium, dan mineral tertentu dapat membantu memperbaiki kualitas sel reproduksi sehingga mendukung terbentuknya embrio yang lebih baik.

Pada beberapa kasus, kebutuhan nutrisi bahkan ditingkatkan ketika pasangan mengalami kegagalan pembuahan.

“Jadi jelas nutrisi itu akan mempengaruhi kualitas sperma maupun kualitas sel telur, ada pasien-pasien yang obesitas, ada pasien-pasien yang terlalu langsing itu tidak terlalu baik untuk kualitas sel telurnya,” ujar dr. Budi.

Ia menambahkan, menjaga berat badan ideal juga menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan peluang kehamilan.

Baca juga: Mau Makan Daging Kurban, tapi Kesehatan Tubuh Tetap Terjaga? Begini Tips Ideal Jelang Idul Adha 

Daging merah tidak boleh dikonsumsi berlebihan

Ilustrasi daging kambing. Dokter menyebut konsumsi daging merah dalam jumlah yang tepat dapat membantu meningkatkan kualitas embrio sebelum program hamil.Unsplash/Usman Yousaf Ilustrasi daging kambing. Dokter menyebut konsumsi daging merah dalam jumlah yang tepat dapat membantu meningkatkan kualitas embrio sebelum program hamil.

Meski dinilai bermanfaat, konsumsi daging merah tetap perlu dibatasi.

Dokter spesialis kandungan subspesialis fertilitas Dr. dr. Gita Pratama, Sp.OG, Subsp. F.E.R., M.Rep.Sc mengatakan daging merah merupakan sumber protein yang baik, selain ayam, ikan, dan telur.

Namun, konsumsi yang berlebihan justru dapat meningkatkan risiko peradangan pada kondisi tertentu.

Gita mencontohkan, perempuan dengan endometriosis memiliki kecenderungan mengalami peningkatan faktor inflamasi jika terlalu banyak mengonsumsi daging merah.

Karena itu, sumber protein sebaiknya bervariasi dan tidak hanya berasal dari satu jenis makanan.

“Perlu kombinasi antara sumber protein hewani lain dan juga protein nabati seperti tempe dan tahu,” kata dr. Gita.

Baca juga: Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil, Dokter Ungkap Gejala yang Harus Diwaspadai

Serat juga penting untuk kesuburan

Selain protein, Gita menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan serat harian.

Menurut dia, kesehatan saluran cerna berkaitan erat dengan tingkat peradangan dalam tubuh yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas sel telur maupun sperma.

“Fiber sangat penting. Kenapa? Karena jika kurang biasanya akan terjadi abnormalitas pada usus pada seorang perempuan yang biasanya nantinya akan meningkatkan faktor zat inflamasi, dan itu akan menyebabkan kualitas dari sel telur atau kalau misalnya laki-laki ya sperma juga akan turun sekali,” ujarnya.

Karena itu, pasangan yang sedang menjalani program hamil disarankan memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan sumber serat lainnya.

Di sisi lain, makanan tinggi kalori dan konsumsi karbohidrat berlebihan juga perlu dikurangi agar kondisi metabolik tetap terjaga.

Baca juga: Banyak Ibu Hamil Tak Sadar, Penglihatan Kabur Bisa Tanda Preeklamsia

Kesuburan pria juga perlu diperhatikan

Dalam kesempatan yang sama, Budi mengingatkan bahwa masalah kesuburan tidak selalu berasal dari perempuan.

Menurut dia, sekitar 35 persen kasus infertilitas berkaitan dengan faktor sperma pada pria. Sementara pada perempuan, penyebab yang paling sering ditemukan adalah gangguan pematangan sel telur.

“Data di Indonesia justru 35 persen penyebab gangguan kesuburan adalah faktor sperma, untuk penyebab perempuan yang paling besar adalah gangguan pematangan telur,” kata dr. Budi.

Untuk menjaga kualitas sperma, pria disarankan menghentikan kebiasaan merokok serta menghindari faktor yang dapat meningkatkan suhu di sekitar organ reproduksi, seperti penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat, bersepeda jarak jauh, mandi sauna terlalu sering, hingga menyimpan ponsel di saku celana.

Sementara bagi perempuan, siklus menstruasi yang tidak teratur perlu mendapat perhatian karena dapat menjadi tanda adanya gangguan pematangan sel telur yang memengaruhi peluang kehamilan.

Selain memilih jenis makanan yang tepat, Budi juga mengingatkan pentingnya cara mengolah makanan.

Daging sebaiknya tidak terlalu sering dibakar atau digoreng hingga kering karena kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas DNA yang berperan dalam proses pembuahan.

Baca juga: Preeklamsia Bisa Sebabkan Gangguan Mata pada Ibu Hamil, Ini Penjelasan Dokter

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Health
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Health
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Health
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
Health
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Health
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Health
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Health
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
Health
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Health
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Health
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
Health
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Health
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Health
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau