Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
drg. Citra Kusumasari, SpKG (K), Ph.D
dokter gigi

Menyelesaikan Program Doktoral di bidang Kariologi dan Kedokteran Gigi Operatif (Cariology and Operative Dentistry), Tokyo Medical and Dental University, Jepang.

Sebelumnya, menempuh Pendidikan Spesialis Konservasi Gigi di Universitas Indonesia, Jakarta dan Pendidikan Dokter Gigi di Universitas Padjadjaran, Bandung.

Berpraktik di berbagai rumah sakit dan klinik di Jakarta. Ilmu karies, estetik kedokteran gigi, dan perawatan syaraf gigi adalah keahliannya.

Jangan Remehkan Risiko Gigi Berlubang pada Ibu Hamil

Kompas.com, 10 Februari 2026, 13:26 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KEHAMILAN adalah pengalaman hidup yang menyebabkan wanita mengalami perubahan fisiologis dan psikologis. Meskipun perhatian utama selama kehamilan adalah pada kesejahteraan janin, namun kesehatan gigi ibu juga sangat penting untuk diperhatikan karena berdampak potensial pada kehamilan.

Kondisi gigi yang berhubungan dengan kehamilan dapat terjadi sebagai akibat dari perubahan hormonal, respons imunologi, kebersihan mulut, serta kebiasaan makan. 

Data gigi berlubang (karies) pada wanita hamil di Indonesia pada tahun 2017 menunjukkan prevalensi yang cukup tinggi, yaitu sekitar 84,7% dengan rata-rata tingkat keparahan karies melalui pengukuran indeks DMF-T (Decayed, Missing, Filled Teeth) pada wanita hamil trimester pertama adalah 4,34, dengan rincian: 3,03 untuk gigi yang berlubang (decayed), 1,08 untuk gigi yang hilang (missing), dan 0,05 untuk gigi yang ditambal (filled).  Sedangkan pada trimester kedua nilai DMF-T adalah 4,69 dan trimester ketiga adalah 4,57.

Indeks DMF-T adalah metode pengukuran yang digunakan untuk mengukur berapa banyak gigi yang berlubang, hilang, atau dicabut akibat gigi berlubang, dengan skor keparahan tertinggi adalah 28 dan skor terendah adalah 0 yang berarti semua gigi sehat dan utuh.

Baca juga: 88 Persen Masyarakat Indonesia Mengalami Gigi Berlubang, Apa Penyebabnya?

Cariogram adalah salah satu program yang efisien untuk mengidentifikasi faktor risiko karies pada wanita hamil (riwayat karies, jumlah plak, frekuensi diet, dan jumlah Streptococcus mutans), yang dikonfirmasi oleh hasil analisis korelasi faktor risiko yang dideteksi oleh perangkat lunak dan indeks DMF-T. 

Risiko karies pada wanita hamil juga dapat diketahui melalui indikator perubahan hormonal selama kehamilan, seperti hormon kelenjar ludah (saliva) terutama progesteron (97%) dan estradiol (92%), serta hormon steroid saliva juga dapat berfungsi sebagai indikator risiko karies yang potensial diluar kehamilan.

Sehingga, dengan melakukan pemeriksaan dan mengetahui tingkat hormonal tersebut dapat menurunkan tingkat keparahan karies pada wanita hamil.

Baca juga: Kenali Tanda Awal Gigi Berlubang yang Sering Diabaikan

Ilustrasi dokter gigi. Apa bedanya tukang gigi, terapis gigi dan mulut, serta dokter gigi?Shutterstock Ilustrasi dokter gigi. Apa bedanya tukang gigi, terapis gigi dan mulut, serta dokter gigi?

Efek kesehatan rongga mulut yang buruk pada wanita hamil?

Kesehatan mulut yang buruk selama kehamilan dikaitkan dengan beberapa hasil yang tidak menguntungkan yang dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu dan janin. Salah satu kekhawatiran utama adalah peningkatan risiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah, yang didefinisikan sebagai bayi dengan berat kurang dari 2500 g.

Selain itu, kesehatan mulut yang buruk dapat menyebabkan kelahiran prematur, yang terjadi ketika bayi lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu. Preeklampsia, kondisi serius lain yang terkait dengan kesehatan mulut yang buruk, melibatkan tekanan darah tinggi dan potensi kerusakan organ, yang menimbulkan risiko signifikan bagi ibu dan janin.

Baca juga: Bahaya Asap Rokok pada Ibu Hamil, Tingkatkan Risiko Preeklampsia dan Kelahiran Prematur

Diabetes gestasional adalah komplikasi lain yang dapat timbul, yang semakin memperumit kehamilan dan persalinan. Hasil buruk ini seringkali merupakan akibat dari infeksi gigi yang parah, seperti periodontitis.

Periodontitis dapat melepaskan zat berbahaya seperti prostaglandin dan sitokin ke dalam aliran darah, yang dapat mengganggu metabolisme glukosa, menghambat perkembangan janin, dan memicu persalinan dini.

Lalu, bagaimana efek karies pada ibu hamil?

Ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi (89,9%) untuk mengalami karies akibat perubahan hormonal, peningkatan konsumsi gula, dan berkurangnya laju alir saliva.

Asam akibat muntah (morning sickness) dapat melarutkan lapisan gigi terluar yaitu enamel, sehingga bakteri dapat masuk dan menyebabkan gigi berlubang, serta bertransmisi ke janin. 

Baca juga: Air Rebusan Jahe, Cara Alami Redakan Morning Sickness pada Ibu Hamil

Dalam analisis multivariabel, ibu hamil dengan karies dan tidak dilakukan perawatan, memiliki peningkatan risiko melahirkan bayi dengan berat badan lebih besar dari rata-rata untuk usia kehamilan (makrosomia janin) dibandingkan dengan yang tidak memiliki karies gigi.

Dengan kata lain, gigi berlubang pada wanita hamil tersebut menandakan pola makan dengan kandungan gula yang sangat tinggi, didukung oleh kesehatan metaboliknya yang kurang baik dapat menyebabkan wanita hamil mengalami obesitas/ gula darah cenderung tinggi.

Kadar gula darah wanita hamil yang tinggi dapat masuk ke janin melalui plasenta, mengakibatkan janin dapat memproduksi insulin lebih tinggi (insulin berfungsi seperti hormon pertumbuhan), yang mengakibatkan tubuh dan lemak janin berkembang lebih besar dari normal.

Baca juga: Risiko Stunting dan Bayi BBLR dari Kesehatan Gigi Ibu Hamil yang Buruk

Sebagai informasi tambahan, selama hamil terjadi perubahan hormon yang drastis akibat fluktuasi hormon yang signifikan, termasuk estrogen dan progesteron, dan hormon yang memengaruhi sistem saraf pusat (misalnya dopamine).

Perubahan ini dapat menyebabkan rasa mual, memodulasi sensitivitas rasa dan preferensi makanan saat hamil. Oleh karena itu, makanan yang manis atau asam terasa lebih mudah diterima selama kehamilan.

Pada studi lainnya menyebutkan bahwa, tidak ada korelasi antara wanita hamil yang memiliki karies dengan terjadinya kelahiran prematur.

Namun, tetap penting bagi klinisi kesehatan untuk tetap mempromosikan kesehatan mulut bagi wanita hamil. Hal ini disebabkan karena wanita hamil rentan terhadap masalah gigi dan tidak semua memiliki pengetahuan serta kesadaran yang baik mengenai kesehatan mulut dan dampaknya.

Selanjutnya, risiko penularan bakteri di dalam mulut dari ibu ke bayinya melalui pemberian makan merupakan predisposisi bayi terhadap karies anak usia dini di masa depan yang tidak boleh diabaikan.

Baca juga: Fakta Kulit Bayi Baru Lahir yang Perlu Diketahui

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui masalah gigi yang mungkin timbul selama kehamilan, melakukan pencegahan, dan manajemen yang efektif untuk meningkatkan kesehatan mulut yang optimal bagi ibu dan janin.

Beberapa saran yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya permasalahan gigi selama kehamilan:

- Melakukan penilaian kesehatan mulut selama masa prenatal

- Menjaga kebersihan mulut selama kehamilan, dengan cara meyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluor

- Melakukan pemeriksaan dan pembersihan gigi rutin selama kehamilan

- Jika sudah terlanjur ada gigi berlubang saat hamil, maka perawatan gigi berlubang paling aman dilakukan di trimester kedua

- Menjaga pola makan seimbang, serta membatasi makanan manis dan asam

- Seluruh pelayanan kesehatan (Klinik, Rumah Sakit, dan Posyandu) harus ikut berperan dalam meningkatkan kesehatan gigi wanita hamil.

Penulis:

drg. Citra Kusumasari, Sp.K.G., Subsp.KR(K), Ph.D.

dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, Sp.OG, M.Kes, FICS, FESICOG

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang


Terkini Lainnya
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Health
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Health
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Health
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
Health
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Health
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Health
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Health
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
Health
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Health
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Health
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
Health
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Health
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Health
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau