Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenali 6 Lokasi Sakit Kepala dan Penyebabnya Menurut Dokter

Kompas.com, 19 Maret 2026, 21:31 WIB
Devi Pattricia,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sakit kepala bisa terasa di berbagai bagian, mulai dari dahi, pelipis, hingga belakang kepala. Namun, tahukah kamu bahwa lokasi nyeri tersebut bisa memberikan petunjuk tentang penyebabnya?

Memahami titik munculnya sakit kepala dapat membantu mengenali jenisnya sekaligus menentukan penanganan yang tepat. 

Meski sebagian besar tidak berbahaya, beberapa kondisi juga bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius.

Baca juga: Thunderclap Headache, Sakit Kepala Hebat yang Bisa Jadi Tanda Pendarahan Otak

“Lokasi nyeri kepala hanyalah salah satu bagian dari diagnosis, tetapi bisa memberikan petunjuk penting tentang penyebabnya,” kata ahli saraf Teshamae Monteith, seperti dikutip Everyday Health, Kamis (19/3/2026).

6 Lokasi sakit kepala dan penyebab di baliknya:

1. Sakit kepala di seluruh bagian kepala

Jika kamu merasa seperti ada tekanan yang melingkari seluruh kepala, kemungkinan besar ini adalah sakit kepala tipe tegang (tension headache). Rasa nyeri biasanya digambarkan seperti kepala diikat kencang.

Ini adalah gambaran khas dari sakit kepala tegang,” jelas Dr. Monteith.

Kondisi ini sering dipicu oleh stres, kurang tidur, serta ketegangan otot di leher, bahu, dan rahang. Meski terasa mengganggu, jenis sakit kepala ini umumnya tidak berbahaya.

Untuk meredakannya, kamu bisa beristirahat cukup, melakukan peregangan, atau mengelola stres dengan lebih baik.

2. Sakit kepala di belakang salah satu mata

Nyeri hebat yang terasa menusuk di belakang satu mata bisa menjadi tanda sakit kepala cluster. Jenis ini termasuk gangguan yang cukup serius karena rasa sakitnya sangat intens.

“Nyeri yang muncul di satu sisi kepala, terutama di belakang mata, sering terkait dengan sakit kepala cluster,” kata dia.

Gejalanya bisa disertai mata merah, berair, hidung tersumbat, hingga kelopak mata turun. Serangan bisa terjadi berulang selama beberapa minggu atau bulan.

Baca juga: Tekanan Darah Tinggi Sebabkan Sakit Kepala, Mitos atau Fakta?

3. Sakit kepala di belakang kepala dan leher

Jika nyeri terasa di bagian belakang kepala hingga leher, kemungkinan penyebabnya adalah masalah pada leher, seperti tegang otot atau saraf terjepit.

Jenis ini dikenal sebagai cervicogenic headache, yaitu sakit kepala yang berasal dari leher.

“Nyeri ini terjadi karena adanya hubungan antara struktur sensitif di kepala dan leher,” tutur Dr. Monteith.

Biasanya, rasa sakit akan semakin parah saat leher digerakkan. Terapi fisik dan pijat dapat membantu meredakan kondisi ini.

4. Sakit kepala di satu sisi kepala

Sakit kepala yang hanya terjadi di satu sisi kepala sering dikaitkan dengan migrain. Rasa nyeri biasanya berdenyut dan bisa berlangsung berjam-jam hingga berhari-hari.

Migrain juga sering disertai gejala lain seperti mual, muntah, serta sensitivitas terhadap cahaya dan suara.

Menurut Dr. Monteith, migrain merupakan salah satu jenis sakit kepala yang paling umum. Pemicu migrain bisa berbeda pada setiap orang, mulai dari stres hingga pola makan.

5. Sakit kepala di bagian depan wajah dan dahi

Nyeri di area dahi, sekitar mata, dan pipi sering dikaitkan dengan sakit kepala sinus. Biasanya, kondisi ini terjadi bersamaan dengan hidung tersumbat atau infeksi saluran pernapasan.

Gejalanya meliputi tekanan di wajah, rasa berat, dan nyeri yang memburuk saat membungkuk.

Namun, penting diketahui bahwa banyak kasus yang dikira sinus ternyata adalah migrain.

Baca juga: Bolehkah Atasi Sakit Kepala dengan Obat Warung? Ini Penjelasan Dokter

6. Sakit kepala di pelipis

Nyeri di pelipis bisa disebabkan oleh berbagai jenis sakit kepala, termasuk migrain dan sakit kepala tegang.

Namun, pada usia di atas 50 tahun, kondisi ini juga bisa menjadi tanda penyakit serius seperti arteritis temporal.

“Arteritis temporal terjadi ketika pembuluh darah di sekitar pelipis mengalami peradangan,” ucap Dr. Monteith.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah gangguan penglihatan, nyeri rahang, dan penurunan berat badan. Kondisi ini memerlukan penanganan segera karena berisiko menyebabkan komplikasi serius.

Memahami lokasi sakit kepala dapat membantu kamu mengenali penyebabnya lebih cepat. 

Namun, jika sakit kepala disertai gejala seperti demam tinggi, gangguan penglihatan, atau kehilangan kesadaran, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 Baca juga: Apa Beda Pusing dan Sakit Kepala? Ini Penjelasan Dokter

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Health
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Health
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Health
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
Health
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Health
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Health
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Health
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
Health
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Health
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Health
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
Health
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Health
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Health
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau