Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

12 Makanan yang Bisa Mengatasi Sakit Kepala Secara Alami Menurut Dokter

Kompas.com, 19 Januari 2026, 19:03 WIB
Devi Pattricia,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sakit kepala sering kali datang tiba-tiba dan mengganggu aktivitas. Selain istirahat dan minum air putih, pilihan makanan ternyata bisa membantu meredakan bahkan mencegah nyeri kepala secara alami. 

Sejumlah ahli menyebutkan, nutrisi tertentu berperan besar dalam menjaga keseimbangan tubuh yang berkaitan dengan sakit kepala dan migrain.

Menurut direktur medis pengobatan integratif di Atrium Health Wake Forest Baptist, Wynne Brown, MD, makanan sejatinya adalah oobat pertama bagi tubuh. 

Baca juga: Cara Meredakan Sakit Kepala Tanpa Minum Obat

“Apa yang kita makan dan kapan kita makan dapat membuat perbedaan besar dalam mengelola migrain,” katanya, seperti dilansir dari Everyday Health, Senin (19/1/2026).

Ada 12 makanan yang dinilai dapat membantu mengatasi sakit kepala secara alami. Simak penjelasannya.

12 makanan yang bisa mengatasi sakit kepala

1. Pisang, sumber energi cepat dan magnesium

Pisang kaya magnesium yang berperan dalam meredakan sakit kepala. Kandungan airnya juga cukup tinggi sehingga membantu mencegah dehidrasi. 

“Pisang adalah camilan praktis untuk memulihkan energi dan menyeimbangkan mineral tubuh,” ujar Brown.

Selain itu, pisang mengandung sekitar 74 persen air, sehingga ikut membantu mencegah dehidrasi, salah satu pemicu sakit kepala.

2. Semangka, penjaga hidrasi tubuh

Semangka mengandung sekitar 92 persen air. Dehidrasi merupakan salah satu pemicu sakit kepala yang paling umum. 

“Sekitar satu dari tiga penderita migrain menyebut dehidrasi sebagai pemicu utama,” jelas Brown.

Mengonsumsi buah tinggi air membantu tubuh tetap terhidrasi sekaligus memberikan kesegaran alami.

Baca juga: Tekanan Darah Tinggi Sebabkan Sakit Kepala, Mitos atau Fakta?

3. Kacang dan biji-bijian, penopang sistem saraf

Biji chia, biji labu, flaxseed, dan kacang mete mengandung magnesium dan serat. 

Ahli diet, Sarah Thomsen Ferreira, RD, MPH menyebut, kekurangan magnesium sebagai salah satu penyebab umum sakit kepala kronis. Asupan rutin dapat membantu menjaga stabilitas sistem saraf.

“Defisiensi magnesium adalah salah satu penyebab nutrisi paling umum dari sakit kepala yang menetap,” ungkap dia.

4. Teh herbal, pereda tekanan dan ketegangan

Teh peppermint dapat membantu meredakan tekanan sinus, sementara teh jahe dikenal dapat mengurangi intensitas migrain. 

“Peppermint juga bisa dihirup uapnya untuk membantu meredakan sakit kepala,” imbau Brown.

Ia juga menambahkan bahwa jahe memiliki sifat antiinflamasi alami yang membantu mengurangi nyeri.

5. Kopi, solusi cepat sekaligus pemicu

Kafein dapat membantu meredakan sakit kepala akibat putus kafein. Namun, konsumsi berlebihan justru bisa memicu nyeri kepala lanjutan. Kuncinya ada pada jumlah dan waktu konsumsi.

6. Cokelat hitam

Cokelat hitam mengandung kafein dalam jumlah sedang serta magnesium. Ini membuatnya efektif meredakan sakit kepala akibat penurunan kadar kafein secara tiba-tiba.

“Untuk sebagian orang, cokelat hitam cukup membantu meredakan sakit kepala akibat penurunan kafein,” kata Brown.

7. Buah beri 

Blueberry, stroberi, dan raspberry kaya antioksidan yang membantu meredakan peradangan. Antioksidan juga mendukung kesehatan sinus dan pembuluh darah.

Selain kaya antioksidan, buah beri juga mendukung kesehatan pembuluh darah yang berperan penting dalam migrain.

Baca juga: Thunderclap Headache, Sakit Kepala Hebat yang Bisa Jadi Tanda Pendarahan Otak

8. Jamur

Jamur mengandung riboflavin atau vitamin B2 yang dinilai cukup efektif dalam mencegah migrain oleh American Academy of Neurology. Brown menjelaskan, riboflavin membantu fungsi sel dan sistem saraf.

9. Yogurt

Yogurt mengandung probiotik yang mendukung kesehatan usus. Banyak penderita migrain juga mengalami gangguan pencernaan. 

Yogurt membantu menyeimbangkan mikrobiota sekaligus memberi cairan tambahan bagi tubuh.

10. Brokoli

Perubahan hormon, terutama estrogen, sering memicu migrain pada perempuan. Brokoli mengandung fitoestrogen yang membantu menstabilkan kadar hormon. 

“Sayuran seperti brokoli dan pok choy sangat bermanfaat untuk migrain hormonal,” tegas Brown.

11. Bayam dan sayuran hijau

Bayam kaya magnesium yang dapat membantu mencegah migrain. American Migraine Foundation menyebut banyak penderita migrain memiliki kadar magnesium otak yang rendah.

Sayuran hijau membantu menenangkan sistem saraf dan menjaga fungsi otot pembuluh darah.

12. Kacang hitam

Ferreira menjelaskan, penurunan gula darah bisa memicu sakit kepala. Kacang hitam memiliki indeks glikemik rendah sehingga membantu menjaga kestabilan gula darah lebih lama.

Makanan bukan pengganti obat, tetapi bisa menjadi pendukung alami yang kuat. 

“Pola makan yang bervariasi, kaya nutrisi, dan cukup cairan dapat membantu menurunkan frekuensi serta intensitas sakit kepala,” pungkas  Brown.

Dengan memilih makanan yang tepat, tubuh tidak hanya mendapatkan energi, tetapi juga perlindungan alami dari nyeri kepala yang kerap mengganggu keseharian.

Baca juga: Bolehkah Atasi Sakit Kepala dengan Obat Warung? Ini Penjelasan Dokter

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Health
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Health
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Health
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
Health
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Health
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Health
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Health
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
Health
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Health
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Health
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
Health
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Health
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Health
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau