JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya angkat bicara perihal Presiden Prabowo Subianto yang disebut tidak merespons ketika presiden negara lain hendak bertemu dalam sebuah event tertentu.
Mulanya, mantan Wamenlu Dino Patti Djalal menyebut Presiden Finlandia mengaku tidak direspons oleh Prabowo saat hendak bertemu pada sebuah event di New York, Amerika Serikat.
Selain itu, ada pula kepala pemerintahan negara ASEAN yang mengaku mengalami hal serupa.
"Presiden Finlandia meminta waktu bertemu Presiden Prabowo di New York, tapi tidak pernah direspons entah kenapa. Kepala pemerintahan negara ASEAN di Cebu, Filipina juga tidak direspons entah kenapa," ujar Dino dalam akun Instagram-nya, seperti dikutip Senin (1/6/2026).
Baca juga: Seskab Teddy Ungkap Jadwal Kunker Luar Negeri Prabowo Sudah Diatur Setahun Sebelumnya
Teddy pun membalas informasi yang disampaikan Dino itu.
Teddy menegaskan, yang menentukan pertemuan dengan kepala negara lain adalah Prabowo dan Menlu Sugiono.
"Masalah pertemuan dengan kepala negara lain di event-event tertentu. Jadi gini, pertemuan dengan kepala negara lain di suatu event itu yang menentukan adalah Bapak Presiden dan juga saran dari Menteri Luar Negeri," jelas Teddy.
Teddy menyampaikan, Prabowo dan Menlu lah yang tahu, mana kepala negara yang prioritas untuk ditemui dan mana yang tidak.
Dia menyebut bahwa pertemuan dengan kepala negara tertentu bisa dilakukan melalui telepon saja.
Baca juga: Seskab Teddy Ungkap Jumlah Rombongan Prabowo ke Luar Negeri Sudah Berkurang Separuh, Dulu 120 Orang
"Beliau-beliau lah yang mengetahui mana yang prioritas, mana pertemuan yang harus diutamakan, mana pertemuan yang bisa langsung ataupun cukup mengenakan telepon, mana pertemuan yang perlu diberitakan, mana yang tidak diberitakan," tukasnya.
"Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai," imbuh Teddy.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangDapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.