Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Selena Gomez Alami Radang Sendi Komplikasi Lupus, Ini Fakta Penyakitnya

Kompas.com, 22 September 2025, 17:00 WIB
Lusia Kus Anna

Penulis

Sumber Foxnews

KOMPAS.com - Penyanyi dan aktris Selena Gomez baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia menderita radang sendi (artritis) yang berkaitan dengan lupus yang dideritanya. 

Gomez sendiri telah secara terbuka membahas perjuangannya melawan lupus sejak tahun 2015.

Meskipun radang sendi sering dianggap sebagai kondisi yang diderita orang lanjut usia, lupus dapat menyerang siapa pun, seringkali bahkan pada orang yang masih muda.

Lupus (systemic lupus erythematosus) adalah penyakit autoimun, yang berarti sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan sehat. 

Baca juga: Autoimun Kulit, Ketika Sel Imun Menyerang Sel Normal Kulit

"Proses ini melibatkan beberapa bagian yang bergerak. Pasien lupus umumnya menghasilkan antibodi yang menargetkan protein dan struktur sehat tubuh mereka sendiri," jelas Irene Blanco, profesor dan direktur layanan klinis lupus di Institut Ilmu Klinis dan Translasional Universitas Northwestern di Chicago.

Antibodi tersebut bisa merusak jaringan sendi atau membentuk "kompleks imun" yang menempel di persendian dan menyebabkan pembengkakan, kekakuan, sendi terasa hangat, dan nyeri.

Dr. Adam Kreitenberg, rheumatologist dan penasihat ilmiah di 1MD Nutrition di California, mengatakan arthritis merupakan salah satu masalah paling umum yang dihadapi pasien lupus, dengan hingga 90 persen orang dengan lupus mengalami nyeri sendi selama perjalanan penyakit mereka.

Baca juga: Dokter: Radang Sendi Berisiko Picu Komplikasi Jantung

"Artritis lupus bisa menyebabkan kecacatan jika tidak mendapat penanganan yang tepat," kata Kreitenberg.

National Institute of Health menyebutkan, lebih dari 90 persen pasien lupus akan mengalami nyeri sendi atau otot. 

Berbeda dengan arthritis rheumatoid, artritis lupus tidak menyebabkan kerusakan permanen yang terlihat oleh foto rontgen, meski tetap saja menyebabkan gangguan gerak.

Tidak semua nyeri sendi terkait lupus

Blanco mengatakan, tidak semua nyeri terkait dengan lupus. Sebagian pasien mengalami kondisi yang sama-sama bergejala nyeri, misalnya arthritis rheumatoid atau asam urat. Beberapa juga mengalami fibromyalgia, sindrom penyakit yang terkait dengan proses sinyal di otak.

Di situsnya, Lupus Foundation of America menekankan pentingnya untuk mengidentifikasi berbagai penyebab nyeri pada pasien lupus. Sebab, penanganannya dapat berbeda tergantung pada apa yang sebenarnya memicu gejalanya.

Baca juga: Kenali Gejala Lupus, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini

Artritis disebabkan oleh peradangan atau kerusakan sendi-sendi tubuh, sementara artritis lupus disebabkan oleh peradangan.

"Namun, setelah lupus tidak terkontrol dalam jangka waktu lama, seseorang dapat mengalami kerusakan pada sendi-sendinya, yang menyebabkan masalah bahkan ketika lupus tidak kambuh," tulis yayasan tersebut.

Kabar baiknya pengobatan tersedia cukup efektif. Terapi lini pertama biasanya mencakup hidroksiklorokuin, dengan tambahan steroid atau imunosupresan jika diperlukan.

Selain obat-obatan, dokter juga merekomendasikan perubahan gaya hidup seperti rutin melakukan olahraga low impact, seperti berenang atau yoga, mengonsumsi makanan antiperadangan, serta menjaga agar postur tubuh terjaga. 

Lupus merupakan penyakit autoimun yang bisa berdampak pada seluruh organ tubuh, mulai dari kulit dan mukosa, saraf, jantung, pembuluh darah, ginjal, paru, pencernaan, serta kandungan.  Berbagai komplikasi yang terjadi bisa berisiko hingga kematian.

Baca juga: Outfit Selena Gomez di Emmy Awards 2025, Serasi dengan Benny Blanco

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Health
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Health
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Health
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
Health
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Health
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Health
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Health
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
Health
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Health
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Health
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
Health
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Health
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Health
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau