Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lupus Bukan Akhir Segalanya, Kenali Gejala dan Cara Mengobatinya...

Kompas.com, 9 Mei 2025, 21:00 WIB
Ria Apriani Kusumastuti

Penulis

KOMPAS.com – Penyakit lupus merupakan penyakit autoimun sistemik yang bisa menyerang berbagai organ tubuh.

Menurut dr. Fenda Adita, SpPD, FINASIM, penyakit ini perlu dikenali lebih awal agar pengobatan bisa lebih efektif dan penderita dapat menjalani hidup dengan kualitas yang baik.

Lupus sering kali disebut “penyakit seribu wajah” karena gejalanya beragam dan menyerupai penyakit lain.

Oleh karena itu, deteksi dini dan pemahaman menyeluruh mengenai lupus menjadi sangat penting.

Baca juga: Waspadai Lupus, Penyakit “Seribu Wajah” yang Kerap Tak Disadari

Apa itu penyakit lupus?

Lupus adalah penyakit autoimun, yaitu kondisi saat sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri.

Fenda menjelaskan bahwa lupus tidak menular dan bisa menyerang berbagai organ, mulai dari kulit, sendi, ginjal, hingga otak.

Penyebab lupus itu multifaktorial. Faktor genetik ada, hormonal ada, lingkungan juga, seperti sinar ultraviolet, infeksi, atau stres,” katanya dalam siaran langsung Instagram Kementerian Kesehatan RI, Rabu (8/5/2025).

Gejala lupus bisa sangat bervariasi, mulai dari ruam pada wajah berbentuk seperti kupu-kupu, nyeri sendi, sariawan, demam yang tidak jelas sebabnya, rambut rontok, hingga kelelahan berlebihan. Karena menyerang banyak sistem organ, lupus sering sulit dikenali pada tahap awal.

“Kadang orang baru menyadari dirinya sakit setelah terjadi kerusakan organ, seperti ginjal bocor atau stroke di usia muda,” ujarnya.

Baca juga: 4 Faktor Penyebab Lupus yang Harus Diketahui: Ada Genetik dan Lingkungan


Pengobatan penyakit lupus

Penanganan lupus tidak bisa disamaratakan, karena harus menyesuaikan dengan kondisi dan aktivitas penyakit tiap pasien.

Menurut Fenda, ada dua bentuk terapi lupus, yaitu non-obat (non-farmakologis) dan obat (farmakologis).

Langkah awal yang krusial adalah menerima diagnosis. “Kalau pasien belum bisa menerima, biasanya sulit untuk melanjutkan pengobatan. Tapi kalau sudah menerima dan berpikir positif, hasilnya akan lebih baik,” ujarnya.

Terapi non-obat meliputi manajemen stres, penggunaan tabir surya, menjaga asupan vitamin D, dan tetap melakukan aktivitas fisik.

Pasien lupus dianjurkan untuk tetap bekerja atau sekolah, agar terhindar dari isolasi sosial dan stres berlebih.

Sementara itu, terapi obat tergantung pada derajat keparahan lupus. Untuk kasus ringan, dokter bisa memberikan DMARDs (disease-modifying anti-rheumatic drugs), seperti metotreksat atau siklosporin.

Jika lupus sudah menyerang organ vital, pengobatan bisa melibatkan obat penekan sistem imun yang lebih kuat, seperti sitostatika atau terapi biologis.

Fendi menegaskan bahwa sebagian besar pasien lupus memang harus menjalani pengobatan dalam jangka panjang, bahkan seumur hidup.

Namun, target pengobatan bukanlah kesembuhan total, melainkan kondisi remisi, yaitu saat pasien tidak menunjukkan gejala aktif.

“Remisi bukan berarti sembuh total, tapi gejalanya ringan bahkan tidak muncul. Itu tujuan kita,” katanya.

Penyakit lupus memang kompleks dan penuh tantangan, namun dengan deteksi dini, pengobatan yang tepat, serta dukungan emosional yang baik, pasien bisa tetap hidup sehat dan produktif.

Penting bagi pasien untuk rutin berkonsultasi dengan dokter dan mematuhi pengobatan demi mencegah kekambuhan dan komplikasi.

“Pasien lupus bisa kok hamil, bekerja, bahkan jadi dokter atau tentara. Yang penting, aktivitas penyakitnya terkontrol,” tutupnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Health
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Health
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Health
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
Health
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Health
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Health
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Health
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
Health
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Health
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Health
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
Health
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Health
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Health
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau