Penulis
KOMPAS.com - Otoritas kesehatan Brasil saat ini tengah memantau ketat dua pasien yang diduga bergejala infeksi virus Ebola. Pemantauan intensif ini dilakukan di dua kota terbesar di negara tersebut, yaitu São Paulo dan Rio de Janeiro.
Kasus pertama melibatkan seorang pria berusia 37 tahun asal Republik Demokratik Kongo (RD Kongo). Pemerintah negara bagian São Paulo mengonfirmasi bahwa pasien tersebut "menunjukkan gejala seperti demam".
Sementara itu, kasus kedua dilaporkan oleh Departemen Kesehatan Negara Bagian Rio de Janeiro.
Pihak berwenang menyatakan telah mengaktifkan protokol keselamatan setelah seorang pria asal Belgia yang baru tiba dari Uganda menunjukkan "gejala virus seperti batuk, menggigil, dan diare".
Hasil tes laboratorium untuk kedua pasien tersebut dijadwalkan keluar pada pekan depan.
Jika hasil tes dinyatakan positif, ini akan menjadi kasus infeksi Ebola pertama yang terkonfirmasi di luar benua Afrika sejak wabah terbaru dimulai di RD Kongo, dilansir dari BBC, Senin (1/6/2026).
Baca juga: Wabah Ebola Hantam Kongo dan Uganda, WHO: Penyakit karena Merawat Orang Tercinta
Meskipun kedua pasien masih dalam status pemantauan terkait virus Ebola, tim medis telah mendiagnosis keduanya dengan kondisi kesehatan lain.
Di São Paulo, pria asal RD Kongo tersebut dinyatakan positif mengidap penyakit meningitis dan saat ini dilaporkan dalam kondisi serius.
Di sisi lain, pasien pria asal Belgia yang dirawat di Rio de Janeiro dinyatakan positif mengidap penyakit malaria.
Kendati demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa diagnosis penyakit lain tersebut tidak serta-merta menggugurkan kemungkinan bahwa pasien tersebut juga terinfeksi Ebola.
Baca juga: Pakar Ungkap Wabah Penyakit Menular seperti Hantavirus dan Ebola Makin Sering dan Kian Merusak
Hingga saat ini, situasi wabah Ebola di Afrika kian memprihatinkan. Di RD Kongo, tercatat sudah ada lebih dari 1.000 kasus dugaan (suspek) Ebola dengan sedikitnya 246 korban meninggal dunia.
Sementara itu, Uganda telah melaporkan sembilan kasus yang terkonfirmasi positif dan satu kasus kematian.
Wabah yang terjadi saat ini dipicu oleh jenis atau strain Ebola yang tergolong langka, yang dikenal sebagai Strain Bundibugyo.
Karakteristik strain ini sangat diwaspadai karena belum memiliki vaksin yang terbukti efektif secara medis, serta memiliki tingkat kematian (mortalitas) mencapai sekitar sepertiga dari total jumlah orang yang terinfeksi.
Baca juga: Ebola Bundibugyo Mewabah, Apa yang Membuat Varian Ini Sangat Mengkhawatirkan?
Secara ilmiah, virus Ebola pada umumnya menginfeksi hewan terlebih dahulu, terutama kelelawar buah. Wabah di kalangan manusia biasanya dimulai ketika seseorang mengonsumsi atau bersentuhan langsung dengan hewan yang telah terinfeksi tersebut.