Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak, Siapa Saja 10 Orang Terkaya RI Awal Juni 2026?

Kompas.com, 1 Juni 2026, 19:01 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Forbes kembali memperbarui daftar orang terkaya di Indonesia pada awal Juni 2026.

Sejumlah nama besar masih menghuni papan atas, meski pergerakan harga saham dan kondisi pasar membuat posisi mereka terus berubah dari waktu ke waktu.

Data tersebut mengacu pada daftar Forbes Real-Time Billionaires yang memperbarui kekayaan para miliarder secara berkala berdasarkan nilai aset dan kepemilikan saham mereka.

Pada pembaruan per 1 Juni 2026, miliarder asal Indonesia, Prajogo Pangestu, kembali menempati posisi orang terkaya di Indonesia.

Pengusaha yang memiliki bisnis di sektor petrokimia dan energi itu tercatat memiliki kekayaan sebesar 16,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 290,1 triliun (kurs Rp 17.800 per dollar AS).

Kembalinya Prajogo ke puncak daftar menjadi perhatian karena beberapa pekan sebelumnya kekayaannya sempat tergerus cukup signifikan.

Baca juga: Prajogo Pangestu Tergusur dari Takhta Orang Terkaya RI, Siapa Penggantinya?

Pada pertengahan Mei 2026, nilai kekayaannya dilaporkan turun sekitar 14,77 persen atau setara 2,6 miliar dollar AS akibat pelemahan saham sejumlah perusahaan yang terkait dengan bisnisnya.

Namun, pemulihan pasar membuat nilai kekayaannya kembali meningkat sehingga ia berhasil merebut posisi teratas.

Di bawah Prajogo, posisi kedua ditempati oleh R. Budi Hartono dengan total kekayaan 14,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 261,7 triliun.

Sementara posisi ketiga dihuni oleh Low Tuck Kwong, pengusaha batu bara yang memiliki kekayaan 14,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 252,8 triliun.

Selain tiga nama tersebut, daftar orang terkaya Indonesia juga masih dihuni sejumlah konglomerat yang menguasai berbagai sektor strategis.

Lantas, siapa saja yang masuk daftar 10 orang terkaya di Indonesia pada awal Juni 2026?

Baca juga: 15 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes Akhir Mei 2026, Siapa Saja?


Orang terkaya di Indonesia awal Juni 2026

Berikut daftar 10 orang terkaya di Indonesia yang masuk jajaran miliarder dunia berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires yang diperbarui pada 1 Juni 2026:

1. Prajogo Pangestu

  • Peringkat dunia: 181
  • Kekayaan: 16,3 miliar dollar AS (sekitar Rp 290,1 triliun)
  • Sektor: Petrokimia dan energi

2. Robert Budi Hartono

  • Peringkat dunia: 206
  • Kekayaan: 14,7 miliar dollar AS (sekitar Rp 261,7 triliun)
  • Sektor: Perbankan dan tembakau

3. Low Tuck Kwong

  • Peringkat dunia: 211
  • Kekayaan: 14,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 252,8 triliun)
  • Sektor: Batu bara

4. Anthony Salim

  • Peringkat dunia: 296
  • Kekayaan: 11 miliar dollar AS (sekitar Rp 195,8 triliun)
  • Sektor: Diversifikasi usaha

5. Tahir dan keluarga

  • Peringkat dunia: 386
  • Kekayaan: 9,1 miliar dollar AS (sekitar Rp 162 triliun)
  • Sektor: Diversifikasi usaha

6. Sri Prakash Lohia

  • Peringkat dunia: 417
  • Kekayaan: 8,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 153,1 triliun)
  • Sektor: Petrokimia

7. Otto Toto Sugiri

  • Peringkat dunia: 465
  • Kekayaan: 8 miliar dollar AS (sekitar Rp 142,4 triliun)
  • Sektor: Pusat data (data center)

8. Marina Budiman

  • Peringkat dunia: 736
  • Kekayaan: 5,7 miliar dollar AS (sekitar Rp 101,5 triliun)
  • Sektor: Pusat data (data center)

9. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono

  • Peringkat dunia: 979
  • Kekayaan: 4,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 78,3 triliun)
  • Sektor: Kelapa sawit dan pertambangan nikel

10. Sukanto Tanoto

  • Peringkat dunia: 1.037
  • Kekayaan: 4,1 miliar dollar AS (sekitar Rp 73 triliun)
  • Sektor: Diversifikasi usaha

Secara keseluruhan, tiga orang terkaya Indonesia dalam daftar ini memiliki kekayaan lebih dari Rp 250 triliun, dengan Prajogo Pangestu menjadi yang tertinggi yakni sekitar Rp 290 triliun.

Baca juga: Ringgit Menguat, Pekerja Indonesia di Malaysia: Kirim RM 200 ke Kampung Rasanya Seperti Orang Kaya

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Gaji Ke-13 Cair Mulai Hari Ini, Cek Daftar Penerima dan Besaran untuk PNS, PPPK, dan Pensiunan
Gaji Ke-13 Cair Mulai Hari Ini, Cek Daftar Penerima dan Besaran untuk PNS, PPPK, dan Pensiunan
Tren
Prakiraan Cuaca BMKG: Cek Wilayah yang Akan Hujan Lebat Hari Ini dan Besok
Prakiraan Cuaca BMKG: Cek Wilayah yang Akan Hujan Lebat Hari Ini dan Besok
Tren
Iran Murka, Anggap Serangan Israel di Lebanon Langgar Gencatan Senjata dengan AS dan Ancam Tak Akan Toleransi
Iran Murka, Anggap Serangan Israel di Lebanon Langgar Gencatan Senjata dengan AS dan Ancam Tak Akan Toleransi
Tren
[POPULER TREN] Cara Judol Jebak Anak lewat Game | Gaji Ke-13 ASN Cair Hari Ini
[POPULER TREN] Cara Judol Jebak Anak lewat Game | Gaji Ke-13 ASN Cair Hari Ini
Tren
BRIN Usul Sanksi Tukin ASN Dipotong dan Tunda BPJS, Kalau Abai Urusan Sampah
BRIN Usul Sanksi Tukin ASN Dipotong dan Tunda BPJS, Kalau Abai Urusan Sampah
Tren
3 Bansos Cair Juni 2026, Masyarakat Bisa Cek Status Penerima secara Online
3 Bansos Cair Juni 2026, Masyarakat Bisa Cek Status Penerima secara Online
Tren
Jumlah Pohon di Bumi Lebih Banyak daripada Bintang di Bima Sakti, Berapa Banyak?
Jumlah Pohon di Bumi Lebih Banyak daripada Bintang di Bima Sakti, Berapa Banyak?
Tren
Cara Mengusir Lembing Hitam, Hama Padi yang Kerap Masuk ke Rumah
Cara Mengusir Lembing Hitam, Hama Padi yang Kerap Masuk ke Rumah
Tren
Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak, Siapa Saja 10 Orang Terkaya RI Awal Juni 2026?
Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak, Siapa Saja 10 Orang Terkaya RI Awal Juni 2026?
Tren
Link Live Streaming Indonesia Vs Myanmar di Piala AFF U19 2026, Kick-off Pukul 20.00 WIB
Link Live Streaming Indonesia Vs Myanmar di Piala AFF U19 2026, Kick-off Pukul 20.00 WIB
Tren
Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah
Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah
Tren
Karier Hanya Seumur Jagung, Mengapa Gen Z Banyak yang Dipecat Padahal Baru Mulai Bekerja?
Karier Hanya Seumur Jagung, Mengapa Gen Z Banyak yang Dipecat Padahal Baru Mulai Bekerja?
Tren
Mewarnai dan Menggambar Ternyata Sangat Berguna bagi Anak 1-5 Tahun, Ini Penjelasan Dokter
Mewarnai dan Menggambar Ternyata Sangat Berguna bagi Anak 1-5 Tahun, Ini Penjelasan Dokter
Tren
Brasil Periksa 2 Pasien Suspek, Akankah Jadi Kasus Ebola Pertama di Luar Afrika?
Brasil Periksa 2 Pasien Suspek, Akankah Jadi Kasus Ebola Pertama di Luar Afrika?
Tren
2 Kelompok ASN yang Tak Akan Ditransfer Gaji Ke-13 Per 2 Juni 2026
2 Kelompok ASN yang Tak Akan Ditransfer Gaji Ke-13 Per 2 Juni 2026
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau