Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah

Kompas.com, 1 Juni 2026, 18:00 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

KAJANG, KOMPAS.com - Di usia 10 tahun, saat anak-anak seusianya masih duduk di bangku sekolah, Muhammad Faizal Nor Azman justru menghabiskan hari-harinya membantu ibunya berjualan kue di kawasan pusat komersial Bandar Seri Putra, Kajang, Malaysia.

Kisah bocah ini menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial "Negeri Jiran" dan memunculkan simpati luas karena ia masih sangat kecil namun tidak pernah mengenyam pendidikan formal.

Muhammad Faizal diketahui merupakan salah satu dari enam anak dari Derce Jush (37), Derce Jush (37), ibu tunggal asal Flores, Indonesia, yang menjalani kehidupan yang penuh keterbatasan di Kajang. 

Baca juga: Sambut Idul Adha 2026, Hampir 5.000 WNI Mudik dari Malaysia Lewat Pelabuhan Stulang Laut

Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, Derce harus berjuang seorang diri setelah suaminya, Nur Azman Baharudin, meninggal dunia sekitar setahun lalu.

Derce tidak hanya menghadapi kesulitan ekonomi, melainkan juga persoalan serius pada pendidikan dan administrasi anak-anaknya. Keenam anaknya, termasuk Faizal, tidak bersekolah.

Tidak bisa baca tulis

Saat ditemui Harian Metro Malaysia, Muhammad Faizal bersama kakaknya, Muhammad Hakim (13), bercerita mulai berjualan setiap hari sekitar pukul 09.00 pagi setelah sang ibu selesai menyiapkan kue.

“Biasanya keluar jam 9 pagi, pulang sekitar jam 11 siang. Kalau kue tidak habis, ibu akan menyedekahkannya ke surau,” kata Faizal, sebagaimana diberitakan Harian Metro pada Senin (1/6/2026).

Ia juga bercerita bahwa terkadang ada pelanggan yang baik hati mentraktir mereka makan di restoran sekitar.

“Kadang-kadang ada pelanggan yang belikan kami makan di restoran dekat sini,” ujarnya.

Untuk menjual kue, Faizal dan kakaknya biasanya berjalan kaki di sekitar kawasan tersebut. Sesekali, mereka juga menggunakan layanan transportasi daring yang dibantu oleh sang ibu.

Soal hasil jualan, Faizal mengaku tidak selalu sama setiap hari. Kadang habis terjual, kadang tidak.

Baca juga: Misteri Kematian Pria di Hotel Mewah Kuala Lumpur, Polisi Ungkap Dugaan “Pesta Narkoba” Libatkan WNI

Meski masih anak-anak, ia mengaku kadang merasa takut saat harus berjualan di luar rumah.

“Berani sikit saja,” katanya singkat.

Faizal juga mengakui bahwa ia belum pernah bersekolah, belum bisa membaca maupun menulis. Namun ketika ditanya apakah ia ingin sekolah, ia menjawab dengan tegas.

“Saya ingin sekolah,” ucapnya.

Saat ditanya cita-citanya, Faizal menjawab ingin menjadi polisi karena menurutnya pekerjaan itu terlihat hebat.

“Jadi polis sebab hebat,” katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Puasa Intermiten Ternyata Mengubah Otak, Ini yang Ditemukan Peneliti
Puasa Intermiten Ternyata Mengubah Otak, Ini yang Ditemukan Peneliti
Tren
Respons Kritik Dino Patti Djalal, Teddy Sebut Biaya Kunjungan Prabowo Ditanggung Pribadi
Respons Kritik Dino Patti Djalal, Teddy Sebut Biaya Kunjungan Prabowo Ditanggung Pribadi
Tren
Gaji Ke-13 Cair Mulai Hari Ini, Cek Daftar Penerima dan Besaran untuk PNS, PPPK, dan Pensiunan
Gaji Ke-13 Cair Mulai Hari Ini, Cek Daftar Penerima dan Besaran untuk PNS, PPPK, dan Pensiunan
Tren
Prakiraan Cuaca BMKG: Cek Wilayah yang Akan Hujan Lebat Hari Ini dan Besok
Prakiraan Cuaca BMKG: Cek Wilayah yang Akan Hujan Lebat Hari Ini dan Besok
Tren
Iran Murka, Anggap Serangan Israel di Lebanon Langgar Gencatan Senjata dengan AS dan Ancam Tak Akan Toleransi
Iran Murka, Anggap Serangan Israel di Lebanon Langgar Gencatan Senjata dengan AS dan Ancam Tak Akan Toleransi
Tren
[POPULER TREN] Cara Judol Jebak Anak lewat Game | Gaji Ke-13 ASN Cair Hari Ini
[POPULER TREN] Cara Judol Jebak Anak lewat Game | Gaji Ke-13 ASN Cair Hari Ini
Tren
BRIN Usul Sanksi Tukin ASN Dipotong dan Tunda BPJS, Kalau Abai Urusan Sampah
BRIN Usul Sanksi Tukin ASN Dipotong dan Tunda BPJS, Kalau Abai Urusan Sampah
Tren
3 Bansos Cair Juni 2026, Masyarakat Bisa Cek Status Penerima secara Online
3 Bansos Cair Juni 2026, Masyarakat Bisa Cek Status Penerima secara Online
Tren
Jumlah Pohon di Bumi Lebih Banyak daripada Bintang di Bima Sakti, Berapa Banyak?
Jumlah Pohon di Bumi Lebih Banyak daripada Bintang di Bima Sakti, Berapa Banyak?
Tren
Cara Mengusir Lembing Hitam, Hama Padi yang Kerap Masuk ke Rumah
Cara Mengusir Lembing Hitam, Hama Padi yang Kerap Masuk ke Rumah
Tren
Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak, Siapa Saja 10 Orang Terkaya RI Awal Juni 2026?
Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak, Siapa Saja 10 Orang Terkaya RI Awal Juni 2026?
Tren
Link Live Streaming Indonesia Vs Myanmar di Piala AFF U19 2026, Kick-off Pukul 20.00 WIB
Link Live Streaming Indonesia Vs Myanmar di Piala AFF U19 2026, Kick-off Pukul 20.00 WIB
Tren
Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah
Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah
Tren
Karier Hanya Seumur Jagung, Mengapa Gen Z Banyak yang Dipecat Padahal Baru Mulai Bekerja?
Karier Hanya Seumur Jagung, Mengapa Gen Z Banyak yang Dipecat Padahal Baru Mulai Bekerja?
Tren
Mewarnai dan Menggambar Ternyata Sangat Berguna bagi Anak 1-5 Tahun, Ini Penjelasan Dokter
Mewarnai dan Menggambar Ternyata Sangat Berguna bagi Anak 1-5 Tahun, Ini Penjelasan Dokter
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau