Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan Udara, Kuwait Ikut Waspada

Kompas.com, 1 Juni 2026, 13:16 WIB
Inten Esti Pratiwi

Penulis

Sumber BBC

KOMPAS.com - Situasi keamanan di kawasan Teluk kembali membara setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan meluncurkan gelombang serangan udara baru sepanjang akhir pekan.

Eskalasi militer ini terjadi di tengah mandeknya negosiasi gencatan senjata yang tengah diupayakan oleh kedua belah pihak.

Akibat konflik yang terus berlanjut, jalur pelayaran vital di Selat Hormuz hingga saat ini dilaporkan masih terblokir total.

Blokade de facto ini mulai memberikan tekanan besar terhadap lonjakan harga bahan bakar global, mengingat sekitar seperlima dari total pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia biasanya bergantung pada jalur perairan Teluk tersebut.

Baca juga: Trump Ancam Hancurkan Oman jika Tarik Pajak Selat Hormuz Bersama Iran

AS targetkan sistem radar dan kendali drone Iran

Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi bahwa jet tempur mereka telah mengeksekusi serangkaian serangan udara defensif, dilansir dari BBC, Senin (1/6/2026).

Operasi ini menargetkan infrastruktur militer strategis Iran yang berada di wilayah daratan utama maupun pulau-pulau di sekitarnya.

"Komando Pusat AS melakukan serangan bela diri terhadap radar Iran dan situs komando serta kendali untuk pesawat tanpa awak (drone) di Goruk, Iran, dan Pulau Qeshm akhir pekan ini," demikian pernyataan resmi Centcom melalui unggahan di media sosial X.

Centcom merinci bahwa serangan tersebut berhasil menghantam sistem pertahanan udara militer Iran, sebuah stasiun kendali darat, serta dua unit drone.

Pihak militer AS mengeklaim alutsista tersebut "menimbulkan ancaman nyata bagi kapal-kapal yang transit di perairan regional".

Dalam pernyataan resminya, Pentagon juga memastikan tidak ada personel atau tentara AS yang terluka maupun menjadi korban dalam operasi militer tersebut.

Washington menegaskan aksi ini merupakan respons atas tindakan agresif Iran sebelumnya, termasuk penembakan jatuh drone MQ-1 milik AS yang diklaim tengah beroperasi di wilayah udara internasional.

Baca juga: Iran Balas Serangan AS, Selat Hormuz Kembali Memanas

Balasan sengit IRGC dan keterlibatan Kuwait

Di pihak lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) langsung melancarkan aksi balasan.

IRGC menyatakan telah membombardir sebuah pangkalan udara yang digunakan oleh pasukan AS. Serangan itu disebut sebagai aksi retaliasi atas hancurnya menara komunikasi mereka di Pulau Sirri, sebuah pulau strategis yang terletak di Teluk, berjarak sekitar 40 mil (65 kilometer) dari garis pantai selatan Iran.

Namun, IRGC tidak menyebutkan secara spesifik lokasi pangkalan udara AS yang mereka hantam.

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan peringatan keras dari petinggi militer Teheran. Pihak IRGC menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam jika wilayahnya terus diusik.

Halaman:


Terkini Lainnya
Gaji Ke-13 Cair Mulai Hari Ini, Cek Daftar Penerima dan Besaran untuk PNS, PPPK, dan Pensiunan
Gaji Ke-13 Cair Mulai Hari Ini, Cek Daftar Penerima dan Besaran untuk PNS, PPPK, dan Pensiunan
Tren
Prakiraan Cuaca BMKG: Cek Wilayah yang Akan Hujan Lebat Hari Ini dan Besok
Prakiraan Cuaca BMKG: Cek Wilayah yang Akan Hujan Lebat Hari Ini dan Besok
Tren
Iran Murka, Anggap Serangan Israel di Lebanon Langgar Gencatan Senjata dengan AS dan Ancam Tak Akan Toleransi
Iran Murka, Anggap Serangan Israel di Lebanon Langgar Gencatan Senjata dengan AS dan Ancam Tak Akan Toleransi
Tren
[POPULER TREN] Cara Judol Jebak Anak lewat Game | Gaji Ke-13 ASN Cair Hari Ini
[POPULER TREN] Cara Judol Jebak Anak lewat Game | Gaji Ke-13 ASN Cair Hari Ini
Tren
BRIN Usul Sanksi Tukin ASN Dipotong dan Tunda BPJS, Kalau Abai Urusan Sampah
BRIN Usul Sanksi Tukin ASN Dipotong dan Tunda BPJS, Kalau Abai Urusan Sampah
Tren
3 Bansos Cair Juni 2026, Masyarakat Bisa Cek Status Penerima secara Online
3 Bansos Cair Juni 2026, Masyarakat Bisa Cek Status Penerima secara Online
Tren
Jumlah Pohon di Bumi Lebih Banyak daripada Bintang di Bima Sakti, Berapa Banyak?
Jumlah Pohon di Bumi Lebih Banyak daripada Bintang di Bima Sakti, Berapa Banyak?
Tren
Cara Mengusir Lembing Hitam, Hama Padi yang Kerap Masuk ke Rumah
Cara Mengusir Lembing Hitam, Hama Padi yang Kerap Masuk ke Rumah
Tren
Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak, Siapa Saja 10 Orang Terkaya RI Awal Juni 2026?
Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak, Siapa Saja 10 Orang Terkaya RI Awal Juni 2026?
Tren
Link Live Streaming Indonesia Vs Myanmar di Piala AFF U19 2026, Kick-off Pukul 20.00 WIB
Link Live Streaming Indonesia Vs Myanmar di Piala AFF U19 2026, Kick-off Pukul 20.00 WIB
Tren
Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah
Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah
Tren
Karier Hanya Seumur Jagung, Mengapa Gen Z Banyak yang Dipecat Padahal Baru Mulai Bekerja?
Karier Hanya Seumur Jagung, Mengapa Gen Z Banyak yang Dipecat Padahal Baru Mulai Bekerja?
Tren
Mewarnai dan Menggambar Ternyata Sangat Berguna bagi Anak 1-5 Tahun, Ini Penjelasan Dokter
Mewarnai dan Menggambar Ternyata Sangat Berguna bagi Anak 1-5 Tahun, Ini Penjelasan Dokter
Tren
Brasil Periksa 2 Pasien Suspek, Akankah Jadi Kasus Ebola Pertama di Luar Afrika?
Brasil Periksa 2 Pasien Suspek, Akankah Jadi Kasus Ebola Pertama di Luar Afrika?
Tren
2 Kelompok ASN yang Tak Akan Ditransfer Gaji Ke-13 Per 2 Juni 2026
2 Kelompok ASN yang Tak Akan Ditransfer Gaji Ke-13 Per 2 Juni 2026
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau