Penulis
KOMPAS.com - Seorang pegawai FamilyMart di Malaysia resmi diskors setelah terlibat aksi kekerasan dengan melempar semangkuk oden panas ke arah seorang kurir pengantar makanan.
Insiden tersebut terekam kamera yang videonya kini viral di media sosial.
Berdasarkan laporan dari Malay Mail dan The Rakyat Post pada Kamis (28/5/2026), peristiwa tidak terpuji ini diketahui terjadi di salah satu gerai FamilyMart yang berlokasi di The Core, Kota Damansara, Selangor, Malaysia.
Dalam video berdurasi 23 detik yang beredar luas di internet, tampak oknum pegawai wanita tersebut mendadak menyiramkan hidangan sup khas Jepang itu dari balik meja kasir ke arah sang kurir.
Setelah melakukan aksi tersebut, ia langsung berbalik badan dan berjalan menjauh begitu saja.
Baca juga: 5 WNI Terlibat 3 Perampokan Bersenjata di Malaysia, termasuk Sasar Sesama WNI
Meskipun video yang beredar tidak memperlihatkan awal mula perselisihan secara utuh, seorang warganet di media sosial X (sebelumnya Twitter) yang mengaku sebagai kurir, korban dalam video tersebut, membeberkan kronologinya.
Menurut pengakuannya, awalnya ia hanya berniat menanyakan status pesanan makanan yang harus ia antar kepada karyawan toko.
Namun, pertanyaan tersebut justru direspons dengan ketus sebelum akhirnya berujung pada aksi pelemparan oden panas.
Aksi nekat ini langsung memicu gelombang kecaman dari warganet di Malaysia.
Banyak dari mereka yang menyoroti betapa bahayanya kuah oden yang mendidih karena berisiko tinggi menyebabkan luka bakar serius pada tubuh korban.
Warganet juga mendesak agar kasus ini dibawa ke jalur hukum karena sudah memenuhi unsur penganiayaan fisik.
"Sup oden itu panas, apa hak pekerja FamilyMart melemparkan sup panas ke arah kurir? Hal seperti ini harus dibawa ke pengadilan," tulis salah seorang warganet.
Warganet lainnya juga memberikan komentar serupa yang menegaskan bahwa tindakan kekerasan tersebut sama sekali tidak bisa dibenarkan.
"Bahkan jika pengendara Grab (kurir) tersebut terlibat dalam argumen verbal, Anda tetap tidak bisa membenarkan tindakan melempar sesuatu yang panas ke arahnya. Apa pun alasannya, itu sudah termasuk penyerangan," kecam warganet lain.
Baca juga: 5 Provinsi yang Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Juni 2026, Mana Saja?
Menanggapi kegaduhan yang terjadi di kolom komentar akun Facebook resminya, pihak manajemen FamilyMart Malaysia langsung merilis pernyataan resmi.