Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Melihat Foto Rumah dan Kampung Anda 20 Tahun Lalu via Google Maps

Kompas.com, 31 Mei 2026, 20:00 WIB
Inten Esti Pratiwi

Penulis

KOMPAS.com - Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2005, Google Maps telah menjadi andalan jutaan orang untuk menavigasi perjalanan dari titik A ke titik B.

Selama lebih dari dua dekade, platform pemetaan digital ini telah mengumpulkan basis data raksasa di seluruh penjuru dunia, mulai dari jam operasional bisnis, batas negara, citra satelit, hingga visual nyata di permukaan jalan melalui fitur Street View.

Bagi Anda yang sering menggunakan Google Maps, fitur Street View tentu sudah tidak asing lagi.

Pengguna cukup menyeret ikon manusia kuning kecil yang ikonik bernama "Pegman" ke atas jalan raya untuk melihat visual nyata seolah-olah sedang berdiri langsung di trotoar jalan tersebut.

Namun, belum banyak yang mengetahui bahwa Google Maps memiliki fitur "mesin waktu" tersembunyi.

Pengguna bisa menjelajahi masa lalu melalui fitur Street View lawas hingga tahun 2007, tergantung kapan wilayah tersebut pertama kali direkam oleh mobil canggih Google.

Melalui fitur ini, Anda bisa bernostalgia melihat bagaimana kondisi lingkungan rumah Anda, atau kawasan lainnya, pada belasan hingga hampir dua puluh tahun yang lalu.

Anda dapat mengamati apa saja sudut kota yang sudah berubah dan mana yang masih bertahan, mulai dari kawasan permukiman biasa hingga lokasi ikonik dunia.

Lantas, bagaimana cara menggunakan mesin waktu ala Google Maps?

Baca juga: Cara Menambahkan Nama Tempat di Google Maps, Bisa Lewat HP atau PC

Cara gunakan fitur "mesin waktu" Google Maps via komputer

Menjelajahi foto jadul di Google Maps terasa jauh lebih mudah dan memuaskan jika diakses melalui peramban (web browser) di komputer atau laptop, karena ruang tampilan layar yang jauh lebih luas.

Dilansir dari laman Popsci, berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Buka Google Maps: Akses situs Google Maps di komputer Anda. Geser peta atau gunakan kolom pencarian di pojok kiri atas untuk menuju lokasi spesifik yang ingin Anda lihat masa lalunya.
  • Gunakan Pegman: Perhatikan pojok kanan bawah layar (atau pojok kiri bawah pada beberapa pembaruan tampilan). Klik dan tahan ikon manusia kuning bernama Pegman, lalu seret ke area peta. Jalanan atau jalur yang sudah mendukung fitur Street View akan otomatis tersorot dengan garis warna biru. Lepaskan Pegman di titik yang Anda inginkan.
  • Masuk ke mode Street View: Anda akan langsung masuk ke mode imersif Street View dengan sudut pandang mata manusia (ground-level imagery). Gunakan mouse atau tombol panah pada papan keyboard untuk berputar melihat sekeliling, maju, atau mundur menyusuri jalan.
  • Aktivasi fitur waktu: Untuk mulai menjelajahi waktu, perhatikan kotak informasi di pojok kiri atas layar. Klik menu bertuliskan "See more dates" (Lihat tanggal lainnya).
  • Pilih tahun: Di bagian bawah layar, akan muncul deretan foto mini (thumbnails) yang dilengkapi dengan keterangan bulan dan tahun pengambilan gambar. Geser ke arah kanan untuk menemukan koleksi foto paling lawas yang tersedia.

Perlu dicatat bahwa jumlah opsi tanggal dan rentang tahun yang tersedia akan sangat bervariasi.

Hal ini bergantung pada seberapa lama mobil Google Street View telah beroperasi di wilayah tersebut, serta seberapa sering mereka kembali untuk memperbarui data visualnya.

Baca juga: Mengapa Google Maps Sulit Digunakan di Korea Selatan? Ini Alasannya

Begitu Anda memilih salah satu thumbnail tahun yang lebih lama, visual Street View akan otomatis berubah menampilkan kondisi pada tahun tersebut.

Anda tetap bisa menjelajah dan berjalan menyusuri jalanan dengan atmosfer tahun yang telah Anda pilih, sampai Anda memutuskan untuk mengganti tahun lain pada menu karosel di bagian bawah.

Halaman:


Terkini Lainnya
Gaji Ke-13 Cair Mulai Hari Ini, Cek Daftar Penerima dan Besaran untuk PNS, PPPK, dan Pensiunan
Gaji Ke-13 Cair Mulai Hari Ini, Cek Daftar Penerima dan Besaran untuk PNS, PPPK, dan Pensiunan
Tren
Prakiraan Cuaca BMKG: Cek Wilayah yang Akan Hujan Lebat Hari Ini dan Besok
Prakiraan Cuaca BMKG: Cek Wilayah yang Akan Hujan Lebat Hari Ini dan Besok
Tren
Iran Murka, Anggap Serangan Israel di Lebanon Langgar Gencatan Senjata dengan AS dan Ancam Tak Akan Toleransi
Iran Murka, Anggap Serangan Israel di Lebanon Langgar Gencatan Senjata dengan AS dan Ancam Tak Akan Toleransi
Tren
[POPULER TREN] Cara Judol Jebak Anak lewat Game | Gaji Ke-13 ASN Cair Hari Ini
[POPULER TREN] Cara Judol Jebak Anak lewat Game | Gaji Ke-13 ASN Cair Hari Ini
Tren
BRIN Usul Sanksi Tukin ASN Dipotong dan Tunda BPJS, Kalau Abai Urusan Sampah
BRIN Usul Sanksi Tukin ASN Dipotong dan Tunda BPJS, Kalau Abai Urusan Sampah
Tren
3 Bansos Cair Juni 2026, Masyarakat Bisa Cek Status Penerima secara Online
3 Bansos Cair Juni 2026, Masyarakat Bisa Cek Status Penerima secara Online
Tren
Jumlah Pohon di Bumi Lebih Banyak daripada Bintang di Bima Sakti, Berapa Banyak?
Jumlah Pohon di Bumi Lebih Banyak daripada Bintang di Bima Sakti, Berapa Banyak?
Tren
Cara Mengusir Lembing Hitam, Hama Padi yang Kerap Masuk ke Rumah
Cara Mengusir Lembing Hitam, Hama Padi yang Kerap Masuk ke Rumah
Tren
Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak, Siapa Saja 10 Orang Terkaya RI Awal Juni 2026?
Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak, Siapa Saja 10 Orang Terkaya RI Awal Juni 2026?
Tren
Link Live Streaming Indonesia Vs Myanmar di Piala AFF U19 2026, Kick-off Pukul 20.00 WIB
Link Live Streaming Indonesia Vs Myanmar di Piala AFF U19 2026, Kick-off Pukul 20.00 WIB
Tren
Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah
Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah
Tren
Karier Hanya Seumur Jagung, Mengapa Gen Z Banyak yang Dipecat Padahal Baru Mulai Bekerja?
Karier Hanya Seumur Jagung, Mengapa Gen Z Banyak yang Dipecat Padahal Baru Mulai Bekerja?
Tren
Mewarnai dan Menggambar Ternyata Sangat Berguna bagi Anak 1-5 Tahun, Ini Penjelasan Dokter
Mewarnai dan Menggambar Ternyata Sangat Berguna bagi Anak 1-5 Tahun, Ini Penjelasan Dokter
Tren
Brasil Periksa 2 Pasien Suspek, Akankah Jadi Kasus Ebola Pertama di Luar Afrika?
Brasil Periksa 2 Pasien Suspek, Akankah Jadi Kasus Ebola Pertama di Luar Afrika?
Tren
2 Kelompok ASN yang Tak Akan Ditransfer Gaji Ke-13 Per 2 Juni 2026
2 Kelompok ASN yang Tak Akan Ditransfer Gaji Ke-13 Per 2 Juni 2026
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau