Penulis
Beberapa di antaranya memaksa Iran hanya boleh mengoperasikan satu situs nuklir saja serta kewajiban mentransfer seluruh persediaan uranium yang diperkaya tinggi langsung ke AS.
Terkait program pengayaan uranium ini, pihak AS dan sekutu Eropanya menuduh Iran sedang berupaya memproduksi senjata pemusnah massal. Tuduhan tersebut berulang kali dibantah oleh Teheran yang menyatakan bahwa program nuklir mereka murni untuk tujuan damai dan sipil.
Meskipun Trump sempat melontarkan ancaman keras pada hari Minggu dengan mengatakan, "bagi Iran, waktu terus berjalan, dan mereka sebaiknya segera bertindak secepatnya atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka," sinyal pelunakan sikap mulai terlihat.
Pada hari Jumat, Trump mengisyaratkan bersedia menerima penangguhan program nuklir Iran selama 20 tahun. Sikap ini menandai pergeseran arah kebijakan AS yang sebelumnya bersikeras menuntut penghentian total tanpa syarat.
Baca juga: Apakah Netanyahu Kendalikan Trump, atau Sebaliknya?
Pengumuman mengejutkan terkait penundaan serangan ini bertepatan dengan merosotnya tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Trump di dalam negeri.
Perang melawan Iran dinilai semakin tidak populer di mata warga Amerika Serikat menjelang pemilihan paruh waktu (midterm elections).
Berdasarkan hasil jajak pendapat terbaru dari New York Times yang dirilis pada hari Senin, sebanyak 64 persen pemilih terdaftar percaya bahwa keputusan untuk terlibat dalam perang dengan Iran adalah sebuah langkah yang salah.
Jajak pendapat yang sama menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Donald Trump sebagai presiden merosot ke angka 37 persen.
Kondisi ini menjadi alarm bahaya dan tantangan besar bagi Partai Republik, mengingat meningkatnya frustrasi publik Amerika Serikat tidak hanya terbatas pada isu perang di Timur Tengah, tetapi juga dipicu oleh penanganan pemerintah terhadap pelambatan ekonomi serta masalah imigrasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang