Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kronologi Kapal GSF Dicegat Israel: 9 WNI Ditahan, Termasuk Jurnalis Tempo dan Republika

Kompas.com, 19 Mei 2026, 07:15 WIB
Inten Esti Pratiwi

Penulis

KOMPAS.com – Ketegangan hebat kembali terjadi di perairan internasional Mediterania Timur, dekat Siprus.

Pasukan militer Israel dilaporkan melakukan aksi intersepsi dan pencegatan terhadap armada kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang sedang berlayar menuju Jalur Gaza pada Senin (18/5/2026) pagi waktu setempat.

Dalam insiden pengadangan bersenjata tersebut, setidaknya sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan turut ditahan oleh pihak militer Israel.

Beberapa di antara WNI yang berada di dalam kapal tersebut berprofesi sebagai jurnalis nasional yang tengah menjalankan tugas jurnalistik.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia mengecam keras tindakan sepihak tersebut dan menuntut pembebasan segera bagi seluruh awak, relawan, serta kapal yang saat ini ditahan di sekitar perairan Siprus.

Berikut adalah kronologi lengkap pencegatan armada Global Sumud Flotilla oleh militer Israel berdasarkan data yang dihimpun oleh Kompas.com.

Baca juga: Israel Kembali Cegat Kapal Global Sumud Flotilla yang Bawa Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Bertolak dari Turkiye hingga pengadangan di laut lepas

Pekan lalu: pelepasan armada GSF

Misi kemanusiaan menembus blokade laut di Jalur Gaza ini melibatkan hampir 500 aktivis kemanusiaan yang berasal dari 45 negara di dunia. Seminggu sebelum insiden, lebih dari 50 kapal sipil dalam armada Global Sumud Flotilla telah bertolak dari pelabuhan Marmaris, Turkiye.

Pihak penyelenggara menegaskan pelayaran ini merupakan bagian akhir dari misi perjalanan mereka menuju pesisir Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan oleh warga Palestina.

Di dalam kapal-kapal tersebut, para aktivis membawa logistik penting seperti makanan, susu formula bayi, serta bantuan medis.

Senin, 18 Mei 2026 (pagi hari): Peringatan keras dan tudingan provokasi Israel

Satu jam sebelum melakukan tindakan fisik di laut, Kementerian Luar Negeri Israel sempat mengeluarkan peringatan keras melalui media sosial X.

Pihak Israel meminta para aktivis untuk segera mengubah rute pelayaran mereka dan menolak klaim bahwa itu adalah misi kemanusiaan. Israel justru menuding agenda tersebut sebagai aksi cari perhatian.

Melalui akun X resminya, Kementerian Luar Negeri Israel menulis:

"Sekali lagi, sebuah provokasi demi provokasi: apa yang disebut 'armada bantuan kemanusiaan' lainnya tanpa ada bantuan kemanusiaan di dalamnya."

Baca juga: Iran: Jika Negara-negara Islam Bersatu, Israel Tak Akan Berani Serang

Senin, 18 Mei 2026 (pukul 10.30 waktu Siprus): Pengepungan dan serbuan militer

Armada kapal sipil Global Sumud Flotilla dikepung oleh kapal perang Angkatan Laut Israel di perairan internasional, sekitar 250 mil laut dari wilayah Gaza.

Tepat setelah pukul 10.30 waktu Siprus, siaran langsung video yang ditayangkan di situs web resmi GSF memperlihatkan detik-detik mencekam saat pasukan komando Israel yang mengenakan perlengkapan taktis lengkap berada di atas kapal penyerbu cepat.

Halaman:


Terkini Lainnya
Gaji Ke-13 Cair Mulai Hari Ini, Cek Daftar Penerima dan Besaran untuk PNS, PPPK, dan Pensiunan
Gaji Ke-13 Cair Mulai Hari Ini, Cek Daftar Penerima dan Besaran untuk PNS, PPPK, dan Pensiunan
Tren
Prakiraan Cuaca BMKG: Cek Wilayah yang Akan Hujan Lebat Hari Ini dan Besok
Prakiraan Cuaca BMKG: Cek Wilayah yang Akan Hujan Lebat Hari Ini dan Besok
Tren
Iran Murka, Anggap Serangan Israel di Lebanon Langgar Gencatan Senjata dengan AS dan Ancam Tak Akan Toleransi
Iran Murka, Anggap Serangan Israel di Lebanon Langgar Gencatan Senjata dengan AS dan Ancam Tak Akan Toleransi
Tren
[POPULER TREN] Cara Judol Jebak Anak lewat Game | Gaji Ke-13 ASN Cair Hari Ini
[POPULER TREN] Cara Judol Jebak Anak lewat Game | Gaji Ke-13 ASN Cair Hari Ini
Tren
BRIN Usul Sanksi Tukin ASN Dipotong dan Tunda BPJS, Kalau Abai Urusan Sampah
BRIN Usul Sanksi Tukin ASN Dipotong dan Tunda BPJS, Kalau Abai Urusan Sampah
Tren
3 Bansos Cair Juni 2026, Masyarakat Bisa Cek Status Penerima secara Online
3 Bansos Cair Juni 2026, Masyarakat Bisa Cek Status Penerima secara Online
Tren
Jumlah Pohon di Bumi Lebih Banyak daripada Bintang di Bima Sakti, Berapa Banyak?
Jumlah Pohon di Bumi Lebih Banyak daripada Bintang di Bima Sakti, Berapa Banyak?
Tren
Cara Mengusir Lembing Hitam, Hama Padi yang Kerap Masuk ke Rumah
Cara Mengusir Lembing Hitam, Hama Padi yang Kerap Masuk ke Rumah
Tren
Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak, Siapa Saja 10 Orang Terkaya RI Awal Juni 2026?
Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak, Siapa Saja 10 Orang Terkaya RI Awal Juni 2026?
Tren
Link Live Streaming Indonesia Vs Myanmar di Piala AFF U19 2026, Kick-off Pukul 20.00 WIB
Link Live Streaming Indonesia Vs Myanmar di Piala AFF U19 2026, Kick-off Pukul 20.00 WIB
Tren
Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah
Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah
Tren
Karier Hanya Seumur Jagung, Mengapa Gen Z Banyak yang Dipecat Padahal Baru Mulai Bekerja?
Karier Hanya Seumur Jagung, Mengapa Gen Z Banyak yang Dipecat Padahal Baru Mulai Bekerja?
Tren
Mewarnai dan Menggambar Ternyata Sangat Berguna bagi Anak 1-5 Tahun, Ini Penjelasan Dokter
Mewarnai dan Menggambar Ternyata Sangat Berguna bagi Anak 1-5 Tahun, Ini Penjelasan Dokter
Tren
Brasil Periksa 2 Pasien Suspek, Akankah Jadi Kasus Ebola Pertama di Luar Afrika?
Brasil Periksa 2 Pasien Suspek, Akankah Jadi Kasus Ebola Pertama di Luar Afrika?
Tren
2 Kelompok ASN yang Tak Akan Ditransfer Gaji Ke-13 Per 2 Juni 2026
2 Kelompok ASN yang Tak Akan Ditransfer Gaji Ke-13 Per 2 Juni 2026
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau