Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Batal Serang Iran, Trump Sebut Ada Permintaan Khusus dari Negara-negara Teluk

Kompas.com, 19 Mei 2026, 07:45 WIB
Inten Esti Pratiwi

Penulis

Menurutnya, saat ini terdapat peluang yang sangat bagus untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran tanpa harus melibatkan kontak senjata.

"Jika kita bisa melakukan itu tanpa membombardir mereka habis-habisan, saya akan sangat senang," kata Trump.

Baca juga: Trump Desak Iran Segera Berdamai atau Hadapi Kehancuran Total

Gencatan senjata kritis dan blokade Selat Hormuz

Sebelumnya, skema gencatan senjata yang disepakati pada bulan April sebenarnya bertujuan untuk memfasilitasi meja perundingan.

Meskipun terjadi beberapa kali insiden baku tembak secara sporadis, kesepakatan tersebut secara umum masih dipatuhi oleh kedua belah pihak.

Namun, ketegangan belum sepenuhnya mereda. Iran saat ini masih memegang kendali penuh atas Selat Hormuz dan secara efektif menutup jalur perairan vital tersebut.

Padahal, Selat Hormuz merupakan rute maritim strategis yang dilalui oleh sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Penutupan selat ini diklaim oleh Iran sebagai bentuk pembalasan atas rangkaian serangan udara besar-besaran yang diluncurkan oleh pasukan koalisi Israel dan AS pada 28 Februari lalu.

Saat itu, Teheran membalasnya dengan menghujani drone dan rudal ke target-target milik AS dan Israel di kawasan Teluk.

Sebagai respons tandingan, Amerika Serikat menerapkan blokade ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran untuk memaksa negara tersebut tunduk pada persyaratan Washington.

Di tengah situasi yang krusial ini, eskalasi politik internal di Iran juga dilaporkan meningkat tajam yang ditandai dengan maraknya eksekusi politik sejak perang dimulai.

Ketegangan psikologis ini tercermin dari laporan media setempat di mana situasi dirasa semakin mencekam bagi warga maupun aktivis di sana.

Baca juga: Panas Usai Kunjungan Trump ke Beijing, Taiwan: Kami Negara Berdaulat dan Independen

Saling lempar syarat di meja perundingan

Di balik layar diplomasi, pertukaran informasi antara Washington dan Teheran masih terus diupayakan secara intensif melalui mediasi pemerintah Pakistan. Iran menyatakan telah mengirimkan respons terhadap proposal terbaru yang diajukan oleh AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa dalam proses perundingan ini pihak Teheran telah bersikap penuh tanggung jawab dan murah hati.

Berdasarkan laporan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, pihak Iran mengajukan sejumlah tuntutan mutlak, meliputi:

  • Penghentian segera operasi militer di semua front (termasuk serangan Israel terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon).
  • Pencabutan total blokade angkatan laut AS di pelabuhan-pelabuhan Iran.
  • Jaminan tertulis bahwa tidak akan ada serangan militer lanjutan terhadap kedaulatan Iran.
  • Pembayaran ganti rugi atas seluruh kerusakan akibat perang.
  • Pengakuan penuh atas kedaulatan Iran di wilayah Selat Hormuz.

Sementara itu, kantor berita Fars melaporkan bahwa Washington juga menetapkan lima syarat ketat sebagai kompensasi.

Halaman:


Terkini Lainnya
Puasa Intermiten Ternyata Mengubah Otak, Ini yang Ditemukan Peneliti
Puasa Intermiten Ternyata Mengubah Otak, Ini yang Ditemukan Peneliti
Tren
Respons Kritik Dino Patti Djalal, Teddy Sebut Biaya Kunjungan Prabowo Ditanggung Pribadi
Respons Kritik Dino Patti Djalal, Teddy Sebut Biaya Kunjungan Prabowo Ditanggung Pribadi
Tren
Gaji Ke-13 Cair Mulai Hari Ini, Cek Daftar Penerima dan Besaran untuk PNS, PPPK, dan Pensiunan
Gaji Ke-13 Cair Mulai Hari Ini, Cek Daftar Penerima dan Besaran untuk PNS, PPPK, dan Pensiunan
Tren
Prakiraan Cuaca BMKG: Cek Wilayah yang Akan Hujan Lebat Hari Ini dan Besok
Prakiraan Cuaca BMKG: Cek Wilayah yang Akan Hujan Lebat Hari Ini dan Besok
Tren
Iran Murka, Anggap Serangan Israel di Lebanon Langgar Gencatan Senjata dengan AS dan Ancam Tak Akan Toleransi
Iran Murka, Anggap Serangan Israel di Lebanon Langgar Gencatan Senjata dengan AS dan Ancam Tak Akan Toleransi
Tren
[POPULER TREN] Cara Judol Jebak Anak lewat Game | Gaji Ke-13 ASN Cair Hari Ini
[POPULER TREN] Cara Judol Jebak Anak lewat Game | Gaji Ke-13 ASN Cair Hari Ini
Tren
BRIN Usul Sanksi Tukin ASN Dipotong dan Tunda BPJS, Kalau Abai Urusan Sampah
BRIN Usul Sanksi Tukin ASN Dipotong dan Tunda BPJS, Kalau Abai Urusan Sampah
Tren
3 Bansos Cair Juni 2026, Masyarakat Bisa Cek Status Penerima secara Online
3 Bansos Cair Juni 2026, Masyarakat Bisa Cek Status Penerima secara Online
Tren
Jumlah Pohon di Bumi Lebih Banyak daripada Bintang di Bima Sakti, Berapa Banyak?
Jumlah Pohon di Bumi Lebih Banyak daripada Bintang di Bima Sakti, Berapa Banyak?
Tren
Cara Mengusir Lembing Hitam, Hama Padi yang Kerap Masuk ke Rumah
Cara Mengusir Lembing Hitam, Hama Padi yang Kerap Masuk ke Rumah
Tren
Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak, Siapa Saja 10 Orang Terkaya RI Awal Juni 2026?
Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak, Siapa Saja 10 Orang Terkaya RI Awal Juni 2026?
Tren
Link Live Streaming Indonesia Vs Myanmar di Piala AFF U19 2026, Kick-off Pukul 20.00 WIB
Link Live Streaming Indonesia Vs Myanmar di Piala AFF U19 2026, Kick-off Pukul 20.00 WIB
Tren
Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah
Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah
Tren
Karier Hanya Seumur Jagung, Mengapa Gen Z Banyak yang Dipecat Padahal Baru Mulai Bekerja?
Karier Hanya Seumur Jagung, Mengapa Gen Z Banyak yang Dipecat Padahal Baru Mulai Bekerja?
Tren
Mewarnai dan Menggambar Ternyata Sangat Berguna bagi Anak 1-5 Tahun, Ini Penjelasan Dokter
Mewarnai dan Menggambar Ternyata Sangat Berguna bagi Anak 1-5 Tahun, Ini Penjelasan Dokter
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau