Penulis
Menurutnya, saat ini terdapat peluang yang sangat bagus untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran tanpa harus melibatkan kontak senjata.
"Jika kita bisa melakukan itu tanpa membombardir mereka habis-habisan, saya akan sangat senang," kata Trump.
Baca juga: Trump Desak Iran Segera Berdamai atau Hadapi Kehancuran Total
Sebelumnya, skema gencatan senjata yang disepakati pada bulan April sebenarnya bertujuan untuk memfasilitasi meja perundingan.
Meskipun terjadi beberapa kali insiden baku tembak secara sporadis, kesepakatan tersebut secara umum masih dipatuhi oleh kedua belah pihak.
Namun, ketegangan belum sepenuhnya mereda. Iran saat ini masih memegang kendali penuh atas Selat Hormuz dan secara efektif menutup jalur perairan vital tersebut.
Padahal, Selat Hormuz merupakan rute maritim strategis yang dilalui oleh sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.
Penutupan selat ini diklaim oleh Iran sebagai bentuk pembalasan atas rangkaian serangan udara besar-besaran yang diluncurkan oleh pasukan koalisi Israel dan AS pada 28 Februari lalu.
Saat itu, Teheran membalasnya dengan menghujani drone dan rudal ke target-target milik AS dan Israel di kawasan Teluk.
Sebagai respons tandingan, Amerika Serikat menerapkan blokade ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran untuk memaksa negara tersebut tunduk pada persyaratan Washington.
Di tengah situasi yang krusial ini, eskalasi politik internal di Iran juga dilaporkan meningkat tajam yang ditandai dengan maraknya eksekusi politik sejak perang dimulai.
Ketegangan psikologis ini tercermin dari laporan media setempat di mana situasi dirasa semakin mencekam bagi warga maupun aktivis di sana.
Baca juga: Panas Usai Kunjungan Trump ke Beijing, Taiwan: Kami Negara Berdaulat dan Independen
Di balik layar diplomasi, pertukaran informasi antara Washington dan Teheran masih terus diupayakan secara intensif melalui mediasi pemerintah Pakistan. Iran menyatakan telah mengirimkan respons terhadap proposal terbaru yang diajukan oleh AS.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa dalam proses perundingan ini pihak Teheran telah bersikap penuh tanggung jawab dan murah hati.
Berdasarkan laporan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, pihak Iran mengajukan sejumlah tuntutan mutlak, meliputi:
Sementara itu, kantor berita Fars melaporkan bahwa Washington juga menetapkan lima syarat ketat sebagai kompensasi.