Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Studi Baru: Rutin Minum Kopi dan Makan Buah Bantu Tubuh Menua Lebih Sehat

Kompas.com, 19 Mei 2026, 07:30 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi buah-buahan dan minum secangkir kopi setiap hari dapat membantu mengurangi risiko penuaan sel yang tidak sehat hingga hampir separuhnya.

Para ahli menjelaskan, makanan kaya polifenol seperti buah beri, apel, kopi, kakao, dan teh, dikenal memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang baik bagi kesehatan tubuh.

Namun, studi terbaru menemukan manfaat lain dari makanan tersebut, yakni kaitannya dengan risiko lebih rendah mengalami pemendekan telomer.

Telomer merupakan bagian pelindung di ujung DNA yang berfungsi menjaga stabilitas sel.

Jika telomer memendek, risiko kerusakan sel, penuaan tidak sehat, hingga kematian sel dapat meningkat, dilansir dari The Guardian, Senin (11/5/2026).

Penelitian itu dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Navarra di Pamplona, Spanyol.

Mereka mengukur panjang telomer dari sampel lebih dari 1.700 orang dewasa pada 2008 dan kembali melakukan pengukuran pada 2015.

Selain itu, para peneliti juga menganalisis total konsumsi polifenol para peserta.

Baca juga: Rutin Minum Kopi, Menyehatkan atau Membebani Liver? Ini Kata Dokter


Minum kopi mengurangi risiko penuaan sel

Hasil studi yang dipresentasikan dalam Kongres Obesitas Eropa di Istanbul itu menunjukkan, peserta dengan konsumsi polifenol tertinggi memiliki risiko telomer pendek 52 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang paling sedikit mengonsumsi polifenol.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang, yakni hingga satu cangkir per hari, dikaitkan dengan risiko telomer pendek yang 26 persen lebih rendah dibandingkan orang yang tidak minum kopi sama sekali.

Sementara itu, konsumsi empat hingga lima porsi buah per hari juga dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah.

Peserta yang paling banyak mengonsumsi buah tercatat memiliki risiko telomer pendek 29 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang paling sedikit makan buah.

Meski begitu, peneliti tidak menemukan hubungan yang sama pada beberapa makanan kaya polifenol lainnya, seperti minyak zaitun, anggur merah, dan sayuran.

Baca juga: Ini Alasan Dokter Sarankan Minum Air Putih Dulu Sebelum Kopi di Pagi Hari

Telomer pendek sendiri telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit terkait usia, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, beberapa jenis kanker, hingga peningkatan risiko kematian secara keseluruhan.

“Temuan kami menunjukkan pesan yang lebih luas: diet kaya polifenol, termasuk makanan seperti buah-buahan dan kopi, mungkin merupakan salah satu bagian dari teka-teki dalam mendukung penuaan seluler yang lebih sehat. Ini bukan tentang satu makanan 'anti-penuaan', tetapi tentang efek kumulatif dari pilihan diet sehari-hari dari waktu ke waktu," kata penulis utama studi tersebut, Isabella Kury Guzman.

Halaman:


Terkini Lainnya
Gaji Ke-13 Cair Mulai Hari Ini, Cek Daftar Penerima dan Besaran untuk PNS, PPPK, dan Pensiunan
Gaji Ke-13 Cair Mulai Hari Ini, Cek Daftar Penerima dan Besaran untuk PNS, PPPK, dan Pensiunan
Tren
Prakiraan Cuaca BMKG: Cek Wilayah yang Akan Hujan Lebat Hari Ini dan Besok
Prakiraan Cuaca BMKG: Cek Wilayah yang Akan Hujan Lebat Hari Ini dan Besok
Tren
Iran Murka, Anggap Serangan Israel di Lebanon Langgar Gencatan Senjata dengan AS dan Ancam Tak Akan Toleransi
Iran Murka, Anggap Serangan Israel di Lebanon Langgar Gencatan Senjata dengan AS dan Ancam Tak Akan Toleransi
Tren
[POPULER TREN] Cara Judol Jebak Anak lewat Game | Gaji Ke-13 ASN Cair Hari Ini
[POPULER TREN] Cara Judol Jebak Anak lewat Game | Gaji Ke-13 ASN Cair Hari Ini
Tren
BRIN Usul Sanksi Tukin ASN Dipotong dan Tunda BPJS, Kalau Abai Urusan Sampah
BRIN Usul Sanksi Tukin ASN Dipotong dan Tunda BPJS, Kalau Abai Urusan Sampah
Tren
3 Bansos Cair Juni 2026, Masyarakat Bisa Cek Status Penerima secara Online
3 Bansos Cair Juni 2026, Masyarakat Bisa Cek Status Penerima secara Online
Tren
Jumlah Pohon di Bumi Lebih Banyak daripada Bintang di Bima Sakti, Berapa Banyak?
Jumlah Pohon di Bumi Lebih Banyak daripada Bintang di Bima Sakti, Berapa Banyak?
Tren
Cara Mengusir Lembing Hitam, Hama Padi yang Kerap Masuk ke Rumah
Cara Mengusir Lembing Hitam, Hama Padi yang Kerap Masuk ke Rumah
Tren
Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak, Siapa Saja 10 Orang Terkaya RI Awal Juni 2026?
Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak, Siapa Saja 10 Orang Terkaya RI Awal Juni 2026?
Tren
Link Live Streaming Indonesia Vs Myanmar di Piala AFF U19 2026, Kick-off Pukul 20.00 WIB
Link Live Streaming Indonesia Vs Myanmar di Piala AFF U19 2026, Kick-off Pukul 20.00 WIB
Tren
Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah
Kisah Haru Anak WNI di Malaysia, Jual Kue di Usia 10 Tahun demi Bertahan Hidup dan Ingin Sekolah
Tren
Karier Hanya Seumur Jagung, Mengapa Gen Z Banyak yang Dipecat Padahal Baru Mulai Bekerja?
Karier Hanya Seumur Jagung, Mengapa Gen Z Banyak yang Dipecat Padahal Baru Mulai Bekerja?
Tren
Mewarnai dan Menggambar Ternyata Sangat Berguna bagi Anak 1-5 Tahun, Ini Penjelasan Dokter
Mewarnai dan Menggambar Ternyata Sangat Berguna bagi Anak 1-5 Tahun, Ini Penjelasan Dokter
Tren
Brasil Periksa 2 Pasien Suspek, Akankah Jadi Kasus Ebola Pertama di Luar Afrika?
Brasil Periksa 2 Pasien Suspek, Akankah Jadi Kasus Ebola Pertama di Luar Afrika?
Tren
2 Kelompok ASN yang Tak Akan Ditransfer Gaji Ke-13 Per 2 Juni 2026
2 Kelompok ASN yang Tak Akan Ditransfer Gaji Ke-13 Per 2 Juni 2026
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau