LUMAJANG, KOMPAS.com - Dua jemaah haji asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meninggal dunia saat menjalankan rangkaian ibadah haji.
Jemaah haji bernama Yuwono Soewaliadi, warga Kecamatan Lumajang, meninggal dunia di Mina Al-Wadhi Hospital Arab Saudi pada Sabtu (29/5/2026).
Kemudian, jemaah haji bernama Mistari, warga Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, meninggal dunia di Medical Care Alharom Mekkah Arab Saudi pada Minggu (31/5/2026).
Baca juga: Besok, Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Yogyakarta Tiba di Tanah Air
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lumajang Umar Hasan mengatakan, kedua jemaah haji tersebut didiagnosis mengalami tekanan darah tinggi.
"Diagnosis dokter penyebab dua jemaah haji ini meninggal dunia adalah tekanan darah tinggi," kata Umar melalui sambungan telepon, Senin (1/6/2026).
Baca juga: Kemenhaj: Hari Ini, 17 Kloter Jemaah Haji Indonesia Pulang ke Tanah Air
Menurutnya, jemaah tersebut saat itu sempat dilarang mengikuti rangkaian ibadah lempar jumrah oleh tenaga kesehatan pendampingnya.
"Saat perjalanan (lempar jumrah) itu pingsan, terus dievakuasi ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit tidak beberapa lama kemudian dinyatakan meninggal," kata Hasan.
Kedua jemaah haji Lumajang tersebut dimakamkan di Mekkah Al Mukarramah. Sebab, tidak memungkinkan keduanya dibawa kembali di Tanah Air Indonesia.
"Karena tidak bisa dibawa pulang jadi langsung dimakamkan di sana," jelasnya.
Hasan mengungkapkan, kondisi jemaah haji Lumajang dalam kondisi baik di Arab Saudi, di tengah eskalasi konflik militer Iran melawan Amerika Serikat yang kian memanas.
"Semuanya aman, normal. Termasuk pulangnya nanti transit di Oman, seperti tahun sebelumnya untuk pengisian BBM," bebernya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang