Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji Asal Buleleng Meninggal di Mekkah, Sempat Dilarikan ke RS Usai Armuzna

Kompas.com, 1 Juni 2026, 11:35 WIB
Ahmad Muzakky Alhasan,
Andi Hartik

Tim Redaksi

BULELENG, KOMPAS.com – Seorang jemaah haji asal Kabupaten Buleleng, Bali, Ibrahim Mujab (75), meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi, pada Minggu (31/5/2026) siang waktu setempat.

Pendamping jemaah haji Buleleng, Muhammad Ali Susanto, mengatakan, Ibrahim meninggal sekitar pukul 13.30 Waktu Arab Saudi (WAS) di Rumah Sakit (RS) King Faisal, Mekkah.

"Pada saat kami sedang mempersiapkan prosesi tawaf ifadlah, Bapak Ibrahim meninggal," kata dia saat dihubungi, Senin (1/6/2026).

Baca juga: KPK Bakal Tahan 2 Tersangka Baru Kuota Haji Pekan Ini

Menurut Ali, kondisi kesehatan Ibrahim memang sudah mengkhawatirkan sejak awal keberangkatan ke Tanah Suci.

Selain faktor usia yang telah mencapai 75 tahun, jemaah yang tergabung dalam Kloter SUB-71 ini juga dalam kondisi kurang sehat.

Kondisi Ibrahim semakin menurun setelah mengikuti rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Saat itu, ia disebut kesulitan makan sehingga tenaga fisiknya terus menurun.

"Pada saat Armuzna kami sudah mengkhawatirkan karena beliau tidak mau makan. Padahal sudah kami rayu agar ada tenaga," kata Ali.

Baca juga: KPK: Pelimpahan Berkas Perkara Yaqut Setelah Pelaksanaan Ibadah Haji 2026

Setelah kembali ke Mekkah pada Jumat (29/5/2026), kondisi Ibrahim semakin lemah. Pada malam harinya, ia dirujuk ke RS King Faisal untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, ia meninggal dunia pada Minggu.

Jenazah Ibrahim langsung dimakamkan di Mekkah setelah dishalatkan di Masjidil Haram usai shalat Ashar.

Meski belum sempat menyelesaikan tawaf ifadlah dan sai, Ali memastikan ibadah haji Ibrahim tetap dinyatakan tuntas.

"Proses haji itu sebenarnya Arafah. Wukuf menjadi rukun haji. Untuk pelengkap seperti ifadlah, akhirnya dibadalkan oleh penyelenggara haji Indonesia di Arab Saudi untuk menyempurnakan hajinya," jelas Ali.

Di sisi lain, Ali menyebut kelelahan setelah menjalani Armuzna juga dialami sejumlah jemaah lainnya.

Banyak jemaah yang mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat aktivitas fisik yang cukup berat selama empat hari di Arafah, Muzdalifah dan Mina.

"Rata-rata jemaah kembali ke hotel dalam keadaan drop. Ada yang tensinya naik, ada juga yang gula darahnya meningkat dan fisiknya lemah," ujarnya.

"Sampai hari ini masih ada dua jemaah yang dirawat di RS karena kondisinya. Selain memang ada yang dirawat di hotel oleh petugas pos kesehatan," tambah Ali.

Karena kondisi tersebut, beberapa jemaah menunda pelaksanaan tawaf ifadlah dan sai.

Panitia pun menyiapkan berbagai skema pendampingan, termasuk penggunaan buggy car bagi jemaah yang tidak memungkinkan berjalan jauh.

Khusus untuk jemaah lanjut usia, rombongan telah menyiapkan pendampingan tambahan, termasuk jasa pendorong kursi roda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Rincian Bantuan Keuangan Parpol Denpasar 2026, PDIP Terima Rp 838 Juta, Gelora Rp 46 Juta
Rincian Bantuan Keuangan Parpol Denpasar 2026, PDIP Terima Rp 838 Juta, Gelora Rp 46 Juta
Denpasar
Jemaah Haji Asal Buleleng Meninggal di Mekkah, Sempat Dilarikan ke RS Usai Armuzna
Jemaah Haji Asal Buleleng Meninggal di Mekkah, Sempat Dilarikan ke RS Usai Armuzna
Denpasar
BMKG Ungkap Penyebab Suhu Udara di Bali Terasa Lebih Dingin
BMKG Ungkap Penyebab Suhu Udara di Bali Terasa Lebih Dingin
Denpasar
Koster Sorot Vila Ilegal di Bali: Rusak Tatanan Pariwisata, Tak Adil
Koster Sorot Vila Ilegal di Bali: Rusak Tatanan Pariwisata, Tak Adil
Denpasar
Suhu Bali dan NTB Terasa Lebih Dingin, BMKG Ungkap Dampak Monsun Australia
Suhu Bali dan NTB Terasa Lebih Dingin, BMKG Ungkap Dampak Monsun Australia
Denpasar
Koster Ungkap Wisman ke Bali Turun, tetapi Penerimaan Pajak Hotel-Restoran Justru Naik
Koster Ungkap Wisman ke Bali Turun, tetapi Penerimaan Pajak Hotel-Restoran Justru Naik
Denpasar
Polisi Selidiki Dugaan Haji Ilegal di Bali, Belum Ada Tersangka
Polisi Selidiki Dugaan Haji Ilegal di Bali, Belum Ada Tersangka
Denpasar
2 WN Rusia dan 1 WNI Tersesat di Gunung Batukaru, Dievakuasi Basarnas
2 WN Rusia dan 1 WNI Tersesat di Gunung Batukaru, Dievakuasi Basarnas
Denpasar
Bocah Terseret Ombak di Pantai Yeh Gangga Bali, Basarnas Lakukan Pencarian
Bocah Terseret Ombak di Pantai Yeh Gangga Bali, Basarnas Lakukan Pencarian
Denpasar
Dinas Pariwisata Klungkung Buka Suara soal Mobil Dinas Baru yang Tuai Sorotan
Dinas Pariwisata Klungkung Buka Suara soal Mobil Dinas Baru yang Tuai Sorotan
Denpasar
ASF Hantui Peternak Babi di Buleleng, DKPP: Antivirusnya Tak Ada
ASF Hantui Peternak Babi di Buleleng, DKPP: Antivirusnya Tak Ada
Denpasar
Pecah Ban, Ambulans Pengangkut Jenazah Tabrak Rumah Warga di Jembrana
Pecah Ban, Ambulans Pengangkut Jenazah Tabrak Rumah Warga di Jembrana
Denpasar
Cinta Tak Direstui, Pria di Buleleng Bakar Mobil dan Kandang Sapi Calon Mertua
Cinta Tak Direstui, Pria di Buleleng Bakar Mobil dan Kandang Sapi Calon Mertua
Denpasar
Tak Direstui Pacaran, Pemuda di Buleleng Nekat Bakar Kandang Sapi dan Mobil Orangtua Kekasih
Tak Direstui Pacaran, Pemuda di Buleleng Nekat Bakar Kandang Sapi dan Mobil Orangtua Kekasih
Denpasar
Sebabkan Bau Menyengat, Tempat Penjemuran Limbah Bulu Ayam di Klungkung Ditutup Satpol PP
Sebabkan Bau Menyengat, Tempat Penjemuran Limbah Bulu Ayam di Klungkung Ditutup Satpol PP
Denpasar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau