Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Besok, Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Yogyakarta Tiba di Tanah Air

Kompas.com, 1 Juni 2026, 15:36 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Andi Hartik

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah bersiap menyambut kedatangan jemaah haji. Sesuai rencana, kloter pertama debarkasi Yogyakarta akan tiba di Tanah Air pada Selasa (2/6/2026) besok.

“Untuk kepulangan jemaah haji, jadi persiapan debarkasi YIA kedatangan kloter pertama YIA itu kan tanggal 2 Juni yang semula pukul 03.15 itu menjadi 05.35 pagi,” kata Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj DIY Silvia Rosetti saat dihubungi, Senin (1/6/2026).

Ia menjelaskan, kedatangan kloter pertama di YIA dimulai pada 2 Juni 2026 dan kloter terakhir pasa 30 Juni 2026 pukul 10.55 WIB.

Baca juga: Jemaah Haji Asal Buleleng Meninggal di Mekkah, Sempat Dilarikan ke RS Usai Armuzna

Pihaknya telah melakukan koordinasi terkait debarkasi haji. Hasilnya, debarkasi haji tidak melalui hotel, tetapi langsung di Bandara YIA.

“Jadi nanti yang pertama karena ini tidak lewat hotel, debarkasinya kan langsung dari YIA. Jadi kesepakatan itu adalah adanya tempat yang digunakan untuk melakukan penerimaan jemaah haji. Pada masa debarkasi ini ada di lantai 2 di Mezanin yang dipersiapkan oleh Angkasa Pura,” jelas dia.

Baca juga: Simak Jadwal Pemulangan Jemaah Haji ke Indonesia Mulai 1 Juni 2026

Lalu, untuk debarkasi Itu diawali dengan melakukan penjemputan paspor. Paspor dan dokumen diambil di pintu pesawat oleh tim Imigrasi.

“Artinya menyambut langsung dari ketua kloter yang sudah mengumpulkan sebelumnya, untuk serah terima paspor yang dilanjutkan mungkin nanti kalau ada jemaah yang sakit dan darurat, itu bisa langsung dirujuk,” beber dia.

Bagi jemaah haji yang sakit ringan dapat dirawat di Puskesmas Temon dan RSUD Wates yang sudah disiapkan oleh Kemenhaj DIY.

“Sedangkan untuk pasien gawat darurat akan dirujuk ke RSUD Wates,” katanya.

Ia menjelaskan, kedatangan kloter pertama di Bandara YIA sementara sejumlah 360 orang.

“Jemaah 354 yang 6 petugas,” ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Fakta-fakta Wanita Boyolali Tewas Usai Makan Sate Kiriman Misterius: 5 Ayam Ikut Mati, Menantu Dicurigai
Fakta-fakta Wanita Boyolali Tewas Usai Makan Sate Kiriman Misterius: 5 Ayam Ikut Mati, Menantu Dicurigai
Yogyakarta
Kejar Mimpi ke Korea Selatan, Paduan Suara Atma Jaya Yogyakarta Ngamen untuk Galang Dana
Kejar Mimpi ke Korea Selatan, Paduan Suara Atma Jaya Yogyakarta Ngamen untuk Galang Dana
Yogyakarta
Besok, Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Yogyakarta Tiba di Tanah Air
Besok, Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Yogyakarta Tiba di Tanah Air
Yogyakarta
Teka-teki Sosok 'TIW' di Balik Sapi Kurban 1,1 Ton untuk Warga Sleman, Takmir: Rahasia
Teka-teki Sosok "TIW" di Balik Sapi Kurban 1,1 Ton untuk Warga Sleman, Takmir: Rahasia
Yogyakarta
Sapi Kurban dari Sosok 'TIW' Berbobot 1,1 Ton Disembelih di Sleman, Hasilkan 700 Kg Daging
Sapi Kurban dari Sosok "TIW" Berbobot 1,1 Ton Disembelih di Sleman, Hasilkan 700 Kg Daging
Yogyakarta
Mengapa Wilayah Demak Dekat dengan Semarang? Ini Jejak Sejarahnya dalam Arsip Belanda
Mengapa Wilayah Demak Dekat dengan Semarang? Ini Jejak Sejarahnya dalam Arsip Belanda
Yogyakarta
Misteri Perabotan Rumah di Sleman Terbakar Mulai Terungkap, Tim UPN Temukan Sumber Gas Metana
Misteri Perabotan Rumah di Sleman Terbakar Mulai Terungkap, Tim UPN Temukan Sumber Gas Metana
Yogyakarta
Satu Keluarga Meninggal Saat Camping di Temanggung, Diduga Tewas Sejak Dini Hari
Satu Keluarga Meninggal Saat Camping di Temanggung, Diduga Tewas Sejak Dini Hari
Yogyakarta
Dua Dugaan Penyebab Kematian Satu Keluarga Saat Camping di Temanggung
Dua Dugaan Penyebab Kematian Satu Keluarga Saat Camping di Temanggung
Yogyakarta
Sepekan Diteror Api Misterius, Keluarga di Sleman Mengungsi setelah Siaga 24 Jam
Sepekan Diteror Api Misterius, Keluarga di Sleman Mengungsi setelah Siaga 24 Jam
Yogyakarta
Teka-teki Api Misterius di Rumah Warga Sleman, Pemkab Gandeng UGM dan UPN Cari Penyebabnya
Teka-teki Api Misterius di Rumah Warga Sleman, Pemkab Gandeng UGM dan UPN Cari Penyebabnya
Yogyakarta
Modus Unik Maling Motor di Bantul, Jalan Kaki dan Panggil Tukang Kunci
Modus Unik Maling Motor di Bantul, Jalan Kaki dan Panggil Tukang Kunci
Yogyakarta
Warga Piyungan Bantul Mengeluh Sulit Jual Tanah, Gara-gara Masuk Kawasan Industri
Warga Piyungan Bantul Mengeluh Sulit Jual Tanah, Gara-gara Masuk Kawasan Industri
Yogyakarta
Wamen Fahri Hamzah Dorong Kawasan Kumuh Harus Punya 'Public Space' agar Sungai Tak Jadi Tempat Sampah
Wamen Fahri Hamzah Dorong Kawasan Kumuh Harus Punya "Public Space" agar Sungai Tak Jadi Tempat Sampah
Yogyakarta
Api Misterius Muncul di Rumah Warga Sleman, Dinas ESDM: Gas Septic Tank Merembes
Api Misterius Muncul di Rumah Warga Sleman, Dinas ESDM: Gas Septic Tank Merembes
Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau