Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Primaya Hospital Kelapa Gading Diresmikan, Ada Dokter Spesialis 24 Jam

Kompas.com, 27 Januari 2026, 18:04 WIB
Nabilla Ramadhian,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Primaya Hospital Group resmi membuka Primaya Hospital Kelapa Gading di Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (27/1/2026). Kehadiran rumah sakit ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas tinggi, khususnya di wilayah DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan, hadirnya rumah sakit ini merupakan bagian penting dalam ekosistem layanan kesehatan di Ibu Kota.

“Kehadiran Primaya Hospital Kelapa Gading menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem layanan kesehatan di Jakarta, khususnya di wilayah Jakarta Utara dan Timur yang terus berkembang,” tutur dia di lokasi, Selasa.

Adapun Primaya Hospital Kelapa Gading adalah rumah sakit ke-192 di Jakarta. 

Pramono melanjutkan bahwa pihaknya mendorong kolaborasi dengan rumah sakit swasta yang memiliki standar layanan internasional, pemanfaatan teknologi medis modern, dan komitmen kuat terhadap kebutuhan pasien.

Baca juga: Primaya Hospital Karawang Perluas Pemakaian Energi Surya

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dalam peresmian Primaya Hospital Kelapa Gading di Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (27/1/2026).Kompas.com / Nabilla Ramadhian Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dalam peresmian Primaya Hospital Kelapa Gading di Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (27/1/2026).

Profesional dan keramahan untuk pasien

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono, mengingatkan agar rumah sakit ini mengunggulkan keramahan dalam melayani pasien.

Menurut dia, salah satu faktor yang membuat banyak masyarakat Indonesia memilih untuk berobat ke luar negeri adalah kurangnya keramahan tenaga kesehatan dalam melayani pasien.

“Sebenarnya kualitas dokter di Indonesia tidak kalah, tapi yang kalah adalah hospitality. Keramah-tamahan dalam melayani. Jangan membedakan pasien kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga,” terang dr. Dante.

Baca juga: 4 Alasan Masyarakat Indonesia Tak Perlu Berobat ke Luar Negeri Lagi

Kehadiran rumah sakit baru diharap dapat membuat masyarakat lebih betah berobat di dalam negeri.

“Mudah-mudahan, kontribusi dari Primaya Hospital Kelapa Gading bisa memberi peran aktif dalam menyehatkan masyarakat di Indonesia, masyarakat di Jakarta, sehingga masyarakat di Jakarta semakin sedikit yang berobat ke luar negeri,” sambung dr. Dante.

Fasilitas dan layanan rumah sakit

Layanan unggulan

Salah satu keunggulan dari rumah sakit ini adalah menyediakan dokter spesialis anak 24 jam di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan rawat inap, serta dokter anestesi 24 jam di IGD, kamar operasi, dan ICU.

Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading dr. Ferry Aryo, MARS, menjelaskan, kehadiran dua dokter spesialis 24 jam inilah yang membedakan rumah sakit tersebut dengan yang lainnya.

“Jika ada pasien anak jam 12 malam kejang, dokter anak sudah ada di rumah sakit. Dokter spesialis akan turun karena beliau sudah disiapkan tempat tinggal khusus di rumah sakit,” ujar dr. Ferry di lokasi.

“Dokter anestesi juga terkadang ada kasus-kasus genting, beliau juga bisa membantu. Kalau dokter yang lainnya itu on call,” lanjut dia.

Baca juga: Peminat Program Bayi Tabung Meningkat, RS Primaya Buka Layanan IVF

Rumah sakit ke-20 dari jaringan rumah sakit Primaya tersebut, menawarkan beragam layanan unggulan dengan teknologi modern, termasuk akan segera menyediakan layanan penanganan kanker kemoterapi dengan Singapura.

 

Salah satu teknologi modern, CT Scan Dual Energy 2x380 Slice, di Primaya Hospital Kelapa Gading di Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (27/1/2026).Kompas.com / Nabilla Ramadhian Salah satu teknologi modern, CT Scan Dual Energy 2x380 Slice, di Primaya Hospital Kelapa Gading di Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (27/1/2026).

CEO Primaya Hospital Group Leona A. Karnali mengungkapkan, rumah sakit tersebut juga mengusung konsep IGD satu kamar perawatan satu tempat tidur (one bed one room) untuk kenyamanan dan pengendalian infeksi.

“Ini tentu sangat menjaga keamanan pasien. Dengan adanya satu-satu kamar, penjagaan infeksi dapat kami lakukan,” jelas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Health
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Health
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Health
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
Health
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Health
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Health
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Health
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
Health
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Health
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Health
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
Health
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Health
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Health
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau