SURABAYA, KOMPAS.com - Fenomena teror pocong hingga begal pocong yang disebutkan terjadi di sejumlah daerah menjadi perhatian publik.
Aksi yang meresahkan warga tersebut dilaporkan juga muncul di Lamongan, Nganjuk, Kediri, hingga Sidoarjo, Jawa Timur.
Berbagai motif diduga melatarbelakangi kemunculan teror pocong tersebut, mulai dari sekadar prank untuk konten media sosial hingga tindak kejahatan.
Baca juga: Tangis Pecah, Pelaku Konten Pocong di Sragen Sungkem dan Minta Maaf kepada Orangtua
Beberapa waktu lalu, warga juga sempat digegerkan dengan kabar teror pocong di kawasan Mulyorejo, Surabaya.
Namun, informasi tersebut belakangan terkonfirmasi sebagai hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI).
Menanggapi fenomena itu, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji meminta masyarakat memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi yang beredar.
“Lak, onok pocong tak parani temen, Rek. Apik iki tambahan, cek viral (kalau ada pocong saya langsung datangi. Bagus malahan, biar viral). Tapi, pocong-pocong iku bener apa nggak (tapi, pocong-pocong itu benar atau tidak),” kata Cak Ji, sapaan akrabnya, Minggu (31/5/2026).
Baca juga: Armuji: Masyarakat Berhak Memberi Masukan, Kita Tidak Boleh Baper dan Emosi
Wakil Wali kota Surabaya, Armuji saat ditemui awak media di resepsi Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 di Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026).Menurut Armuji, apabila penampakan teror pocong tersebut hanya merupakan hasil rekayasa AI, maka masyarakat tidak perlu membesar-besarkannya.
“Teknologi itu jangan sampai menipu kita dan kita akhirnya terjebak dengan hal-hal semacam itu. Karena itu kan hal-hal yang hoaks. Jadi enggak perlu kita tanggapi secara serius,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terlalu panik menghadapi maraknya isu teror pocong.
“Enggak onok pocong. Lak onok, karo wong-wong iso diparani temen, iso dilebokno botol kok poconge (enggak ada pocong. Kalau ada, sama orang-orang bisa didatangi beneran, dimasukkan ke botol),” ucap Cak Ji sembari bergurau.
Baca juga: Teror Paket Isi Pocong Mini Gegerkan Warga Lendah Kulon Progo
Jagat maya, khususnya grup aplikasi percakapan WhatsApp, digegerkan dengan sebaran foto yang mengeklaim adanya teror pocong di kawasan Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.Sebelumnya, Guru Besar Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga, Bagong Suyanto, menilai fenomena tersebut merupakan modus lama yang memanfaatkan ketakutan kultural masyarakat terhadap sosok mistis.
“Ini adalah modus lama yang memanfaatkan ketakutan kultural masyarakat pada sosok pocong,” kata Bagong, Selasa (26/5/2026).