Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polusi dan Asap Rokok Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter Anak

Kompas.com, 10 Oktober 2025, 10:10 WIB
Ida Setyaningsih

Penulis

KOMPAS.com - Paparan polusi udara dan asap rokok bukan hanya menimbulkan gangguan pernapasan, tetapi juga dapat memengaruhi tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan.

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menegaskan bahwa polusi udara kini menjadi ancaman serius bagi generasi muda.

“Kita harus sadar bahwa bumi tempat anak-anak tumbuh sudah sangat tercemar. Banyak orang tua yang masih belum menyadari bahwa asap rokok dan polusi udara di sekitar mereka dapat mengganggu tumbuh kembang anak,” ujar dr. Piprim dalam seminar media, Kamis (9/10/2025),

Baca juga: Bahaya Polusi Udara untuk Otak, Bisa Memicu Demensia

Dampak polusi udara sejak dalam kandungan

Menurut dr. Cynthia Centauri, Sp.A, Subsp. Resp(K), anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Anak IDAI, paparan polusi udara bisa berdampak sejak masa kehamilan.

Polutan seperti partikulat halus (PM2.5), nitrogen dioksida (NO?), dan sulfur dioksida (SO?) dapat masuk ke aliran darah ibu hamil dan memengaruhi pertumbuhan janin.

“Beberapa penelitian menunjukkan, paparan polusi selama kehamilan berisiko menyebabkan berat badan lahir rendah, bayi prematur, hingga gangguan perkembangan otak,” kata dr. Cynthia.

Ia menambahkan, polusi udara juga dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik, autisme (autism spectrum disorder), serta gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) pada anak.

Baca juga: Asap Pembakaran Sampah Apakah Sama Bahayanya dengan Asap Rokok untuk Anak?

Asap rokok dan rokok elektronik tak kalah berbahaya

Selain polusi dari lingkungan, asap rokok di rumah juga berperan besar dalam mengganggu kesehatan anak.

Dokter Cynthia menjelaskan bahwa anak bisa menjadi korban dari tiga jenis paparan asap rokok, yakni first-hand smoker (perokok aktif), second-hand smoker (perokok pasif), dan third-hand smoker (paparan residu asap yang menempel di dinding, furnitur, atau pakaian).

“Paparan dari ibu perokok selama kehamilan terbukti dapat menurunkan panjang badan bayi dan meningkatkan risiko stunting,” ujar dr. Cynthia.

“Efeknya tidak berhenti di situ. Anak yang tinggal bersama perokok juga lebih rentan mengalami infeksi saluran napas berulang, asma, hingga gangguan kognitif,” lanjutnya.

Ia menegaskan, rokok elektronik atau vape bukanlah solusi aman.

Kandungan nikotin dan logam berat di dalamnya juga dapat mengiritasi paru anak dan menurunkan daya tahan tubuh.

Risiko gangguan kognitif dan prestasi belajar menurun

Paparan jangka panjang terhadap polusi udara dan asap rokok tidak hanya merusak paru-paru, tetapi juga berpengaruh pada otak.

Menurut dr. Cynthia, partikel halus PM2.5 dapat menembus sawar darah otak (blood-brain barrier) dan memicu peradangan.

“Anak-anak yang tinggal di lingkungan berpolusi tinggi terbukti memiliki kemampuan kognitif yang lebih rendah dan tingkat kehadiran sekolah yang lebih buruk,” paparnya.

Gangguan tersebut bisa berdampak jangka panjang terhadap prestasi akademik, konsentrasi, dan kemampuan sosial anak.

Baca juga: Waspadai Asap Rokok Tersisa di Baju, Dokter Paru Ingatkan Dampaknya untuk Bayi

Pencegahan dimulai dari rumah

Para dokter anak IDAI menekankan pentingnya langkah pencegahan di tingkat keluarga.

Orang tua diimbau untuk tidak merokok di dalam rumah atau di dekat anak, serta menjaga kualitas udara di lingkungan tempat tinggal.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  • Menghindari aktivitas luar ruangan ketika indeks kualitas udara sedang buruk.
  • Menggunakan masker N95 untuk anak di area berpolusi.
  • Menyalakan penyaring udara (air purifier) dengan filter HEPA di dalam rumah.
  • Menanam tanaman hijau yang membantu menyerap polutan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Health
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Health
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Health
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
Health
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Health
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Health
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Health
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
Health
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Health
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Health
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
Health
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Health
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Health
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau