Penulis
KOMPAS.com - Kolesterol sering dianggap sebagai masalah yang hanya berhubungan dengan usia lanjut, namun sebenarnya, masalah kolesterol bisa dialami siapa saja, termasuk yang masih muda.
Salah satu cara untuk mengatur kadar kolesterol adalah dengan memperhatikan jenis makanan yang kita konsumsi.
Makanan yang mengandung kolesterol tinggi atau dapat memicu produksi kolesterol dalam tubuh perlu dihindari.
Salah satu kategori makanan yang sering menjadi penyebab kolesterol tinggi adalah daging olahan.
Daging olahan, seperti sosis, bakon, dan daging deli, sering dianggap sebagai pilihan praktis dan enak, terutama untuk makanan cepat saji.
Namun, faktanya, jenis makanan ini cenderung mengandung lemak jenuh yang tinggi, yang berhubungan langsung dengan peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.
Baca juga: Pakar Kesehatan Ingatkan Bahaya Konsumsi Simvastatin Tanpa Cek Kadar Kolesterol
Salah satu alasan utama daging olahan perlu dibatasi adalah karena kandungan lemak jenuhnya yang tinggi.
Dikutip dari Eating Well, lemak jenuh dapat meningkatkan kadar LDL, yang berisiko menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah dan meningkatkan kemungkinan penyakit jantung.
Menurut para ahli gizi, meskipun ada pilihan yang lebih rendah lemak, seperti turkey bakon atau daging deli rendah lemak, mereka tetap mengandung lemak jenuh yang tetap dapat meningkatkan total asupan lemak jenuh harian kita.
Selain lemak jenuh, daging olahan juga sering kali mengandung jumlah natrium yang sangat tinggi.
Misalnya, daging kalkun panggang yang hanya seberat 100 gram bisa mengandung sekitar 810 mg natrium, sementara kalkun biasa hanya mengandung 99 mg natrium untuk jumlah yang sama.
Terlalu banyak natrium dapat meningkatkan tekanan darah, yang akhirnya membebani kesehatan jantung kita.
Baca juga: Berapa Tinggi Kolesterol yang Berbahaya? Berikut Penjelasannya…
Tidak hanya memengaruhi kolesterol, daging olahan juga dapat merusak keseimbangan mikrobioma usus kita.
Penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi daging olahan dapat mengurangi keragaman bakteri baik dalam usus, yang penting untuk mengatur penyerapan kolesterol dan mengurangi peradangan yang berhubungan dengan penyakit jantung.
Baca juga: Apa yang Dirasakan jika Kolesterol Terlalu Tinggi? Ini Ulasannya...
Menghindari atau mengurangi konsumsi daging olahan adalah langkah pertama dalam menjaga kadar kolesterol tetap sehat.
Sebagai alternatif, kamu bisa menggantinya dengan protein tanpa lemak yang lebih sehat, seperti ayam panggang, ikan, atau sumber protein nabati seperti tempe dan tahu.
Selain itu, makanan tinggi serat seperti buah, sayuran, dan biji-bijian juga sangat bermanfaat karena serat membantu mengikat kolesterol dan mencegahnya diserap ke dalam darah.
Makanan yang mengandung banyak lemak jenuh, seperti daging olahan, memang enak, tetapi tidak baik untuk kesehatan jangka panjang.
Jika kamu ingin menjaga kolesterol tetap stabil, lebih baik pilih makanan yang lebih alami dan kaya serat, serta ganti daging olahan dengan pilihan yang lebih sehat.
Dengan langkah sederhana ini, kamu bisa menjaga tubuh tetap sehat dan jantung tetap kuat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang