Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Makanan Penyebab Kolesterol: Daging Olahan dan Pilihan Pengganti Sehat

Kompas.com, 8 April 2025, 15:00 WIB
Ria Apriani Kusumastuti

Penulis

KOMPAS.com - Kolesterol sering dianggap sebagai masalah yang hanya berhubungan dengan usia lanjut, namun sebenarnya, masalah kolesterol bisa dialami siapa saja, termasuk yang masih muda.

Salah satu cara untuk mengatur kadar kolesterol adalah dengan memperhatikan jenis makanan yang kita konsumsi.

Makanan yang mengandung kolesterol tinggi atau dapat memicu produksi kolesterol dalam tubuh perlu dihindari.

Salah satu kategori makanan yang sering menjadi penyebab kolesterol tinggi adalah daging olahan.

Daging olahan, seperti sosis, bakon, dan daging deli, sering dianggap sebagai pilihan praktis dan enak, terutama untuk makanan cepat saji.

Namun, faktanya, jenis makanan ini cenderung mengandung lemak jenuh yang tinggi, yang berhubungan langsung dengan peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.

Baca juga: Pakar Kesehatan Ingatkan Bahaya Konsumsi Simvastatin Tanpa Cek Kadar Kolesterol

Mengapa daging olahan berbahaya bagi kadar kolesterol?

Salah satu alasan utama daging olahan perlu dibatasi adalah karena kandungan lemak jenuhnya yang tinggi.

Dikutip dari Eating Well, lemak jenuh dapat meningkatkan kadar LDL, yang berisiko menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah dan meningkatkan kemungkinan penyakit jantung.

Menurut para ahli gizi, meskipun ada pilihan yang lebih rendah lemak, seperti turkey bakon atau daging deli rendah lemak, mereka tetap mengandung lemak jenuh yang tetap dapat meningkatkan total asupan lemak jenuh harian kita.

Selain lemak jenuh, daging olahan juga sering kali mengandung jumlah natrium yang sangat tinggi.

Misalnya, daging kalkun panggang yang hanya seberat 100 gram bisa mengandung sekitar 810 mg natrium, sementara kalkun biasa hanya mengandung 99 mg natrium untuk jumlah yang sama.

Terlalu banyak natrium dapat meningkatkan tekanan darah, yang akhirnya membebani kesehatan jantung kita.

Baca juga: Berapa Tinggi Kolesterol yang Berbahaya? Berikut Penjelasannya…

Dampak terhadap kesehatan saluran pencernaan

Tidak hanya memengaruhi kolesterol, daging olahan juga dapat merusak keseimbangan mikrobioma usus kita.

Penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi daging olahan dapat mengurangi keragaman bakteri baik dalam usus, yang penting untuk mengatur penyerapan kolesterol dan mengurangi peradangan yang berhubungan dengan penyakit jantung.

Baca juga: Apa yang Dirasakan jika Kolesterol Terlalu Tinggi? Ini Ulasannya...

Alternatif sehat untuk mengelola kolesterol

Menghindari atau mengurangi konsumsi daging olahan adalah langkah pertama dalam menjaga kadar kolesterol tetap sehat.

Sebagai alternatif, kamu bisa menggantinya dengan protein tanpa lemak yang lebih sehat, seperti ayam panggang, ikan, atau sumber protein nabati seperti tempe dan tahu.

Selain itu, makanan tinggi serat seperti buah, sayuran, dan biji-bijian juga sangat bermanfaat karena serat membantu mengikat kolesterol dan mencegahnya diserap ke dalam darah.

Makanan yang mengandung banyak lemak jenuh, seperti daging olahan, memang enak, tetapi tidak baik untuk kesehatan jangka panjang.

Jika kamu ingin menjaga kolesterol tetap stabil, lebih baik pilih makanan yang lebih alami dan kaya serat, serta ganti daging olahan dengan pilihan yang lebih sehat.

Dengan langkah sederhana ini, kamu bisa menjaga tubuh tetap sehat dan jantung tetap kuat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Health
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Health
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Health
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
Health
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Health
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Health
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Health
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
Health
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Health
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Health
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
Health
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Health
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Health
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau