Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dugaan Gangster di Sidoarjo, Sekelompok Pelaku Kejar Korban yang Berlindung di Warkop

Kompas.com, 11 Mei 2026, 16:30 WIB
Jack Robby Damarjati,
Andi Hartik

Tim Redaksi

SIDOARJO, KOMPAS.com - Sekelompok pemuda yang diduga anggota gangster menyerang seorang warga di sebuah warung kopi di Desa Wunut, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Jumat (8/5/2026) dini hari.

Peristiwa sekitar pukul 02.00 WIB itu mengakibatkan korban mengalami luka di kepala setelah pelaku memukulnya menggunakan botol minuman keras.

Penjaga warung kopi, Riko, mengatakan korban datang ke warung dalam kondisi terluka setelah melarikan diri dari kejaran dua pemuda bermotor. Sebelum masuk ke warung, pelaku lebih dulu melakukan kekerasan terhadap korban di jalan.

"Informasinya korban baru pulang memancing, lalu dikejar dua anak yang berboncengan motor. Korban tidak tahu mereka gangster atau bukan," kata Riko, Senin (11/5/2026).

Baca juga: Tawuran Gangster di Ngilir Kendal Sebabkan Warga Terluka dan Rumah Rusak, Polisi Intensifkan Penyelidikan

Korban bersama teman-temannya kemudian berusaha menyelamatkan diri ke warung kopi sambil meminta bantuan rekannya melalui telepon. Riko menyebut para pelaku juga membawa senjata tajam menyerupai celurit.

"Di tengah jalan pelaku sempat memukul kepala korban memakai botol bir. Setelah itu korban sama teman-temannya langsung masuk ke warung untuk menyelamatkan diri," ujarnya.

Baca juga: Polisi Tangkap 7 Anggota Gangster Sparta yang Serang 3 Lokasi di Gresik Jatim

Kelompok tersebut juga merusak kendaraan korban yang terparkir di depan warung. Pelaku menabrakkan sepeda motor korban ke kursi warung, namun tidak sempat merusak bangunan.

"Mereka bawa sajam seperti celurit panjang. Untungnya bangunan warung tidak rusak," katanya.

Setelah melakukan penyerangan, sekitar 15 remaja yang diduga merupakan anggota kelompok gangster tersebut langsung meninggalkan lokasi secara bergerombol.

"Setelah merusak motor korban, mereka langsung pergi dari warung," ucapnya.

Kepala Desa Wunut, Puji Daryo, mengatakan, dirinya mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga. Saat tiba di lokasi, ia menemukan belasan remaja bersembunyi di dalam warung karena takut dikejar kelompok lain.

"Kurang lebih ada 12 sampai 15 anak. Mereka ternyata bukan gangster, tetapi korban yang meminta perlindungan kepada warga," ujar Puji.

Puji kemudian membawa para remaja tersebut ke rumahnya untuk mengantisipasi bentrokan lanjutan. Setelah itu, ia menghubungi Polsek Porong agar aparat segera mengamankan situasi di desa.

"Setelah anak-anak berkumpul di rumah saya, saya telepon Polsek Porong," katanya.

Warga selanjutnya melaporkan keberadaan enam orang yang diduga anggota gangster di kawasan RT 14 Desa Wunut. Dalam pengejaran itu, tiga orang melarikan diri, sedangkan warga menangkap tiga remaja lainnya.

"Ada enam orang masuk ke kampung saya. Tiga lolos dan tiga tertangkap warga. Mereka masih anak-anak, usianya sekitar 16 tahun dan mengaku berasal dari Kecamatan Gedangan," ujar Puji.

Aparat Polsek Porong kemudian membawa tiga remaja tersebut untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolsek Porong Kompol Madya Wira Aji Kusuma mengatakan, pihaknya memastikan jika ketiganya tidak terlibat dalam penyerangan di warung kopi tersebut.

"Setelah kami periksa, tidak ada keterkaitannya dengan kelompok itu sehingga kami lepaskan," ucapnya singkat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Pemkab Ponorogo Cairkan Gaji Ke-13 ASN Mulai 2 Juni 2026
Pemkab Ponorogo Cairkan Gaji Ke-13 ASN Mulai 2 Juni 2026
Surabaya
Peternak Blitar Tolak Rencana Investor Asing Masuk Bisnis Telur
Peternak Blitar Tolak Rencana Investor Asing Masuk Bisnis Telur
Surabaya
BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Beli Telur dari Peternak
BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Beli Telur dari Peternak
Surabaya
Pecel Jawa Timur Masuk 7 Salad Terbaik Dunia Versi TasteAtlas
Pecel Jawa Timur Masuk 7 Salad Terbaik Dunia Versi TasteAtlas
Surabaya
Muncul Dugaan Korban Lain, Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo, Takut Melapor
Muncul Dugaan Korban Lain, Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo, Takut Melapor
Surabaya
Kloter Pertama Haji Tiba di Juanda, Satu Jemaah Meninggal di Arab Saudi
Kloter Pertama Haji Tiba di Juanda, Satu Jemaah Meninggal di Arab Saudi
Surabaya
6 SPPG di Lumajang Ditutup Sementara, Salah Satunya Pernah Viral karena Menu MBG Diduga Berulat
6 SPPG di Lumajang Ditutup Sementara, Salah Satunya Pernah Viral karena Menu MBG Diduga Berulat
Surabaya
Cerita Burger di Surabaya yang Satukan Budaya Amerika dan Madura
Cerita Burger di Surabaya yang Satukan Budaya Amerika dan Madura
Surabaya
Mediasi Lapangan Padel Diduga Serobot Sungai di Surabaya, Camat Sebut Tuntas
Mediasi Lapangan Padel Diduga Serobot Sungai di Surabaya, Camat Sebut Tuntas
Surabaya
Peternak Blitar Bagikan 1 Juta Telur Gratis, Protes Harga Anjlok dan Pakan Mahal
Peternak Blitar Bagikan 1 Juta Telur Gratis, Protes Harga Anjlok dan Pakan Mahal
Surabaya
Wacana Penghapusan Guru Honorer, Bupati Lumajang: Ada Rekrutmen ASN
Wacana Penghapusan Guru Honorer, Bupati Lumajang: Ada Rekrutmen ASN
Surabaya
Alami Tekanan Darah Tinggi, 2 Jemaah Haji Asal Lumajang Meninggal di Mekkah
Alami Tekanan Darah Tinggi, 2 Jemaah Haji Asal Lumajang Meninggal di Mekkah
Surabaya
Harga Telur Jatuh, Bupati Blitar: Peternak Kecil Butuh Pertolongan Pusat
Harga Telur Jatuh, Bupati Blitar: Peternak Kecil Butuh Pertolongan Pusat
Surabaya
Prediksi Hari Tanpa Hujan Selama Juni 2026 dan Daerah yang Terdampak
Prediksi Hari Tanpa Hujan Selama Juni 2026 dan Daerah yang Terdampak
Surabaya
Daop 8 Surabaya 'Blacklist' 9 Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta
Daop 8 Surabaya "Blacklist" 9 Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau