SIDOARJO, KOMPAS.com - Sekelompok pemuda yang diduga anggota gangster menyerang seorang warga di sebuah warung kopi di Desa Wunut, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Jumat (8/5/2026) dini hari.
Peristiwa sekitar pukul 02.00 WIB itu mengakibatkan korban mengalami luka di kepala setelah pelaku memukulnya menggunakan botol minuman keras.
Penjaga warung kopi, Riko, mengatakan korban datang ke warung dalam kondisi terluka setelah melarikan diri dari kejaran dua pemuda bermotor. Sebelum masuk ke warung, pelaku lebih dulu melakukan kekerasan terhadap korban di jalan.
"Informasinya korban baru pulang memancing, lalu dikejar dua anak yang berboncengan motor. Korban tidak tahu mereka gangster atau bukan," kata Riko, Senin (11/5/2026).
Korban bersama teman-temannya kemudian berusaha menyelamatkan diri ke warung kopi sambil meminta bantuan rekannya melalui telepon. Riko menyebut para pelaku juga membawa senjata tajam menyerupai celurit.
"Di tengah jalan pelaku sempat memukul kepala korban memakai botol bir. Setelah itu korban sama teman-temannya langsung masuk ke warung untuk menyelamatkan diri," ujarnya.
Baca juga: Polisi Tangkap 7 Anggota Gangster Sparta yang Serang 3 Lokasi di Gresik Jatim
Kelompok tersebut juga merusak kendaraan korban yang terparkir di depan warung. Pelaku menabrakkan sepeda motor korban ke kursi warung, namun tidak sempat merusak bangunan.
"Mereka bawa sajam seperti celurit panjang. Untungnya bangunan warung tidak rusak," katanya.
Setelah melakukan penyerangan, sekitar 15 remaja yang diduga merupakan anggota kelompok gangster tersebut langsung meninggalkan lokasi secara bergerombol.
"Setelah merusak motor korban, mereka langsung pergi dari warung," ucapnya.
Kepala Desa Wunut, Puji Daryo, mengatakan, dirinya mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga. Saat tiba di lokasi, ia menemukan belasan remaja bersembunyi di dalam warung karena takut dikejar kelompok lain.
"Kurang lebih ada 12 sampai 15 anak. Mereka ternyata bukan gangster, tetapi korban yang meminta perlindungan kepada warga," ujar Puji.
Puji kemudian membawa para remaja tersebut ke rumahnya untuk mengantisipasi bentrokan lanjutan. Setelah itu, ia menghubungi Polsek Porong agar aparat segera mengamankan situasi di desa.
"Setelah anak-anak berkumpul di rumah saya, saya telepon Polsek Porong," katanya.
Warga selanjutnya melaporkan keberadaan enam orang yang diduga anggota gangster di kawasan RT 14 Desa Wunut. Dalam pengejaran itu, tiga orang melarikan diri, sedangkan warga menangkap tiga remaja lainnya.
"Ada enam orang masuk ke kampung saya. Tiga lolos dan tiga tertangkap warga. Mereka masih anak-anak, usianya sekitar 16 tahun dan mengaku berasal dari Kecamatan Gedangan," ujar Puji.
Aparat Polsek Porong kemudian membawa tiga remaja tersebut untuk menjalani pemeriksaan.
Kapolsek Porong Kompol Madya Wira Aji Kusuma mengatakan, pihaknya memastikan jika ketiganya tidak terlibat dalam penyerangan di warung kopi tersebut.
"Setelah kami periksa, tidak ada keterkaitannya dengan kelompok itu sehingga kami lepaskan," ucapnya singkat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang