Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Misteri Kematian Satu Keluarga di Glamping Posong Temanggung, Terperangkap Asap Barbeque?

Kompas.com, 30 Mei 2026, 08:40 WIB
Rachmawati

Editor

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Aparat kepolisian masih terus mendalami misteri kematian tragis satu keluarga yang ditemukan tewas di dalam tenda di Taman Wisata Alam Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Empat orang yang merupakan satu keluarga asal Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan tubuh membeku pada Rabu (27/5/2026) sore.

Polisi kini tengah menyelidiki dua kemungkinan utama yang menjadi penyebab kematian para korban, yaitu keracunan makanan atau keracunan gas karbon monoksida (CO) akibat aktivitas barbeque (BBQ) di depan tenda.

Baca juga: Bagas dan Keluarga Meninggal Saat Glamping di Temanggung, FIB UGM Berduka dan Tunggu Penyelidikan

Polisi Ungkap Dua Dugaan Penyebab Kematian

Penjabat sementara (Pjs) Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, menjelaskan bahwa dugaan sementara ini diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim kedokteran forensik.

“Baik, dari hasil pemeriksaan sementara dari tim kedokteran forensik sudah menjelaskan bahwa kemungkinan dugaannya ada dua, yaitu dari keracunan makanan atau keracunan gas akibat pembakaran masak-masak yang dilakukan oleh satu keluarga tersebut,” ujar Komang dalam dialog Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Kamis (28/5/2026).

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti di dekat tenda korban. Barang bukti tersebut berupa satu set kompor gas portabel dan satu tungku berbahan tanah liat untuk membakar briket.

“Baik, kalau dari hasil olah TKP dan penyelidikan kami, yaitu ditemukan satu set kompor gas portable yang dibawa langsung oleh korban dari awal masuk hingga ditemukannya meninggal dunia,” kata Komang menambahkan.

Baca juga: Cek Lokasi Kematian Satu Keluarga di Temanggung, Badan Geologi Tak Temukan Gas Berbahaya

Komang menyebutkan, posisi kompor gas dan tungku tersebut berada tepat di area teras depan tenda. Namun, saat para korban beristirahat, seluruh akses udara di tenda tersebut diketahui tertutup rapat.

“Posisi kompor gas di dekat mulut pintu (tenda), tepat di depan sekali. Pintu tertutup rapat. Ventilasi di kiri kanan tenda juga tertutup rapat,” ungkap Komang, Jumat (29/5/2026).

Diduga Terperangkap Gas Karbon Monoksida

Proses evakuasi jasad wisatawan asal Semarang yang ditemukan tewas di Posong, Temanggung.Dokumentasi BPBD Kabupaten Temanggung Proses evakuasi jasad wisatawan asal Semarang yang ditemukan tewas di Posong, Temanggung.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, satu keluarga tersebut diketahui sempat melakukan aktivitas membakar makanan atau barbeque di malam hari sebelum mereka beristirahat. Karena kondisi cuaca di kawasan wisata alam Posong Temanggung tergolong dingin, seluruh pintu dan ventilasi tenda ditutup rapat.

Sifat tenda yang kedap air dan kedap udara diduga membuat asap hasil pembakaran briket dan kompor gas portable terperangkap di dalam ruang tempat mereka tidur.

“Satu keluarga ini melaksanakan bakar-bakar atau barbeque tepat di mulut tenda atau kita sering sebut di terasnya,” papar Komang.

“Jadi di teras tersebut kemungkinan karena tenda ini kedap air atau kedap udara, sehingga setelah bakar-bakar asap ini mungkin terkumpul di dalam tenda tersebut. Sehingga ketika setelah selesai melaksanakan masak-masak tersebut dan ingin lanjutkan untuk istirahat, otomatis tenda tersebut ditutup karena tempat kamping ini lumayan dingin,” jelasnya.

Baca juga: Kematian Keluarga asal Semarang di Posong, Pemkab Temanggung Buka Suara

Kendati demikian, polisi belum menemukan tanda-tanda klinis umum keracunan makanan di sekitar lokasi.

“Satreskrim masih melaksanakan penyelidikan dan pendalaman. Untuk saksi masih diperiksa,” imbuh Komang, seraya menambahkan bahwa tidak ditemukan bekas muntahan baik di dalam maupun di luar tenda penginapan.

Halaman:


Terkini Lainnya
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Regional
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
Regional
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Regional
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
Regional
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Regional
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Regional
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Regional
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Regional
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Regional
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Regional
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Regional
Jalan Rusak di Blora, Janji Pemprov Jateng, dan Anggaran Rp 5,2 Miliar
Jalan Rusak di Blora, Janji Pemprov Jateng, dan Anggaran Rp 5,2 Miliar
Regional
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar
Regional
Kronologi Penemuan Bayi dalam Tas di Pati, Ditinggal di Lorong Jalan Desa
Kronologi Penemuan Bayi dalam Tas di Pati, Ditinggal di Lorong Jalan Desa
Regional
Mantan Artis Terlibat Sindikat Penipuan Online Rp 41,1 Miliar di Solo Raya, Bertugas Layani Video Call Korban
Mantan Artis Terlibat Sindikat Penipuan Online Rp 41,1 Miliar di Solo Raya, Bertugas Layani Video Call Korban
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Misteri Kematian Satu Keluarga di Glamping Posong Temanggung, Terperangkap Asap Barbeque?
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat