Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kematian Keluarga asal Semarang di Posong, Pemkab Temanggung Buka Suara

Kompas.com, 29 Mei 2026, 17:25 WIB
Egadia Birru,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, buka suara perihal penemuan jasad satu keluarga asal Kabupaten Semarang di Taman Wisata Alam Posong.

Ali Munawar (52) ditemukan tewas di dalam tenda di Posong bersama istri dan kedua anak laki-lakinya pada Rabu (27/5/2026).

Istrinya bernama Magfiroh Alvira (43). Buah hati Ali-Magfiroh yakni Bagas Amar Hakiki (21) dan Alfino Evan Hakiki (16).

Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung Tri Winarno mengatakan pemerintah menunggu hasil penyelidikan kepolisian untuk merespons kasus meninggalnya keluarga Ali Munawar.

Baca juga: Keluarga Ali Munawar Ditemukan Meninggal di Posong Temanggung, 1 Korban Diotopsi

"Terkait dengan pariwisata, dinas teknis juga melakukan asistensi ke pengelola (Posong)," ujar Winarno lewat pesan pendek kepada Kompas.com, Jumat (29/5/2026).

Ia menyatakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Temanggung telah mengirim surat imbauan secara periodik terkait keselamatan wisatawan di Posong.

"Surat terakhir tanggal 2 Maret (2026) menjelang Lebaran. Di dalamnya terkait SOP (keselamatan wisatawan)," ucap Winarno.

Kepala Bidang Pariwisata Dinbudpar Kabupaten Temanggung Arbai Nur Mochamad menyatakan pengelola Posong sudah menyediakan tempat memasak di area terbuka yang menjamin keamanan terhadap tenda penginapan.

"Asap (pembakaran) itu pasti ke udara," ucapnya saat dihubungi Kompas.com, Jumat.

Menurut Arbai, fasilitas tenda berikut tempat memasak di Posong sudah disediakan bertahun-tahun dan belum ada temuan kasus seperti meninggalnya keluarga Ali Munawar.

Baca juga: Alvino Jadi Satu-satunya Korban yang Diotopsi dalam Tragedi Temanggung, Teman Ungkap Chat Terakhir

"Kejadian ini tidak masuk akal buat kami karena sudah bertahun-tahun seperti itu," cetusnya.

Senada dengan Tri Winarno, Arbai masih menunggu hasil pemeriksaan polisi ihwal penyebab kematian Ali Munawar sekeluarga.

"Kami berbelasungkawa kepada keluarga (mendiang Ali). Kejadian di Posong ini untuk kami evaluasi secara menyeluruh," imbuh Arbai.

Terungkapnya kematian keluarga Ali Munawar

Terungkapnya kematian keluarga Ali Munawar bermula dari petugas wisata di Posong yang membuka paksa pintu tenda pada Rabu sore.

Petugas itu sebelumnya sudah ke situ untuk memberitahu permintaan untuk segera check out, tetapi tidak ada jawaban.

Halaman:


Terkini Lainnya
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Regional
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Regional
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Regional
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Regional
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Regional
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
Regional
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Regional
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
Regional
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Regional
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Regional
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Regional
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Regional
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Regional
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Regional
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Kematian Keluarga asal Semarang di Posong, Pemkab Temanggung Buka Suara
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat