YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Empat orang yang merupakan satu keluarga meninggal dunia saat berkemah di kawasan Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Salah satu korban meninggal bernama Bagas Amar Hakiki (21).
Bagas yang ditemukan meninggal dunia bersama kedua orangtua dan satu adiknya, merupakan mahasiswa Sastra Perancis Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM). Di Sastra Perancis UGM Bagas Amar Hakiki tercatat angkatan 2022.
Di mata dosen, selama ini Bagas dikenal sebagai mahasiswa yang kreatif dan rajin.
"(Bagas Amar Hakiki) Mahasiswa yang kreatif dan rajin," ujar Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Setiadi saat dihubungi, Jumat (29/05/2026).
Selain rajin dalam akademik, Bagas juga aktif dalam berbagai kegiatan mahasiswa di kampus. Salah satu kegiatan yang aktif dikutinya adalah unit fotografi UGM.
Baca juga: Keluarga Ali Munawar Ditemukan Meninggal di Posong Temanggung, 1 Korban Diotopsi
"Iya (aktif di kegiatan mahasiswa). Aktif di UFO (Unit Fotografi Universitas)," ucapnya.
Sebagai mahasiswa, Bagas sebenarnya dalam tahap akhir studinya. Ia sedang dalam proses menyelesaikan skripsi.
"Sedang menulis skripsi bab tiga," ungkapnya.
Bagas selain mahasiswa UGM juga merupakan fotografer lepas di Keraton Yogyakarta tepatnya di Kawedanan Tandha Yekti (KRD).
Bagas bergabung sebagai fotografer lepas di keraton bermula saat menjadi salah satu peserta magang di Kawedanan Tandha Yekti pada 2024.
“Kemudian dari magang tersebut kami melihat keahlian fotografinya yang mumpuni sehingga kemudian setelah masa magangnya 1 tahun selesai, Bagas bersama 2 orang teman lainnya menjadi bagian dari tim dokumentasi KTY sebagai fotografer lepas," ujar Pengajeng Husyanawara, Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi RW. Kartiutami Guritno, Kamis (28/5/2026).
Baca juga: Alvino Jadi Satu-satunya Korban yang Diotopsi dalam Tragedi Temanggung, Teman Ungkap Chat Terakhir
Selama ini, Bagas dikenal sebagai sosok pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan, dan seseorang yang menyenangkan.
"Kami sangat kehilangan sekali, bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi juga kolega, rekan, adik, sahabat baik," ucapnya.
Dia menyebut untuk status saat ini Bagas bukan termasuk dalam Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, namun sebagai fotografer lepas pada KYT Keraton Yogyakarta.
"Fotografer lepas, tapi masuk dalam tim inti dokumentasi. Tim dokumentasi kami sebagian abdi dalem, sebagian freelance," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang