Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bagas Si Anak Pertama yang Meninggal di Temanggung Dikenal Kreatif dan Rajin

Kompas.com, 29 Mei 2026, 16:56 WIB
Wijaya Kusuma,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Empat orang yang merupakan satu keluarga meninggal dunia saat berkemah di kawasan Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Salah satu korban meninggal bernama Bagas Amar Hakiki (21). 

Bagas yang ditemukan meninggal dunia bersama kedua orangtua dan satu adiknya, merupakan mahasiswa Sastra Perancis Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM). Di Sastra Perancis UGM Bagas Amar Hakiki tercatat angkatan 2022. 

Di mata dosen, selama ini Bagas dikenal sebagai mahasiswa yang kreatif dan rajin. 

"(Bagas Amar Hakiki) Mahasiswa yang kreatif dan rajin," ujar Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Setiadi saat dihubungi, Jumat (29/05/2026). 

Selain rajin dalam akademik, Bagas juga aktif dalam berbagai kegiatan mahasiswa di kampus. Salah satu kegiatan yang aktif dikutinya adalah unit fotografi UGM. 

Baca juga: Keluarga Ali Munawar Ditemukan Meninggal di Posong Temanggung, 1 Korban Diotopsi

"Iya (aktif di kegiatan mahasiswa). Aktif di UFO (Unit Fotografi Universitas)," ucapnya. 

Sebagai mahasiswa, Bagas sebenarnya dalam tahap akhir studinya. Ia sedang dalam proses menyelesaikan skripsi. 

"Sedang menulis skripsi bab tiga," ungkapnya. 

Fotografer Keraton Yogyakarta

Bagas selain mahasiswa UGM juga merupakan fotografer lepas di Keraton Yogyakarta tepatnya di Kawedanan Tandha Yekti (KRD). 

Bagas bergabung sebagai fotografer lepas di keraton bermula saat menjadi salah satu peserta magang di Kawedanan Tandha Yekti pada 2024.

“Kemudian dari magang tersebut kami melihat keahlian fotografinya yang mumpuni sehingga kemudian setelah masa magangnya 1 tahun selesai, Bagas bersama 2 orang teman lainnya menjadi bagian dari tim dokumentasi KTY sebagai fotografer lepas," ujar Pengajeng Husyanawara, Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi RW. Kartiutami Guritno, Kamis (28/5/2026). 

Baca juga: Alvino Jadi Satu-satunya Korban yang Diotopsi dalam Tragedi Temanggung, Teman Ungkap Chat Terakhir

Selama ini, Bagas dikenal sebagai sosok pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan, dan seseorang yang menyenangkan. 

"Kami sangat kehilangan sekali, bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi juga kolega, rekan, adik, sahabat baik," ucapnya. 

Dia menyebut untuk status saat ini Bagas bukan termasuk dalam Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, namun sebagai fotografer lepas pada KYT Keraton Yogyakarta. 

"Fotografer lepas, tapi masuk dalam tim inti dokumentasi. Tim dokumentasi kami sebagian abdi dalem, sebagian freelance," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Fakta-fakta Wanita Boyolali Tewas Usai Makan Sate Kiriman Misterius: 5 Ayam Ikut Mati, Menantu Dicurigai
Fakta-fakta Wanita Boyolali Tewas Usai Makan Sate Kiriman Misterius: 5 Ayam Ikut Mati, Menantu Dicurigai
Yogyakarta
Kejar Mimpi ke Korea Selatan, Paduan Suara Atma Jaya Yogyakarta Ngamen untuk Galang Dana
Kejar Mimpi ke Korea Selatan, Paduan Suara Atma Jaya Yogyakarta Ngamen untuk Galang Dana
Yogyakarta
Besok, Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Yogyakarta Tiba di Tanah Air
Besok, Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Yogyakarta Tiba di Tanah Air
Yogyakarta
Teka-teki Sosok 'TIW' di Balik Sapi Kurban 1,1 Ton untuk Warga Sleman, Takmir: Rahasia
Teka-teki Sosok "TIW" di Balik Sapi Kurban 1,1 Ton untuk Warga Sleman, Takmir: Rahasia
Yogyakarta
Sapi Kurban dari Sosok 'TIW' Berbobot 1,1 Ton Disembelih di Sleman, Hasilkan 700 Kg Daging
Sapi Kurban dari Sosok "TIW" Berbobot 1,1 Ton Disembelih di Sleman, Hasilkan 700 Kg Daging
Yogyakarta
Mengapa Wilayah Demak Dekat dengan Semarang? Ini Jejak Sejarahnya dalam Arsip Belanda
Mengapa Wilayah Demak Dekat dengan Semarang? Ini Jejak Sejarahnya dalam Arsip Belanda
Yogyakarta
Misteri Perabotan Rumah di Sleman Terbakar Mulai Terungkap, Tim UPN Temukan Sumber Gas Metana
Misteri Perabotan Rumah di Sleman Terbakar Mulai Terungkap, Tim UPN Temukan Sumber Gas Metana
Yogyakarta
Satu Keluarga Meninggal Saat Camping di Temanggung, Diduga Tewas Sejak Dini Hari
Satu Keluarga Meninggal Saat Camping di Temanggung, Diduga Tewas Sejak Dini Hari
Yogyakarta
Dua Dugaan Penyebab Kematian Satu Keluarga Saat Camping di Temanggung
Dua Dugaan Penyebab Kematian Satu Keluarga Saat Camping di Temanggung
Yogyakarta
Sepekan Diteror Api Misterius, Keluarga di Sleman Mengungsi setelah Siaga 24 Jam
Sepekan Diteror Api Misterius, Keluarga di Sleman Mengungsi setelah Siaga 24 Jam
Yogyakarta
Teka-teki Api Misterius di Rumah Warga Sleman, Pemkab Gandeng UGM dan UPN Cari Penyebabnya
Teka-teki Api Misterius di Rumah Warga Sleman, Pemkab Gandeng UGM dan UPN Cari Penyebabnya
Yogyakarta
Modus Unik Maling Motor di Bantul, Jalan Kaki dan Panggil Tukang Kunci
Modus Unik Maling Motor di Bantul, Jalan Kaki dan Panggil Tukang Kunci
Yogyakarta
Warga Piyungan Bantul Mengeluh Sulit Jual Tanah, Gara-gara Masuk Kawasan Industri
Warga Piyungan Bantul Mengeluh Sulit Jual Tanah, Gara-gara Masuk Kawasan Industri
Yogyakarta
Wamen Fahri Hamzah Dorong Kawasan Kumuh Harus Punya 'Public Space' agar Sungai Tak Jadi Tempat Sampah
Wamen Fahri Hamzah Dorong Kawasan Kumuh Harus Punya "Public Space" agar Sungai Tak Jadi Tempat Sampah
Yogyakarta
Api Misterius Muncul di Rumah Warga Sleman, Dinas ESDM: Gas Septic Tank Merembes
Api Misterius Muncul di Rumah Warga Sleman, Dinas ESDM: Gas Septic Tank Merembes
Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau