JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dollar AS bergerak melemah pada perdagangan pasar spot, Jumat (29/5/2026). Hal ini membuat sejumlah bank nasional mematok harga jual dollar AS hingga yang tertinggi Rp 18.000 per dollar AS.
Dilansir dari data Bloomberg, pukul 10.57 WIB rupiah berada pada level Rp 17.876 per dollar AS.
Rupiah melemah 30,50 poin atau 0,17 persen dibanding penutupan hari sebelumnya.
Baca juga: Rupiah Anjlok, IHSG Berpotensi Tertekan Saham Bank Jumbo
Ilustrasi rupiah, uang rupiah. Kenapa rupiah terus melemah. Nilai tukar rupiah. Penyebab nilai tukar rupiah melemah. Apa yang terjadi jika rupiah melemah. Kenapa rupiah melemah.Pada pukul 11.46 WIB, kurs rupiah berada di level Rp 17.870 per dollar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah akan menguat pada perdagangan hari ini di kisaran Rp 17.800 hingga Rp 17.900 per dollar AS.
Sebab, dollar AS tengah melemah setelah AS dan Iran sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata.
Selain itu, dollar AS juga tertekan oleh data inflasi Personal Consumption Expenditures AS yang lebih lemah dari perkiraan.
Baca juga: Rupiah Melemah, Dapur Rakyat Gelisah
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dollar AS. Range Rp 17.800-17.900,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Jumat.
Lukman optimistis mata uang Garuda bakal menguat ke level Rp 17.700 apabila momentum pelemahan dollar AS ini direspons BI dengan menambah intervensi pasar.
Sementara itu, mengacu kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan, pada Selasa (26/5/2026), kurs rupiah berada di Rp 17.789 per dollar AS.
Posisi ini melemah dibandingkan Senin (25/5/2026), kurs rupiah berada di Rp 17.743 per dollar AS.
Baca juga: Rupiah Lampaui Rp 17.860 per Dollar AS, Pasar Tunggu Langkah BI
Adapun kurs di bank-bank besar di Indonesia, seperti di BRI kurs jual dipatok pada Rp 17.890 per dollar AS.
Kurs jual berarti pihak bank menjual dollar AS pada posisi ini.