Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com – Perum Bulog menyatakan terus melakukan koordinasi dan fasilitasi dengan berbagai pihak guna mendukung kelancaran penyaluran hasil tebu petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya penyampaian aspirasi dari petani tebu dan sejumlah elemen masyarakat terkait dinamika operasional industri gula di wilayah tersebut.
Perseroan menyatakan menghormati aspirasi yang disampaikan masyarakat dan memahami bahwa aktivitas pergulaan memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat setempat.
Baca juga: Para Petani Tagih Janji, Ribuan Batang Tebu Ditumpahkan di Depan Pabrik Gula Blora
Ilustrasi gula. Aktivitas industri gula, menurut Bulog, tidak hanya berdampak pada petani tebu, tetapi juga berhubungan dengan tenaga kerja, pelaku transportasi, hingga berbagai aktivitas usaha lain yang menjadi bagian dari ekosistem pergulaan.
Perum Bulog menyebutkan, saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dan fasilitasi bersama berbagai pihak terkait sesuai dengan peran, kewenangan, dan ketentuan yang berlaku.
Upaya tersebut dilakukan dalam rangka menjaga kelancaran proses penyaluran hasil tebu petani di tengah dinamika yang terjadi.
Selain itu, Bulog menegaskan fokus utama saat ini adalah menjaga situasi tetap kondusif, mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, serta mendorong komunikasi yang konstruktif di antara seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam industri pergulaan.
Baca juga: Petani Tebu Sebut Produksi Molase Cukup untuk E10, tapi Harga Pertamina Rendah
Menurut Bulog, terciptanya kondisi yang kondusif menjadi faktor penting agar aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pergulaan dapat terus berjalan.
Ilustrasi tebu.Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Perum Bulog Tomi Wijaya mengatakan perusahaan mengedepankan pendekatan dialogis dalam menyikapi berbagai masukan dan aspirasi yang berkembang di masyarakat.
Menurut dia, Bulog juga terbuka terhadap berbagai masukan yang disampaikan oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan terkait.
"Kami menghormati aspirasi yang disampaikan masyarakat dan terus berupaya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna mendukung kelancaran penyaluran hasil tebu petani serta menjaga situasi tetap kondusif," ujar Tomi dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).
Baca juga: Petani Tebu Ngeluh Jatah Pupuk Subsidi Cuma 2 Hektar, Nonsubsidi Naik 100 Persen
Tomi menegaskan, koordinasi yang dilakukan merupakan bagian dari upaya perseroan dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat yang terkait dengan industri gula.
Perseroan juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, dan suasana yang kondusif.
Menurut perusahaan, kondisi tersebut diperlukan agar proses komunikasi maupun penanganan berbagai persoalan di lapangan dapat berjalan dengan baik.
Bulog menilai komunikasi yang konstruktif antara seluruh pihak menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kelancaran aktivitas yang berkaitan dengan sektor pergulaan.
Baca juga: Petani Tebu Minta HAP Gula Dihapus, Ini Sebabnya
Karena itu, perusahaan mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus mengedepankan dialog dan koordinasi dalam menyikapi berbagai dinamika yang muncul.
Perum Bulog menyatakan akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait dalam mendukung keberlangsungan ekosistem pergulaan nasional.
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung ekosistem pergulaan yang berjalan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Melalui langkah tersebut, perseroan berharap proses penyaluran hasil tebu petani dapat berjalan lancar sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang terhubung dengan industri gula di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Blora.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang