Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Survei: Gen Z dan Milenial Ingin Tempat Kerja Fleksibel dan Bermakna

Kompas.com, 19 Mei 2026, 08:18 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Gen Z dan milenial semakin mengubah cara pandang dunia kerja.

Bagi dua generasi ini, lingkungan kerja ideal bukan lagi sekadar soal gaji tinggi atau jabatan prestisius, melainkan tempat kerja yang memberi fleksibilitas, mendukung kesehatan mental, memiliki tujuan yang jelas, dan memungkinkan keseimbangan hidup.

Temuan itu tergambar dalam Deloitte Global 2026 Gen Z and Millennial Survey yang melibatkan lebih dari 22.500 responden dari 44 negara.

Baca juga: Survei Deloitte: Hampir 30 Persen Gen Z Punya Pekerjaan Sampingan

Ilustrasi pekerja Gen Z, pekerja muda.MAGNIFIC/TEKSOMOLIKA Ilustrasi pekerja Gen Z, pekerja muda.

Survei tersebut menunjukkan generasi muda kini memandang karier dengan pendekatan yang lebih realistis dan berkelanjutan.

Deloitte mencatat, Gen Z dan milenial tumbuh di tengah berbagai ketidakpastian, mulai dari tekanan ekonomi, mahalnya biaya hidup, perubahan teknologi yang cepat, hingga meningkatnya risiko burnout di dunia kerja. Situasi itu membentuk ekspektasi baru terhadap tempat kerja ideal.

Chief People & Purpose Officer Deloitte Global Elizabeth Faber mengatakan, Gen Z dan milenial kini memilih jalur karier yang dianggap lebih berkelanjutan dibanding sekadar mengejar ambisi tanpa batas.

“Mereka memilih apa yang berkelanjutan, bukan sekadar performatif, dan menyelaraskan pilihan hidup dengan kondisi realistis dibanding timeline tradisional,” ungkap Faber dalam laporan tersebut.

Baca juga: Survei Deloitte: AI Jadi “Teman Kerja” Baru Milenial dan Gen Z

Work-life balance jadi prioritas

Salah satu perubahan paling mencolok terlihat dari cara Gen Z dan milenial memandang kesuksesan karier. Kenaikan jabatan cepat tidak lagi menjadi tujuan utama.

Dalam survei Deloitte, hanya 6 persen Gen Z dan milenial yang menyebut posisi kepemimpinan sebagai tujuan karier utama mereka. Sebaliknya, mayoritas lebih memilih perkembangan karier yang stabil dan seimbang.

Ilustrasi pekerja Gen Z, pekerja muda. PEXELS/FAUXELS Ilustrasi pekerja Gen Z, pekerja muda.

Sebanyak 44 persen Gen Z dan 45 persen milenial mengatakan mereka lebih menyukai kemajuan karier yang stabil.

Sementara itu, hanya 25 persen Gen Z dan 21 persen milenial yang memilih pertumbuhan cepat lewat promosi dan kenaikan jabatan.

Baca juga: Deloitte: Gen Z dan Milenial Menunda Masa Depan karena Tekanan Keuangan

Bahkan sekitar 20 persen responden mengaku bersedia berpindah secara lateral atau menerima posisi lebih junior demi memperoleh pengalaman yang dianggap penting untuk kesuksesan jangka panjang.

Integrated Marketing and Communications Executive sekaligus Adjunct Professor untuk Texas Christian University dan University of Dallas Megan Korns Russell menilai generasi muda kini tidak ingin hidupnya hanya berpusat pada pekerjaan.

“Generasi milenial dan Gen Z sangat menginginkan kesempatan untuk memiliki kehidupan yang utuh, yang bukan hanya tentang meniti karier di perusahaan. Mereka menghargai kesejahteraan,” kata Russell.

Pandangan serupa juga muncul dari responden survei. Seorang responden Gen Z bernama Nita mengatakan dirinya ingin pekerjaan yang bermakna tanpa harus mengorbankan kehidupan pribadi.

Baca juga: Survei: Karier Tak Lagi Soal Jabatan, Gen Z dan Milenial Kini Cari Hidup Seimbang

“Saya ingin mengubah dunia menjadi lebih baik melalui pekerjaan, tetapi juga bisa pulang dan menjalani hidup saya, bersantai, dan memiliki pemisahan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi,” tutur dia.

Burnout bikin generasi muda enggan jadi pemimpin

Survei Deloitte juga menunjukkan bahwa banyak Gen Z dan milenial memandang posisi kepemimpinan identik dengan tekanan kerja berlebihan.

Ilustrasi Gen Z di tempat kerjaDok. Freepik/jcomp Ilustrasi Gen Z di tempat kerja

Sebanyak 50 persen Gen Z dan 49 persen milenial menyebut stres dan burnout sebagai alasan utama mereka tidak memprioritaskan posisi kepemimpinan.

Selain itu, 50 persen Gen Z dan 48 persen milenial menilai tanggung jawab yang terlalu besar menjadi hambatan untuk mengejar posisi tersebut.

Baca juga: Strategi Budgeting Ala Gen Z: Kelola Uang dengan Kantong Digital

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau