Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Survei Deloitte: AI Jadi “Teman Kerja” Baru Milenial dan Gen Z

Kompas.com, 18 Mei 2026, 16:33 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin lekat dengan keseharian pekerja muda.

Bagi generasi milenial dan Gen Z, AI bukan lagi sekadar teknologi tambahan, melainkan sudah menjadi bagian dari cara mereka bekerja, belajar, hingga mengelola tekanan pekerjaan.

Laporan Deloitte bertajuk 2026 Gen Z and Millennial Survey menunjukkan, penggunaan AI di kalangan pekerja muda meningkat tajam dalam setahun terakhir.

Baca juga: Rekrutmen Berbasis AI Makin Ketat, 80 Persen CV Gugur di Awal

Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). WIKIMEDIA COMMONS/JERNEJ FURMAN Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Sekitar 74 persen Gen Z dan 74 persen milenial mengaku telah menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari mereka. Angka itu melonjak dibanding tahun sebelumnya yang berada di kisaran 57 persen untuk Gen Z dan 56 persen untuk milenial.

Survei tersebut melibatkan lebih dari 22.500 responden Gen Z dan milenial dari 44 negara. Deloitte mendefinisikan Gen Z sebagai mereka yang lahir pada 1995–2007, sedangkan milenial lahir pada 1983–1994.

Dalam laporan itu, Deloitte menyebut AI dipandang sebagai “akselerator”, bukan ancaman.

Generasi muda melihat AI mampu membebaskan waktu kerja, meningkatkan hasil pekerjaan, membuka peluang pengembangan karier, hingga menciptakan kesempatan baru bagi pekerja level awal.

Baca juga: Poin-Poin Pertemuan Trump dan Xi Jinping, Bahas Minyak hingga AI

AI dipakai untuk produktivitas hingga kesehatan mental

Penggunaan AI di kalangan pekerja muda ternyata tidak terbatas untuk urusan teknis pekerjaan. Banyak responden mengaku menggunakan AI untuk membantu pengembangan diri dan menjaga keseimbangan hidup.

KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin lekat dengan keseharian pekerja muda.

Sebanyak 79 persen Gen Z dan milenial menggunakan AI untuk mencari peluang belajar dan pengembangan diri. Selain itu, 72 persen Gen Z dan 69 persen milenial memakai AI untuk mencari saran karier.

Bahkan, 67 persen Gen Z dan 65 persen milenial memanfaatkan AI untuk membantu mengatasi stres terkait pekerjaan.

“Dalam konteks ini, AI semakin digunakan sebagai pelatih karier, mendukung pertumbuhan, pengambilan keputusan, dan ketahanan diri, bukan sekadar membantu menyelesaikan tugas,” tulis Deloitte dalam laporannya.

Baca juga: ASSI: Integrasi AI hingga Satelit Jadi Kunci Ekosistem Digital Indonesia

Mayoritas responden juga merasa AI memberi dampak positif terhadap kehidupan pribadi maupun pekerjaan mereka. Sebanyak 83 persen Gen Z dan 82 persen milenial mengatakan AI berdampak positif bagi kehidupan personal mereka.

Sementara itu, 80 persen Gen Z dan 79 persen milenial menyebut AI berdampak positif pada kehidupan kerja mereka.

Dalam konteks pekerjaan, 68 persen Gen Z dan 69 persen milenial merasa AI meningkatkan kualitas hasil kerja mereka.

Selain itu, 69 persen responden dari kedua generasi mengatakan AI membantu menghemat waktu dan memperbaiki keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance).

Baca juga: Investor Legendaris Michael Burry Sebut Pasar AI Terlalu Panas, Mirip Dot-com Bubble

Jenis penggunaan AI pun semakin luas. Sebanyak 50 persen Gen Z dan 53 persen milenial menggunakan AI untuk analisis data, termasuk visualisasi data dan peramalan.

Kemudian, 42 persen Gen Z dan 46 persen milenial memakai AI untuk pembuatan konten seperti artikel, unggahan media sosial, hingga naskah video.

Di bidang desain dan kreativitas, AI digunakan oleh 42 persen Gen Z dan 43 persen milenial.

Adapun 37 persen Gen Z dan 39 persen milenial menggunakan AI untuk manajemen proyek, sedangkan 38 persen dari kedua generasi memanfaatkan AI untuk kebutuhan strategi bisnis dan penilaian risiko.

Baca juga: Manus AI, Meta dan Nasib Platform Digital Indonesia

Ilustrasi Gen Z iStock Ilustrasi Gen Z

Generasi muda dinilai lebih cepat beradaptasi

Deloitte menilai kemampuan beradaptasi kini menjadi strategi karier utama bagi Gen Z dan milenial.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau