JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam merancang liburan, Generasi Z lebih senang traveling untuk mencari kuliner baru dan mengeksplorasi alam.
Punya kecenderungan berbeda, Generasi Y atau generasi milenial dan Generasi X yang lebih tua justru mengutamakan traveling sebagai momen untuk liburan bersama keluarga.
Data tersebut tecermin dari hasil dari Jenius Study 2026: Perilaku Traveling Lintas Generasi yang menggambarkan kebiasaan, preferensi, dan aspirasi traveling Gen X, Gen Y, dan Gen Z. Selain motivasi tersebut, anak-anak Gen Z juga gemar melakukan liburan untuk mendapatkan pengetahuan sejarah dan budaya yang baru.
Baca juga: Studi PwC: Gen Z Tekan Belanja, Tapi Tuntut Nilai Lebih
Sedangkan generasi X memiliki motivasi yang tidak muncul di dua generasi yang lebih muda yakni traveling untuk melakukan workcation, atau bekerja dari lokasi liburan tanpa mengambil cuti.
Secara umum, setiap generasi rata-rata traveling 1-2 kali sepanjang 2025.
Frekuensinya mirip, tetapi cara dan motivasinya tidak selalu sama.
Gen X cenderung memilih wisata ramah keluarga dan tempat hits. Mereka mengutamakan efisiensi waktu dan kenyamanan. Dengan demikian Gen X perlu menyusun itinerary seefisien mungkin dengan mengunjungi tempat berdekatan.
Sementara itu, Gen Y mencari aktivitas unik dan menarik. Mereka menentukan itinerary sesuai prioritas destinasi yang hendak dikunjungi, tetapi di sisi lain fleksibel kalau menemukan tempat menarik di tengah perjalanan.
Generasi milenial ini juga menyukai tempat yang eksklusif dan privat. Preferensi ini tidak muncul di dua generasi lainnya.
Hal tersebut berbeda dengan Gen Z yang banyak dipengaruhi oleh rekomendasi teman dan media sosial.
Generasi ini lebih ekporatif dengan menyukai berjunjung ke tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.
Uniknya, Gen Z juga menyukai tempat wisata yang ramah lingkungan atau eco friendly. Preferensi ini tidak muncul di generasi yang sebelumnya.
Umumnya, Gen Z cukup fleksibel dengan menyesuaikan itinerary dengan kota atau negara tujuan.
Dengan demikian, rencana yang sudah dibuat bisa berubah kalau menemukan spot yang lebih seru.
Seluruh generasi menggunakan Google Maps dan media sosial dalam menyusun rencana perjalanannya.