Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com — Bagi banyak pencari kerja, negosiasi gaji adalah salah satu tahap paling menentukan sekaligus paling menegangkan dalam memulai karier.
Namun, di kalangan Generasi Z (Gen Z), cara menghadapi momen ini mulai bergeser.
Sebagian anak muda tidak lagi sepenuhnya mengandalkan diri sendiri.
Baca juga: Berapa Idealnya Menabung dan Investasi dari Gaji? Ini Rekomendasinya
Ilustrasi gaji. Pemerintah menanggung PPh Pasal 21 bagi pekerja bergaji hingga Rp 10 juta per bulan sepanjang 2026. Insentif ini berlaku untuk pegawai di lima sektor usaha tertentu dengan sejumlah syarat.Mereka melibatkan orangtua, mulai dari meminta saran hingga, dalam beberapa kasus, meminta orangtua berbicara langsung dengan perusahaan.
Fenomena ini tergambar dalam survei platform karier Zety yang menunjukkan 29 persen Gen Z melibatkan orangtua dalam negosiasi gaji pertama mereka.
Angka ini memberi sinyal bahwa proses masuk dunia kerja kini tidak selalu berjalan secara individual, melainkan kerap menjadi bagian dari dukungan keluarga.
Negosiasi gaji sering kali dipandang sebagai langkah kecil di awal karier. Namun, dampaknya bisa bertahan dalam jangka panjang.
Baca juga: Kabar Baik untuk Pekerja! PPh 21 Ditanggung Pemerintah, Gaji Bersih Lebih Besar
Dikutip dari Investopedia, Minggu (19/4/2026), data survei Zety menunjukkan, tidak menegosiasikan gaji awal dapat mengurangi potensi pendapatan hingga 1 juta dollar AS hingga 1,5 juta dollar AS sepanjang karier.
Angka ini setara sekitar Rp Rp 17,14 miliar hingga Rp 25,71 miliar (asumsi kurs Rp 17.140 per dollar AS).
Hal ini terjadi karena gaji pertama menjadi dasar bagi kenaikan gaji berikutnya, bonus, hingga perhitungan manfaat jangka panjang.
Meski demikian, praktik negosiasi gaji masih belum menjadi kebiasaan.
Baca juga: Gaji Ke-13 ASN: Hak Wajar di Tengah Fiskal Ketat
Ilustrasi Gen Z Lebih dari setengah pekerja tidak mencoba menegosiasikan gaji pertama mereka, padahal 78 persen dari mereka yang bernegosiasi berhasil mendapatkan penawaran yang lebih baik.
Di titik inilah peran orangtua mulai terlihat.
Survei Zety menunjukkan bahwa keterlibatan orangtua hadir dalam berbagai bentuk.
Sebanyak 18 persen responden meminta nasihat orangtua terkait negosiasi gaji, sementara sekitar 10 persen meminta orangtua berbicara langsung dengan pemberi kerja.
Baca juga: Di Balik Fenomena Resign Pasca-THR, Ternyata Bukan Gaji Penyebabnya