Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nasihat Investasi untuk Gen Z: Fokus Jangka Panjang, Bukan Sekadar Ikuti Tren

Kompas.com, Diperbarui 22/04/2026, 15:52 WIB
Nur Jamal Shaid

Penulis

KOMPAS.com – Chief Executive Officer (CEO) Capital Group, Mike Gitlin, mengingatkan investor muda dari generasi Z (Gen Z) untuk tidak terjebak pada pola investasi sesaat atau sekadar mengikuti minat pribadi (hobby investing). Ia menekankan pentingnya membangun kekayaan dalam jangka panjang.

Menurut Gitlin, investor muda seharusnya mulai memandang pasar keuangan sebagai sarana membangun kekayaan jangka panjang, bukan sekadar ajang mencoba-coba atau mengikuti tren.

“Investor muda harus mendekati pasar dengan pola pikir membangun kekayaan jangka panjang, bukan sekadar ‘hobby investing’,” ujarnya, dikutip dari CNBC, Rabu (22/4/2026).

Baca juga: Tokenisasi Aset Keuangan Buka Akses Investasi Digital Baru untuk Masyarakat

Dorong Gen Z fokus ke fundamental

Gitlin menyampaikan hal tersebut merespons pertanyaan seorang ayah yang mengaku anak-anak remajanya menolak rencananya memindahkan investasi dari emas ke minyak. Mereka menilai langkah itu sebagai upaya “mengambil keuntungan dari perang”.

Survei informal di sekolah anak tersebut bahkan menunjukkan sekitar 80 persen Gen Z memiliki pandangan serupa.

Menanggapi hal itu, Gitlin menilai baik emas maupun minyak bukanlah instrumen utama yang seharusnya menjadi fokus investor muda dalam merencanakan investasi jangka sangat panjang.

“Baik emas maupun minyak bukan tempat mereka seharusnya berpikir untuk menempatkan uang selama 75 tahun ke depan,” kata Gitlin.

Ia menambahkan, mencoba menebak waktu yang tepat untuk masuk dan keluar dari pasar komoditas sangat sulit, bahkan bagi investor profesional.

Baca juga: Korsel, China, dan Jepang Investasi ke Indonesia, Rosan: Target dapat Dicapai

“Menentukan waktu pasar komoditas itu sangat sulit, bahkan bagi profesional, apalagi untuk anak usia 13 tahun,” ujarnya.

Sebagai gantinya, Gitlin menyarankan investor muda mulai membangun “paper portfolio” atau portofolio simulasi yang berisi sejumlah saham.

Ia juga mendorong mereka melakukan riset mendalam (due diligence), termasuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

Fokus utama, kata dia, seharusnya pada fundamental perusahaan, bukan fluktuasi pasar jangka pendek.

“Buat mereka tertarik pada saham dan obligasi, kondisi makro yang lebih luas, serta apa yang sedang terjadi di dunia,” ucapnya.

Gen-Z diingatkan untuk tidak terjebak investasi sesaat yang mengikuti tren. Investor muda diminta mulai membangun strategi jangka panjang dengan fokus pada fundamental dan pertumbuhan kekayaan berkelanjutan. Gen-Z diingatkan untuk tidak terjebak investasi sesaat yang mengikuti tren. Investor muda diminta mulai membangun strategi jangka panjang dengan fokus pada fundamental dan pertumbuhan kekayaan berkelanjutan.

Baca juga: Tips Investasi Reksadana Bagi Pemula dari BRI, Simak Langkahnya

Kepercayaan Gen Z ke lembaga keuangan menurun

Pandangan Gitlin muncul di tengah tren menurunnya kepercayaan Gen Z terhadap institusi keuangan tradisional.

Berdasarkan laporan World Economic Forum bertajuk Global Retail Investor Outlook, kepercayaan generasi ini terhadap lembaga keuangan turun dalam dua tahun terakhir.

Halaman:


Terkini Lainnya
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Ekbis
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
Cuan
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
Cuan
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Energi
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Keuangan
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Keuangan
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Keuangan
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Ekbis
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Energi
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Keuangan
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
Industri
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
Ekbis
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Ekbis
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Ekbis
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau