Penulis
KOMPAS.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan dukungan terhadap program pemeriksaan kesehatan gratis bagi semua anak usia sekolah sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini masalah kesehatan.
"IDAI berkomitmen mendukung program ini melalui berbagai cara, seperti pelatihan tenaga kesehatan untuk memperkuat kapasitas dokter umum, perawat, dan kader kesehatan sekolah dengan standar pemeriksaan anak berbasis ilmu terkini," kata Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp. Kardio(K), seperti dikutip dari Antara, Jumat (8/8/2025).
Piprim menjelaskan, sejak 2022 IDAI telah menjalankan sosialisasi dan advokasi mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin melalui Program Paediatrician Social Responsibility (PSR).
Organisasi ini juga telah mengembangkan panduan protokol pemeriksaan kesehatan anak sekolah yang terstandardisasi.
Baca juga: Cek Kesehatan Gratis Sasar 53 Juta Siswa, Termasuk Lembaga Pendidikan Keagamaan
Menurut IDAI, program pemeriksaan kesehatan gratis sebaiknya menjangkau anak sekolah maupun yang tidak bersekolah, termasuk di wilayah terpencil dengan keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan.
Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Hikari Ambara Sjakti, Sp.A, Subsp. Hema-Onk(K), menekankan agar pelaksanaan program ini merata.
"Bukan hanya di sekolah-sekolah perkotaan atau daerah dengan fasilitas kesehatan memadai," ujarnya.
Hikari menambahkan, perhatian juga perlu diberikan pada anak-anak yang sudah putus sekolah.
"Perlu juga dipikirkan bagaimana untuk menjangkau anak putus sekolah," katanya.
Baca juga: Cek Kesehatan Gratis Sasar 53 Juta Pelajar, Pemerintah Lakukan Jemput Bola ke Sekolah
IDAI menilai pemeriksaan kesehatan berkala penting untuk menemukan masalah seperti malnutrisi, anemia, gangguan penglihatan dan pendengaran, infeksi, serta penyakit kronis pada anak usia sekolah.
Pemeriksaan gratis juga menjadi kesempatan memantau tumbuh kembang anak agar pertumbuhan fisik, kognitif, dan emosional selaras dengan pertambahan usia.
Selain itu, edukasi terkait kesehatan, gizi, kebersihan diri, dan pencegahan penyakit menular dapat diberikan selama pemeriksaan berlangsung.
IDAI merekomendasikan agar hasil pemeriksaan diikuti dengan intervensi, seperti pemberian rujukan ke puskesmas atau rumah sakit bagi anak dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan perawatan lanjutan.
Data dari pemeriksaan ini, menurut IDAI, dapat menjadi acuan dalam perumusan kebijakan dan intervensi kesehatan berbasis bukti demi meningkatkan kualitas kesehatan anak Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya