Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hati-hati Kolesterol Naik Usai Idul Adha, Daging Kurban Bisa Jadi Pemicu

Kompas.com, 6 Juni 2025, 06:00 WIB
Ria Apriani Kusumastuti

Penulis

KOMPAS.com - Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Bramantya Wicaksana, Sp.PD, mengingatkan bahwa konsumsi daging merah seperti sapi atau kambing secara berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh, terutama jika daging tersebut mengandung lemak jenuh yang tinggi.

Menurut Bramantya, kandungan lemak jenuh dalam daging kurban berperan besar dalam memicu lonjakan kolesterol jahat (LDL) yang menjadi faktor risiko utama penyakit jantung.

“Betul, bisa meningkatkan kolesterol, terutama jika makanan atau daging tersebut memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (31/5/2025).

Kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala, namun dampaknya bisa serius dalam jangka panjang.

Jika tidak dikendalikan, kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah hingga serangan jantung.

Baca juga: Porsi Aman Konsumsi Daging Kurban Menurut Dokter, Jangan Asal Banyak

Risiko penyakit jantung hingga kanker

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsumsi daging merah dalam jumlah besar bukan hanya berkaitan dengan kolesterol tinggi, tetapi juga bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan beberapa jenis kanker.

“Secara umum, jika mengonsumsi daging merah secara berlebihan, maka akan menyebabkan risiko penyakit kardiovaskular dan kanker, terutama keganasan saluran cerna dan lambung,” ujarnya.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging merah yang terlalu sering dapat memicu peradangan dan menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah, yang dapat berujung pada penyumbatan aliran darah ke jantung atau otak.

Baca juga: Lebih Sehat Direbus atau Dibakar? Ini Cara Sehat Masak Daging Kurban

Batas konsumsi yang disarankan

Agar tetap aman, Bramantya menyarankan untuk membatasi konsumsi daging merah maksimal tiga porsi per minggu atau sekitar 350–500 gram.

“Dari beberapa literatur, batas yang direkomendasikan adalah sekitar tiga porsi per minggu. Sebaiknya tidak lebih dari itu,” jelasnya.

Ia juga menyarankan memilih bagian daging yang rendah lemak dan mengimbanginya dengan asupan tinggi serat dari sayur dan buah.

Selain jumlah konsumsi, cara mengolah daging merah juga penting diperhatikan. Bramantya menyarankan metode memasak seperti merebus atau mengukus, yang cenderung lebih sehat dibandingkan memanggang atau membakar.

“Merebus jauh lebih sehat. Saat kita grill atau membakar, maka risiko terbentuknya zat karsinogenik lebih tinggi,” katanya.

Meski demikian, menurut Bramantya, setiap metode memasak memiliki kelebihan dan kekurangan.

Masyarakat diimbau untuk tetap mengutamakan keseimbangan dalam pola makan dan gaya hidup sehat.

Sebagai penutup, Bramantya mengingatkan bahwa menjaga pola makan bukan soal melarang makanan tertentu, tetapi tentang membatasi dan menyeimbangkan asupan.

Konsumsi daging merah tidak perlu dihindari sepenuhnya, selama dikonsumsi dalam batas wajar dan diolah dengan cara yang sehat.

“Kesadaran masyarakat untuk mengatur pola makan akan sangat berperan dalam mencegah penyakit kronis di masa depan,” tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Health
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Health
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Health
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
Health
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Health
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Health
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Health
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
Health
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Health
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Health
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
Health
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Health
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Health
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau