Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Ciri-ciri Orang Terkena Asam Urat? Ini 5 Daftarnya...

Kompas.com, 19 Februari 2024, 20:00 WIB
Elizabeth Ayudya Ratna Rininta

Penulis

 

KOMPAS.com - Kadar asam urat yang tinggi bisa memicu terjadinya serangan gout atau asam urat. Lantas, apa ciri-ciri orang terkena asam urat?

Ciri-ciri asam urat dapat berupa nyeri intens pada area persendian serta pembengkakan. Sebelum menyimak ciri-cirinya, simak dahulu apa itu serangan asam urat.

Baca juga: 5 Lauk yang Boleh Dimakan Penderita Asam Urat, Termasuk Telur

Apa ciri-ciri asam urat?

Serangan asam urat adalah kondisi yang terjadi ketika kadar uric acid di di dalam darah mengalami kenaikan.

Kondisi ini dipicu oleh konsumsi makanan tinggi purin dan beberapa gaya hidup tidak sehat.

Serangan asam urat paling sering terjadi pada jempol kaki, namun tak jarang muncul di persendian lain, termasuk paha, lutut, jari tangan, atau pergelangan tangan.

Serangan gout paling sering terjadi pada malam atau dini hari.

Hal ini karena pada malam hari tubuh umumnya mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan sehingga meniingkatkan kadar asam urat di dalam tubuh.

Suhu pada malam hari yang cenderung dingin (lebih rendah dibanding saat siang) juga memicu pembentukan kristal asam urat.

Baca juga: Apakah Asam Urat Bisa Terkena di Usia Muda?

Apa ciri-ciri orang terkena asam urat?

Ciri-ciri asam urat bisa berbeda-beda tergantung tahapannya.

Serangan asam urat pada tahap awal biasanya ditandai dengan nyeri ringan yang muncul pada persendian.

Nyeri tersebut dapat langsung hilang atau mereda seiring waktu, namun cenderung memburuk pada serangan selanjutnya.

Untuk lebih jelasnya, berikut ciri-ciri orang terkena asam urat seperti dikutip dari Verywell Health dan Medical News Today?

  • Nyeri sendi yang intens

Gejala asam urat pertama adalah nyeri sendi tak tertahankan yang muncul secara intens.

Nyeri tersebut muncul karena adanya kristal asam urat dengan tekstur tajam yang mengebai sendi.

Nyeri sendi dapat berlangsung dalam beberapa jam dan mencapai puncaknya dalam 24 jam setelah serangan muncul.

Jika tidak diobati, nyeri akibat serangan gout dapat berlangsung dalam beberapa hari hingga berminggu-minggu.

Baca juga: Apakah Rebusan Daun Salam Bisa Menurunkan Asam Urat? Ini Penjelasannya

  • Sendi membengkak

Ciri-ciri orang terkena asam urat berikutnya yaitu pembengkakan sendi.

Pembengkakan atau peradangan dimulai dari jaringan pelapis sendi atau sinovium hingga terlihat menonjol di kulit.

  • Kulit menjadi kemerahan

Peradangan akut pada sendi yang terkena serangan asam urat menyebabkan kulit tampak kemerahan.

  • Sensasi panas

Beberapa penderita asam urat juga merasakan sensasi panas atau rasa hangat yang dipicu oleh peradangan akut.

  • Persendian sulit digerakkan

Rasa nyeri dan pembengkakan menyebabkan area sendi sulit digerakkan atau rentang gerak menjadi terbatas.

Jika serangan gout terjadi di persendian kaki, penderita kemungkinan akan kesulitan berjalan.

Itulah ciri-ciri orang terkena asam urat yang pantang disepelekan.

Pada kondisi akut, penderita asam urat mungkin mengalami demam ringan atau kelelahan kronis.

Apabila Anda mengalami gejala asam urat seperti disebutkan di atas, konsultasikan dengan dokter untuk mendapat pengobatan atau perawatan yang paling pas.

Baca juga: 8 Cara Mencegah Asam Urat yang Bisa Dijajal

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Health
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Health
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Health
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
Health
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Health
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Health
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Health
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
Health
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Health
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Health
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
Health
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Health
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Health
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau