Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 SPPG di Lumajang Ditutup Sementara, Salah Satunya Pernah Viral karena Menu MBG Diduga Berulat

Kompas.com, 1 Juni 2026, 22:37 WIB
Tri Indriawati

Editor

LUMAJANG, KOMPAS.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Satu dari enam SPPG yang dihentikan sementara itu adalah SPPG Pasirian Madurejo milik Yayasan Almulk Mustofa Barokah.

SPPG tersebut sebelumnya sempat viral di media sosial setelah menu MBG yang disajikan kepada siswa SDN 02 Madurejo diduga terdapat ulat.

Baca juga: 372 SPPG di Jatim Ditutup, Emil Dardak Ungkap Penyebabnya

Kepala Satuan Pelaksana SPPG Lumajang Della Ayu Faradhika membenarkan bahwa SPPG Pasirian Madurejo termasuk dalam daftar dapur MBG yang disuspend.

"Iya benar, SPPG Lumajang Pasiran Madurejo salah satunya," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Senin (1/6/2026).

SPPG sempat viral karena menu diduga berulat

Sebelumnya, SPPG Pasirian Madurejo menjadi sorotan setelah menu MBG yang disajikan kepada siswa SDN 02 Madurejo pada Kamis (7/5/2026) diduga terdapat ulat.

Saat itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati sempat memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut.

Indah mengatakan, ulat ditemukan pada satu ompreng makanan ketika siswa makan di luar ruangan, tepatnya di bawah pohon.

"Iya itu terdapat dalam satu ompreng, kebetulan anaknya makan di luar di bawah pohon," kata perempuan yang akrab disapa Bunda Indah saat diwawancarai di Pendapa Arya Wiraraja Lumajang, Sabtu (9/5/2026).

Indah kemudian meminta pihak sekolah memastikan siswa mengonsumsi MBG secara tertib dan di dalam kelas.

"Makanya saya minta pihak sekolah, kalau makan itu dalam kondisi bersama-sama, tertib, dan di dalam kelas. Jangan di luar, kemana-mana," ucapnya.

Hingga Senin, Indah belum memberikan respons saat dikonfirmasi terkait penutupan sementara enam SPPG di Lumajang, termasuk SPPG yang pernah viral karena menu MBG diduga berulat.

ilustrasi dapur SPPG di Lumajang menyiapkan menu MBGKOMPAS.com/MIFTAHUL HUDA ilustrasi dapur SPPG di Lumajang menyiapkan menu MBG

Enam SPPG dihentikan sementara

Selain SPPG Pasirian Madurejo, BGN juga menghentikan sementara operasional SPPG lain milik Yayasan Almulk Mustofa Barokah di Kecamatan Padang dan Tempursari.

SPPG lain yang disuspend adalah milik Yayasan Berlian Berkah Jaya di Kecamatan Tempeh, SPPG Yayasan Arrohmah di Kecamatan Pasirian, dan SPPG Yayasan Sahabat Insan Quran di Kecamatan Sukodono.

Penghentian sementara tersebut membuat sejumlah dapur MBG di Lumajang harus berhenti beroperasi sampai memenuhi ketentuan yang ditetapkan.

Halaman:


Terkini Lainnya
Peternak Blitar Tolak Rencana Investor Asing Masuk Bisnis Telur
Peternak Blitar Tolak Rencana Investor Asing Masuk Bisnis Telur
Surabaya
BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Beli Telur dari Peternak
BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Beli Telur dari Peternak
Surabaya
Pecel Jawa Timur Masuk 7 Salad Terbaik Dunia Versi TasteAtlas
Pecel Jawa Timur Masuk 7 Salad Terbaik Dunia Versi TasteAtlas
Surabaya
Muncul Dugaan Korban Lain, Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo, Takut Melapor
Muncul Dugaan Korban Lain, Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo, Takut Melapor
Surabaya
Kloter Pertama Haji Tiba di Juanda, Satu Jemaah Meninggal di Arab Saudi
Kloter Pertama Haji Tiba di Juanda, Satu Jemaah Meninggal di Arab Saudi
Surabaya
6 SPPG di Lumajang Ditutup Sementara, Salah Satunya Pernah Viral karena Menu MBG Diduga Berulat
6 SPPG di Lumajang Ditutup Sementara, Salah Satunya Pernah Viral karena Menu MBG Diduga Berulat
Surabaya
Cerita Burger di Surabaya yang Satukan Budaya Amerika dan Madura
Cerita Burger di Surabaya yang Satukan Budaya Amerika dan Madura
Surabaya
Mediasi Lapangan Padel Diduga Serobot Sungai di Surabaya, Camat Sebut Tuntas
Mediasi Lapangan Padel Diduga Serobot Sungai di Surabaya, Camat Sebut Tuntas
Surabaya
Peternak Blitar Bagikan 1 Juta Telur Gratis, Protes Harga Anjlok dan Pakan Mahal
Peternak Blitar Bagikan 1 Juta Telur Gratis, Protes Harga Anjlok dan Pakan Mahal
Surabaya
Wacana Penghapusan Guru Honorer, Bupati Lumajang: Ada Rekrutmen ASN
Wacana Penghapusan Guru Honorer, Bupati Lumajang: Ada Rekrutmen ASN
Surabaya
Alami Tekanan Darah Tinggi, 2 Jemaah Haji Asal Lumajang Meninggal di Mekkah
Alami Tekanan Darah Tinggi, 2 Jemaah Haji Asal Lumajang Meninggal di Mekkah
Surabaya
Harga Telur Jatuh, Bupati Blitar: Peternak Kecil Butuh Pertolongan Pusat
Harga Telur Jatuh, Bupati Blitar: Peternak Kecil Butuh Pertolongan Pusat
Surabaya
Prediksi Hari Tanpa Hujan Selama Juni 2026 dan Daerah yang Terdampak
Prediksi Hari Tanpa Hujan Selama Juni 2026 dan Daerah yang Terdampak
Surabaya
Daop 8 Surabaya 'Blacklist' 9 Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta
Daop 8 Surabaya "Blacklist" 9 Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta
Surabaya
Nasi Tempong Banyuwangi Masuk Menu Kereta Api, Sambal Pedasnya Jadi Buruan Penumpang
Nasi Tempong Banyuwangi Masuk Menu Kereta Api, Sambal Pedasnya Jadi Buruan Penumpang
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau